Jumat, Januari 30, 2009 14:43 - admin

Buchtar Tabuni bersama tim pengacara, Iwan Niode SH dan Piter Ell, SH JAYAPURA (PAPOS) -Proses penyidikan terhadap Buchtar Tabuni dinyatakan oleh Polda Papua telah memasuki tahap dua, Rabu (28/1) kemarin, resmi kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Papua. Pelimpahan BAP (Berita Acara Pemeriksaan ) dari tim penyidik Polda Papua ke Kejati berlangsung aman dan tertib. Menurut kuasa hukum Buchtar Tabuni, Iwan Niode SH, dengan pelimpahan BAP dan tersangka ke Kejati maka, dianggap proses penyelidikan di Polda telah selesai. Dengan demikian kata dia, tanggung jawab penahanan atas Buhtar Tabuni beralih kepada penuntut umum (Jaksa, red). Oleh sebab itu, Iwan mengatakan, dalam waktu... Read More

§ http://papuapost.com/2009/01/798/ @ Januari 30th, 2009  © admin   Category:Gerilya, Topik SPM   Tags: tapol/napol  ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark

More in Category: Gerilya, Topik SPM

  • Tukang Ojek di Puncak Jaya Tewas Mengenaskan  - ‎26 Februari, 2010, 7:03 pm‎
  • Berkas Tersangka Teror Freeport Dinyatakan Lengkap  - ‎24 Oktober, 2009, 9:50 am‎
  • Tak Aman, Bus Freeport Stop Beroperasi Operasional Malam  - ‎23 Oktober, 2009, 9:44 am‎
  • Panglima OPM Tadius Yogi: Pertahanan Puluhan Tahun Tidak Senilai Rp 60 Milyar  - ‎26 September, 2009, 1:25 am‎
  • Negosiasi Kapeso di Kapal Polair  - ‎30 Mei, 2009, 1:06 am‎
  • Bintang Kejora di Sentani  - ‎30 Mei, 2009, 1:03 am‎
  • Go to 'Gerilya' Archive »
  • Timika Tidak Aman  - ‎10 Maret, 2010, 10:56 pm‎
  • KONTRAS TOLAK KODAM PAPUA  - ‎4 Maret, 2010, 4:16 am‎
  • Kemungkinan Banjir Terjadi  - ‎3 Maret, 2010, 6:56 pm‎
  • Pasar Mopah Terbakar  - ‎2 Maret, 2010, 10:08 am‎
  • Pelaku Penghinaan RAS di Facebook Harus Dihukum  - ‎1 Maret, 2010, 10:31 am‎
  • Kontribusi Freeport Tak Ada Bagi Pembangunan di Mimika  - ‎24 Februari, 2010, 3:31 pm‎
  • Go to 'Topik SPM' Archive »

  • Kamis, Maret 4, 2010 4:16 - admin

    Kepala Biro Monitoring HAM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Syamsul Alam Agus menilai, penambahan atau pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) di Papua sebaiknya dibatalkan. Sebab, penambahan Kodam akan membuat suasana di Papua semakin tidak kondusif. “Syarat utamanya saya kira bagaimana rencana membuat Kodam harus dibatalkan,” kata Syamsul saat jumpa pers di Kantor Kontras, Jakarta, Minggu (17/1). Ia menyebutkan, berdasarkan pengalaman di Aceh dan Poso, di mana agenda aparat keamanan tidak sejalan dengan agenda rekonsiliasi dan perdamaian yang digagas pemerintah. Akibatnya kegagalan tujuan perdamaian itu sendiri. “Saya kira agenda militer di... Read More

    § http://papuapost.com/2010/03/1515/ @ Maret 4th, 2010  © admin   Category:Terorisme   Tags:   ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark

