Pembubaran Massa KNPB, 1 Tewas

Kabid Humas: KNPB Tak Diizinkan Demo Lagi

AYAPURA—Aksi unjuk rasa   massa  Komite Nasional  Papua Barat (KNPB) di Sentani, Senin  (4/6) mengakibatkan seorang    warga   bernama Yesa Mirin  dilaporkan   tewas.   Seorang lagi bernama  Tenius  Kalakmabin mengalami   luka  tembak  di bagian dada,  2    korban  menderita  luka  di bagian  kepala  terkena  pukulan  serta  seorang  korban  luka   terkena  panah   yang  belum diketahui  identitasnya.
Kabid  Humas Polda Papua AKBP  Drs. Johannes  Nugroho  W ketika  dikonfirmasi  Bintang Papua  diruang kerjanya, Selasa  (5/6) membenarkan hal  tersebut.  Dia mengatakan  aparat  Polda Papua  juga  memeriksa  sedikitnya  43 orang  yang  diduga  kuat   terkait  aksi  unjukrasa.  Tapi ke-43  orang tersebut  belum  ditetapkan  sebagai saksi maupun tersangka.
Karenanya,  dia  mengatakan, pihaknya   tak mengizinkan KNPB  menggelar  unjukrasa. Apapun yang  diunjukrasakan. Pasalnya, bila  KNPB  menggelar   aksi  unjukrasa  selalu ada  perbuatan anarkis yang mendatangkan  kerugian     baik  kerugian material maupun imaterial.
“Mari  kita  cari solusinya  jangan  kita kemudian saling  menyalahkan.  Berikan  informasi kepada polisi supaya  ia bisa menegakan  hukum, menangkap dan menahan    orang  yang  kita justifikasi  sebagai  tersangkanya berdasarkan  fakta  dan alat  bukti,” imbuhnya. Soal tewasnya Yesa Mirin salah satu korban pembubaran paksa massa KNPB dibenarkan Direktur RSUD Yowari Kabupaten Jayapura dr. Nikodemus Barends,M.Kes.
Menurutnya, korban mengalami luka di bagian punggung dan mengalami pendarahan di hidung. Hanya saja pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian korban, karena harus dilakukan visum di bagian dalam.
“Dong tusuk pakai pisau kah atau pakai jubi atau mungkin dengan yang lain yang bikin lubang,”tukasnya kepada wartawan, Selasa (05/06) di Sentani Dijelaskan, kalau dari visum luar korban mengalami luka di bagian punggung dengan diameter 2 cm, dan itu yang bisa disampaikan dari hasil visum luar.
“Tetapi kalau kita mau cari tahu penyebab, kita belum bisa karena kita belum melakukan visum bagian dalam,” tandasnya.
Niko menambahkan, selain itu dua korban lainnya yakni atas nama Sunardi (32) yang mengalami luka terkena panah di bagian belakang tembus di ketika serta korban Immanuel Taplo (21) luka tusuk di bagian bahu kanan, masih mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU RSUD Yowari.
Senada dengan Niko, Spesialis Bedah pada RSUD Yowari dr. Erik Siagian, SpB.KBD.FINACS.MPH di tempat yang terpisah menuturkan bahwa korban pertama atas nama Sunardi untuk selanjutnya minta dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Laut di Hamadi.
“Hal ini karena tempat tinggal korban yang berada di Entrop sehingga ingin lebih dekat jika dirawat di RS Lantamal,” tandas dr. Erik.
Disebutkannya, sedangkan untuk korban kedua atas nama Immanuel Taplo memilih untuk tetap dirawat secara intensif di RSUD Yowari Sentani.
Sebelumnya aparat kepolisian melakukan pembubaran paksa terhadap massa KNPB yang melakukan demo karena tidak memiliki ijin. Akibat pembubaran tersebut 3 orang dilarikan ke rumah sakit. (mdc/dee/don/l03)

Leave a Reply