» ⟩ More and Related News

» ⟩ 5 More from Related Category: Papua Merdeka
   

8 responses to “Resep Aceh untuk Papua: Mungkinkah?”

  1. Dikutip dari: http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/resep-aceh-untuk-papua-mungkinkah

    ali nasrun
    28 Juli 2010 – 4:45pm / Berlin-Germany

    Frustrasi terjadi di setiap golongan ethnis yg merasa di-anak tirikan. Begitupulah sesudah kemerdekaan bhw kesatuan langkah demi langkah mengjadi tipis. Tipis karena tidak sesuai dng jangji seperti masa kemerdekaan. Demikian selalu terjadi masa pemilu. Setelah pemilu janji dilupakan dan menutupnya dng mengalihkan perhatian ke masalah lain. Menyelesaikan sengketa atau frustrasi tidak diselesaikan melalui diskusi atau dialog tetapi dng menepati janji. Berapa banyak pemberontakan yg terjadi dalam tubuh NKRI sesudah kemerdekaan yg sebentar lagi mengcapai 65 kalinya?. Dan jangan lupa „orang luar“ senang kalau dalam satu rumah tangga lagi ribut. Nasionalisme dalam tubuh NKRI tidak setebal lagi seperti jaman perjuangan. „orang luar“ lebih senang kalau banyak lahir „negara Balkan“. Bagi bagi dan pecah dan kuasai! Begitulah motto jaman dunia global. Siapa yg kuat pasti akan menang. Harmoni sudah punah dan yg tinggal pada saat sekarang meng-goalkan kepentingan individum dng motto „demokrasi“.

  2. Dikutip dari: http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/resep-aceh-untuk-papua-mungkinkah

    ali nasrun
    28 Juli 2010 – 4:45pm / Berlin-Germany

    Frustrasi terjadi di setiap golongan ethnis yg merasa di-anak tirikan. Begitupulah sesudah kemerdekaan bhw kesatuan langkah demi langkah mengjadi tipis. Tipis karena tidak sesuai dng jangji seperti masa kemerdekaan. Demikian selalu terjadi masa pemilu. Setelah pemilu janji dilupakan dan menutupnya dng mengalihkan perhatian ke masalah lain. Menyelesaikan sengketa atau frustrasi tidak diselesaikan melalui diskusi atau dialog tetapi dng menepati janji. Berapa banyak pemberontakan yg terjadi dalam tubuh NKRI sesudah kemerdekaan yg sebentar lagi mengcapai 65 kalinya?. Dan jangan lupa „orang luar“ senang kalau dalam satu rumah tangga lagi ribut. Nasionalisme dalam tubuh NKRI tidak setebal lagi seperti jaman perjuangan. „orang luar“ lebih senang kalau banyak lahir „negara Balkan“. Bagi bagi dan pecah dan kuasai! Begitulah motto jaman dunia global. Siapa yg kuat pasti akan menang. Harmoni sudah punah dan yg tinggal pada saat sekarang meng-goalkan kepentingan individum dng motto „demokrasi“.

  3. Anonymous
    28 Juli 2010 – 4:10am / INDONESIA
    balas

    PAPUA HARUS MERDEKA ……

  4. Anonymous
    28 Juli 2010 – 4:10am / INDONESIA
    balas

    PAPUA HARUS MERDEKA ……

  5. Anonymous
    28 Juli 2010 – 4:09am / PAPUA
    balas

    KAMI BANGSA PAPUA BARAT MINTA MERDEKA BUKAN OTSUS, KARENA BUDAYA, AGAMA TIDAK SMA DENGAN JWA ..ORANG PAPUA TETAP ORANG PAPUA JADI HARUS MERDEKA ,,,,,,, MERDEKA HARGA MATI BAGI PAPUA BARAT

  6. Anonymous
    28 Juli 2010 – 4:09am / PAPUA
    balas

    KAMI BANGSA PAPUA BARAT MINTA MERDEKA BUKAN OTSUS, KARENA BUDAYA, AGAMA TIDAK SMA DENGAN JWA ..ORANG PAPUA TETAP ORANG PAPUA JADI HARUS MERDEKA ,,,,,,, MERDEKA HARGA MATI BAGI PAPUA BARAT

  7. zulaidi syah
    27 Juli 2010 – 5:59pm / indonesia
    balas

    Pola Penyelesaian Kasus Jakarta – Papua jelas berbeda dengan Kasus Jakarta – Aceh,meskipun di sana sini ada kesamaan kasus,namun Penyelesaiannya ada di tangan Jakarta,maka akan lahir Kedamaian jika pihak Jakarta (pusat) memiliki komitmen menghargai Culture Papua,dengan memperlakukan rakyat Papua seadil-adilnya sbg Manusia Makhluk Tuhan,serta Pemerintah RI harus memiliki komitmen Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia atau wujudkan Pancasila dan UUD’45 sebagaimana mestinya,shg RI tidak akan dilecehkan dan ditantang oleh anak negeri yg tak tahan merasaken ketak adilan dlm mengisi kemerdekaan ini..sbg rakyat kita berkewajiban memaksa Pemerintah utk taat kepada Undang2nya dan Undang2 Internasional,hal ini penting utk menjaga wibawa di mata dunia..trims

  8. zulaidi syah
    27 Juli 2010 – 5:59pm / indonesia
    balas

    Pola Penyelesaian Kasus Jakarta – Papua jelas berbeda dengan Kasus Jakarta – Aceh,meskipun di sana sini ada kesamaan kasus,namun Penyelesaiannya ada di tangan Jakarta,maka akan lahir Kedamaian jika pihak Jakarta (pusat) memiliki komitmen menghargai Culture Papua,dengan memperlakukan rakyat Papua seadil-adilnya sbg Manusia Makhluk Tuhan,serta Pemerintah RI harus memiliki komitmen Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia atau wujudkan Pancasila dan UUD’45 sebagaimana mestinya,shg RI tidak akan dilecehkan dan ditantang oleh anak negeri yg tak tahan merasaken ketak adilan dlm mengisi kemerdekaan ini..sbg rakyat kita berkewajiban memaksa Pemerintah utk taat kepada Undang2nya dan Undang2 Internasional,hal ini penting utk menjaga wibawa di mata dunia..trims

Leave a Reply

» ⟩ Related News, Web, Images, Videos, Books from Google
Loading
 
Berita terkait dari Google.com berdasarkan kata-kata dalam juduil berita.