Kamis, Februari 26, 2009 23:48 - admin
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berhati-hati mengelola belanja modal, terutama yang berbentuk valuta asing.
Negara-negara pemilik modal, kata dia, saat ini sedang melakukan konsolidasi menyusul krisis keuangan global. Salah satu bentuk konsolidasi yang dilakukan adalah dengan menarik modal berbentuk valuta asing yang tersebar di seluruh dunia. “Artinya, kesempatan permodalan di seluruh dunia sangat ketat,” katanya dalam BUMN Executive Club di Wisma Antara, Rabu (25/2).
Jika modal di negara-negara maju langka, hal serupa akan terjadi pada negara-negara berkembang, seperti Indonesia.”Jika pimpinan BUMN tidak... Read More
Kamis, April 30, 2009 12:33 - admin
JAYAPURA-Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Jayapura akhirnya menyerahkan 5 orang tersangka yang terlibat dalam pengeroyokan terhadap Wakapolres Tolikara, Kompol Erick di depan Toko Agro Segar, Abepura, Rabu (11/3).
“Karena berkasnya telah lengkap (P21), maka kami lakukan tahap II atau penyerahan 5 tersangka dan barang bukti ke jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Jayapura,” jelas Kapolresta Jayapura, AKBP Roberth Djoenso SH didampingi Kasat Reskrim AKP Y Takamully SH, Rabu (29/4).
Dalam penyerahan ini, kelima tersangka masing-masing berinisial SE, SN, AE, SY dan JM dibawa oleh penyidik Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Jayapura ke Kantor Kejaksaan Negeri Jayapura pukul 10.00... Read More
Kamis, Februari 26, 2009 23:48 - admin
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berhati-hati mengelola belanja modal, terutama yang berbentuk valuta asing.
Negara-negara pemilik modal, kata dia, saat ini sedang melakukan konsolidasi menyusul krisis keuangan global. Salah satu bentuk konsolidasi yang dilakukan adalah dengan menarik modal berbentuk valuta asing yang tersebar di seluruh dunia. “Artinya, kesempatan permodalan di seluruh dunia sangat ketat,” katanya dalam BUMN Executive Club di Wisma Antara, Rabu (25/2).
Jika modal di negara-negara maju langka, hal serupa akan terjadi pada negara-negara berkembang, seperti Indonesia.”Jika pimpinan BUMN tidak... Read More
Kamis, Februari 26, 2009 23:44 - admin
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kembali terdepresiasinya mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat kembali menekan rupiah. Sehingga nilai tukar rupiah terhadap dolar di pasar spot antar bank di Jakarta pada Kamis (26/2) kembali melemah 50 poin menjadi Rp 12.050 per dolar AS dari penutupan sehari sebelumnya Rp 12 ribu.
Seorang diler pasar uang bank swasta di Jakarta mengungkapkan, mata uang regional kembali melemah seiring terdepresiasinya mata uang yen terhadap dolar. Sehingga kembali menjadi ganjalan bagi penguatan rupiah.
Namun likuditas dolar dipasar domestik yang tidak begitu ketat juga membuat rupiah juga tidak terpuruk lebih dalam. “Ini yang membuat rupiah masih berkutat di level 12 ribu,”... Read More