    More in Category: Terorisme

  • KONTRAS TOLAK KODAM PAPUA  - ‎4 Maret, 2010, 4:16 am‎
  • Kontribusi Freeport Tak Ada Bagi Pembangunan di Mimika  - ‎24 Februari, 2010, 3:31 pm‎
  • 11 PSK Positif HIV di Jayawijaya  - ‎19 Februari, 2010, 4:57 am‎
  • Polri Telusuri Keterkaitan OPM dalam Penembakan di Papua  - ‎25 Januari, 2010, 5:13 am‎
  • Pasca Penembakan Kelly Kwalik, Polri Tetapkan 1 Tersangka Separatis  - ‎17 Desember, 2009, 5:03 am‎
  • Mengapa Areal PT Freeport Tetap Tidak Pernah Aman?  - ‎23 Oktober, 2009, 9:38 am‎
  • Go to 'Terorisme' Archive »

  • Jumat, Februari 19, 2010 4:57 - admin

    WAMENA-Dari 44 wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) yang terjaring dalam operasi rutin Kepolisian Resort (Polres) Jayawijaya (Minggu,14/2), setelah menjalani pemeriksaan dokter dan konselor di Poliklinik Polres Jayawijaya, 11 diantaranya reaktif atau positif HIV. Demikian diungkapkan penanggung jawab VCT RSUD Wamena, dokter Viviana Maharani kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (18/2). Dokter Vivi sapaan akrab dokter Viviana Maharani mengungkapkan, ke 11 PSK tersebut yang melakukan pemeriksaan lanjutan baru 4 orang. “PSK yang ikut tes di Poliklinik Mapolres Jayawijaya ada 44 orang, dari hasil pemeriksaan pertama kami menemukan jika 11 sudah reaktif atau positif HIV,”akunya. Dikatakannya,... Read More

    § http://papuapost.com/2010/02/1479/ @ Februari 19th, 2010  © admin   Category:Terorisme   Tags:   ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark

    More in Category: Terorisme

  • KONTRAS TOLAK KODAM PAPUA  - ‎4 Maret, 2010, 4:16 am‎
  • Kontribusi Freeport Tak Ada Bagi Pembangunan di Mimika  - ‎24 Februari, 2010, 3:31 pm‎
  • 11 PSK Positif HIV di Jayawijaya  - ‎19 Februari, 2010, 4:57 am‎
  • Polri Telusuri Keterkaitan OPM dalam Penembakan di Papua  - ‎25 Januari, 2010, 5:13 am‎
  • Pasca Penembakan Kelly Kwalik, Polri Tetapkan 1 Tersangka Separatis  - ‎17 Desember, 2009, 5:03 am‎
  • Mengapa Areal PT Freeport Tetap Tidak Pernah Aman?  - ‎23 Oktober, 2009, 9:38 am‎
  • Go to 'Terorisme' Archive »

  • Senin, Januari 25, 2010 5:13 - admin

    Jakarta – Kepolisian belum menemukan adanya keterlibatan OPM dalam aksi penembakan sejumlah anggota Brimob di Timika, Papua. Namun dilihat dari aksi penembakan, indikasi adanya keterlibatan OPM terus ditelusuri. “(Keterlibatan) OPM belum. Tapi indikasi ke arah sana iya,” kata Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (25/1/2010). Edward mengatakan, dilihat dari aksi dan praktek penyerangan memang mirip dengan aksi OPM. Namun, polisi tidak mau mengambil kesimpulan terlalu cepat. “Mereka kan sering melakukan penyerangan seperti itu. Dan dari kasus yang terungkap modus atau cara-cara seperti itu,” jelasnya. Edward... Read More

    § http://papuapost.com/2010/01/1487/ @ Januari 25th, 2010  © admin   Category:Terorisme   Tags:   ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark

    More in Category: Terorisme

  • KONTRAS TOLAK KODAM PAPUA  - ‎4 Maret, 2010, 4:16 am‎
  • Kontribusi Freeport Tak Ada Bagi Pembangunan di Mimika  - ‎24 Februari, 2010, 3:31 pm‎
  • 11 PSK Positif HIV di Jayawijaya  - ‎19 Februari, 2010, 4:57 am‎
  • Polri Telusuri Keterkaitan OPM dalam Penembakan di Papua  - ‎25 Januari, 2010, 5:13 am‎
  • Pasca Penembakan Kelly Kwalik, Polri Tetapkan 1 Tersangka Separatis  - ‎17 Desember, 2009, 5:03 am‎
  • Mengapa Areal PT Freeport Tetap Tidak Pernah Aman?  - ‎23 Oktober, 2009, 9:38 am‎
  • Go to 'Terorisme' Archive »

