Jumat, Desember 5, 2008 8:35 - admin

Ternate (ANTARA News) Ketenangan keluarga Paung Tjandra bakal berubah ketika pencarian jejak naturalis Alfred Russel Wallace, penemu teori evolusi, berakhir di rumah yang mereka tinggali sejak 1974. Rumah Paung Tjandra di Jalan Nuri, Ternate, diyakini cocok dengan sejumlah informasi yang dikumpulkan Pemerintah Kota Ternate berdasarkan catatan Wallace, terutama keberadaan sumur di samping kanan rumah itu. Sumur tersebut memang sudah ditutupi lantai semen. Tapi menurut pengakuan sang pemilik rumah, sebagai sumber air sumur itu masih utuh dan letaknya ditandai oleh sebuah pipa yang mencuat di lantai tersebut. Sumur tersebut mendapat catatan khusus oleh Wallace dalam suratnya kepada Charles Darwin... Read More

§ http://papuapost.com/2008/12/659/ @ Desember 5th, 2008  © admin   Category:Aneka Berita   Tags: Sains  ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark

More in Category: Aneka Berita

  • Bintang Kejora Lambang Kultural atau Simbol Kedaulatan  - ‎12 Maret, 2010, 9:40 am‎
  • Papua Merdeka Hanya Mimpi  - ‎6 Maret, 2010, 11:12 am‎
  • Otsus Akan Diakomdir oleh Tokoh Adat  - ‎6 Maret, 2010, 10:36 am‎
  • DAP Nilai Dana Otsus Hanya Sebagai Alat Politik  - ‎4 Maret, 2010, 12:59 pm‎
  • Dunia Internasional Ingin Otsus Papua Berjalan Baik  - ‎2 Maret, 2010, 10:20 am‎
  • Rencana Dialog Papua-Jakarta Dikonsolidasikan ke Kabupaten  - ‎1 Maret, 2010, 10:21 am‎
  • Go to 'Aneka Berita' Archive »

  • Sabtu, Maret 6, 2010 11:12 - admin

    JAYAPURA [PAPOS]- Mantan anggota sekaligus pendiri Organisasi Papua Merdeka Nicholas Jouwe, mengatakan, Papua tidak akan pernah merdeka, karena Papua telah merdeka di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Papua Merdeka itu hanya mimpi, saya orang yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa Papua Barat di PBB, tapi jawaban yang didapat hanyalah, kamu sudah mereka didalam bingkai NKRI,” ungkap Nicholas Jouwe kepada pers Kamis (4/3), di Swisbel Hotel Jayapura, kemarin. Kepulangan pria yang memperjuangkan kemerdekaan Papua di negeri Belanda, rencanya untuk menetap selamanya di tanah kelahiranya. “Saya harus pulang ke Papua, karena saya orang Indonesia. Dan ini sudah direncanakan... Read More

    § http://papuapost.com/2010/03/1506/ @ Maret 6th, 2010  © admin   Category:Penghianat   Tags:   ±  Comments (1)    ÷  Share & Bookmark

    More in Category: Penghianat


    Rabu, Februari 24, 2010 15:29 - admin

    JAYAPURA [PAPOS] – Deklarasi provinsi Pegunungan Tengah oleh Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah di Wamena, Senin [23/2] disambut positif anggota DPR-RI asal Papua, Paskalis Kosay,MM dan anggota DPD-RI Paulus Sumino. Deklarasi provinsi Pegunungan Tengah ini menurut politikus partai Golkar ini harus didukung sepenuhnya oleh semua komponen masyarakat Pegunungan Tengah. Sebab pemekaran Pegunungan Tengah adalah jalan untuk mempercepat pembangunan di Pegunungan Tengah. ‘’Saya menilai aspirasi pemekaran tersebut cukup baik, namun harus melalui mekanisme, yakni harus ada persetujuan dari DPRP dan MRP dan tetap mengacu kepada UU Otsus,” ujar Paskalis melalui telepon selularnya kepada Papua... Read More

    § http://papuapost.com/2010/02/1476/ @ Februari 24th, 2010  © admin   Category:Penghianat   Tags:   ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark

    More in Category: Penghianat


    Senin, Januari 25, 2010 5:08 - admin

    Senin, 25/01/2010 13:36 WIB Jakarta – Salah satu pendiri Organisasi Papua Merdeka (OPM) Nicholaas Joouwe (84) minta pindah dari warga negara Belanda menjadi WNI. Nicholaas mengatakan OPM hanyalah kata yang tak punya arti. “Kata OPM itu sebenarnya suatu kata mati yang tidak punya arti apa apa, tapi selalu digembar-gemborkan,” ujar Nicholaas. Hal itu dikatakan dia usai bertemu Wapres Boediono di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (25/1/2010). “Kami harus tahan ini karena bukan pendapat orang Papua. Orang Papua sama sekali tidak tahu apa-apa,” imbuh Nicholaas. Dari segi paham nasionalisme OPM, kebanyakan masyarakat Papua tidak mengerti. Mereka,... Read More

    § http://papuapost.com/2010/01/1486/ @ Januari 25th, 2010  © admin   Category:Penghianat   Tags: penghianatan perjuagan  ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark

    More in Category: Penghianat


    Kamis, Januari 21, 2010 5:06 - admin

    Jakarta – Tokoh pendiri Organisasi Papua Merdeka (OPM) Nicholas Jouwe (86) mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nicholas yang puluhan tahun menetap di Belanda ini akan membahas masalah korupsi di Papua. Nicholas tiba di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/1/2010) pukul 13.10 WIB. Nicholas didampingi 2 orang yang salah satunya pria berkewarganegaraan asing. Nicholas tampak mengenakan tongkat, kemeja warna putih, dan bertopi koboi. Dia tidak memberikan komentar apapun. “Kita tujuannya mau ketemu Bibit dan Chandra. Kita mau bertemu KPK terutama membahas persoalan korupsi, khususnya di Papua. Saya heran bagaimana kerja di KPK. Padahal,... Read More

    § http://papuapost.com/2010/01/1485/ @ Januari 21st, 2010  © admin   Category:Penghianat   Tags:   ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark

    More in Category: Penghianat



    Copyright © 2010 - Suara Papua Merdeka . All rights reserved.
    WoodocsLight Theme - By KOTEK@Webmaster. - Style based on YUI Docs & Theme Functions from Blog.txt
    Powered by WordPress Entries (RSS) and - Comments (RSS) -