Kamis, Juni 4, 2009 17:05 - admin

WAMENA-Pimpinan Sanggar Seni Dani Baliem Wamena, Yoko Huby mengatakan, sejak berdiri pada 2002 lalu, hingga saat ini pihaknya belum mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya baik dalam bentuk bantuan maupun pembinaan. “Kami sudah beberapa kali ajukan permohonan bantuan guna memajukan sanggar seni ini demi kelestarian budaya Baliem, tapi belum ada direspon dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya,”ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di kediamannya, Rabu (3/6), kemarin. Menurutnya, budaya asli Baliem sudah mulai punah karena terpengaruh dengan masuknya budaya dari daerah lain. Terkait dengan itu, pihaknya bersama anggota sanggar terus berupaya melestarikan... Read More

§ http://papuapost.com/2009/06/1331/ @ Juni 4th, 2009  © admin   Category:Masyarakat Adat   Tags: pelestarian adat  ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark

More in Category: Masyarakat Adat

  • Dewan Adat Biak Gelar Temu Raya  - ‎24 Oktober, 2009, 9:58 am‎
  • Suku Felle Ancam Palang Bandara  - ‎23 Oktober, 2009, 9:46 am‎
  • Perumahan PNS di Doyo Baru Dipalang  - ‎18 September, 2009, 9:02 am‎
  • JK: Perang Papua Paling Sportif-Tertib  - ‎23 Juni, 2009, 2:44 pm‎
  • Kelestarian Budaya Baliem Terancam Punah  - ‎4 Juni, 2009, 5:05 pm‎
  • Ketua LMA Jayawijaya, Kayo Hubi Terkait Keikutsertaannya dalam Acara Silaturahmi Nasional di Jakarta  - ‎30 Mei, 2009, 3:47 am‎
  • Go to 'Masyarakat Adat' Archive »


  • Copyright © 2010 - Suara Papua Merdeka . All rights reserved.
    WoodocsLight Theme - By KOTEK@Webmaster. - Style based on YUI Docs & Theme Functions from Blog.txt
    Powered by WordPress Entries (RSS) and - Comments (RSS) -