  • Kamis, Desember 17, 2009 5:03 - admin

    Jakarta – Kepolisian menetapkan Jeep Murip (24) sebagai tersangka terkait kasus separatisme di Papua. Dia ditangkap bersama empat orang lainnya dalam penggerebekan yang menewaskan Kelly Kwalik, pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM). “Karena dia memegang peluru, dikenakan pasal UU darurat,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Kamis (17/12/2009. Nanan menjelaskan peran Jeep adalah ajudan Kelly Kwalik. “Dia anggota Kelly Kwalik,” ujarnya. Empat orang lain, lanjut Nanan, tidak dikenakan status tersangka. Sebab mereka hanyalah istri dan anggota keluarga Kelly Kwalik. “Karena dia keluarga, dia istri, tidak... Read More

    § http://papuapost.com/2009/12/1482/ @ Desember 17th, 2009  © admin   Category:Terorisme   Tags:   ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark

    More in Category: Terorisme

  • KONTRAS TOLAK KODAM PAPUA  - ‎4 Maret, 2010, 4:16 am‎
  • Kontribusi Freeport Tak Ada Bagi Pembangunan di Mimika  - ‎24 Februari, 2010, 3:31 pm‎
  • 11 PSK Positif HIV di Jayawijaya  - ‎19 Februari, 2010, 4:57 am‎
  • Polri Telusuri Keterkaitan OPM dalam Penembakan di Papua  - ‎25 Januari, 2010, 5:13 am‎
  • Pasca Penembakan Kelly Kwalik, Polri Tetapkan 1 Tersangka Separatis  - ‎17 Desember, 2009, 5:03 am‎
  • Mengapa Areal PT Freeport Tetap Tidak Pernah Aman?  - ‎23 Oktober, 2009, 9:38 am‎
  • Go to 'Terorisme' Archive »

  • Jumat, Oktober 23, 2009 9:38 - admin

    Lembah Hasil Galian Freeport di Timika Aksi penembakan dan teror orang tidak dikenal (OTK) di kawasan PT Freeport terjadi sejak 11 Juli itu, telah menewasakan 4 orang, dua di antaranya karyawan PT Freeport dan dua anggota Polri. Selain itu, mencederai puluhan orang, baik anggota Polri, TNI maupun karyawan PT Freeport. Terakhir terjadi Rabu (22/10) sekitar pukul 15.00 WP di mile 38 dan mile 39 Kali Kopi, tapi sayangnya pelakunya belum juga tertangkap. DENGAN melihat aksi teror yang terjadi selama empat bulan di areal Freeport seharusnya bisa ditangani aparat keamanan, lantaran lokasi penembakan hanya di sekitar Mile 40-50. Di sisi lain, jumlah aparat keamanan sudah sangat banyak yang mencapai... Read More

    § http://papuapost.com/2009/10/1435/ @ Oktober 23rd, 2009  © admin   Category:Terorisme   Tags:   ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark

    More in Category: Terorisme

  • KONTRAS TOLAK KODAM PAPUA  - ‎4 Maret, 2010, 4:16 am‎
  • Kontribusi Freeport Tak Ada Bagi Pembangunan di Mimika  - ‎24 Februari, 2010, 3:31 pm‎
  • 11 PSK Positif HIV di Jayawijaya  - ‎19 Februari, 2010, 4:57 am‎
  • Polri Telusuri Keterkaitan OPM dalam Penembakan di Papua  - ‎25 Januari, 2010, 5:13 am‎
  • Pasca Penembakan Kelly Kwalik, Polri Tetapkan 1 Tersangka Separatis  - ‎17 Desember, 2009, 5:03 am‎
  • Mengapa Areal PT Freeport Tetap Tidak Pernah Aman?  - ‎23 Oktober, 2009, 9:38 am‎
  • Go to 'Terorisme' Archive »


  • Copyright © 2010 - Suara Papua Merdeka . All rights reserved.
    WoodocsLight Theme - By KOTEK@Webmaster. - Style based on YUI Docs & Theme Functions from Blog.txt
    Powered by WordPress Entries (RSS) and - Comments (RSS) -