Pelaku Penghinaan RAS di Facebook Harus Dihukum

Pembunuhan dan Pemusnahan Ras Papua saja Tra dipusingkan Baru???
Senin, Maret 1, 2010 10:31 - admin

JAYAPURA [PAPOS] – Pelaku penghinaan terhadap Ras Etnis Papua melalui Facebook yang dilakukan seorang Pegawai Negeri Sipil berininsial TU Sabtu (27/2) lalu diminta segera di proses hukum oleh Polda Papua dan dipecat dari PNS. “ Kami dari Forum Pemuda Peduli Penegakan Demokrasi Papua (FPPPDP) meminta Kapolda Papua untuk memproses hukum pelaku penginaan melalui Facebook, karena perbuatannya sudah membusukkan nama naik masyarakat Papua,” tegas Ketua FPPPDP, Isack.J.Maniagasi SE, ketika bertandang di Redaksi Papua Pos Minggu (28/2) kemarin. Isack mengatakan pelaku telah melakukan pencemaran nama baik orang Papua dan melecehkan nama baik orang Papua, serta membuat perkataan sara terhadap ras... Read More

§ http://papuapost.com/2010/03/1493/ @ Maret 1st, 2010  © admin   Category:Topik SPM   Tags: HAMisu raspelecehan  ±  Comments (1)    ÷  Share & Bookmark

More in Category: Topik SPM

  • Timika Tidak Aman Pembunuhan dan Pemusnahan Ras Papua saja Tra dipusingkan Baru??? - ‎10 Maret, 2010, 10:56 pm‎
  • KONTRAS TOLAK KODAM PAPUA Pembunuhan dan Pemusnahan Ras Papua saja Tra dipusingkan Baru??? - ‎4 Maret, 2010, 4:16 am‎
  • Kemungkinan Banjir Terjadi Pembunuhan dan Pemusnahan Ras Papua saja Tra dipusingkan Baru??? - ‎3 Maret, 2010, 6:56 pm‎
  • Pasar Mopah Terbakar Pembunuhan dan Pemusnahan Ras Papua saja Tra dipusingkan Baru??? - ‎2 Maret, 2010, 10:08 am‎
  • Pelaku Penghinaan RAS di Facebook Harus Dihukum Pembunuhan dan Pemusnahan Ras Papua saja Tra dipusingkan Baru??? - ‎1 Maret, 2010, 10:31 am‎
  • Kontribusi Freeport Tak Ada Bagi Pembangunan di Mimika Pembunuhan dan Pemusnahan Ras Papua saja Tra dipusingkan Baru??? - ‎24 Februari, 2010, 3:31 pm‎
  • Go to 'Topik SPM' Archive »

  • KONTRAS TOLAK KODAM PAPUA

    Kepala Biro Monitoring HAM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras)
    Kamis, Maret 4, 2010 4:16 - admin

    Kepala Biro Monitoring HAM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Syamsul Alam Agus menilai, penambahan atau pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) di Papua sebaiknya dibatalkan. Sebab, penambahan Kodam akan membuat suasana di Papua semakin tidak kondusif. “Syarat utamanya saya kira bagaimana rencana membuat Kodam harus dibatalkan,” kata Syamsul saat jumpa pers di Kantor Kontras, Jakarta, Minggu (17/1). Ia menyebutkan, berdasarkan pengalaman di Aceh dan Poso, di mana agenda aparat keamanan tidak sejalan dengan agenda rekonsiliasi dan perdamaian yang digagas pemerintah. Akibatnya kegagalan tujuan perdamaian itu sendiri. “Saya kira agenda militer di... Read More

    § http://papuapost.com/2010/03/1515/ @ Maret 4th, 2010  © admin   Category:Terorisme   Tags:   ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark

    More in Category: Terorisme

  • KONTRAS TOLAK KODAM PAPUA Kepala Biro Monitoring HAM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) - ‎4 Maret, 2010, 4:16 am‎
  • Kontribusi Freeport Tak Ada Bagi Pembangunan di Mimika Kepala Biro Monitoring HAM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) - ‎24 Februari, 2010, 3:31 pm‎
  • 11 PSK Positif HIV di Jayawijaya Kepala Biro Monitoring HAM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) - ‎19 Februari, 2010, 4:57 am‎
  • Polri Telusuri Keterkaitan OPM dalam Penembakan di Papua Kepala Biro Monitoring HAM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) - ‎25 Januari, 2010, 5:13 am‎
  • Pasca Penembakan Kelly Kwalik, Polri Tetapkan 1 Tersangka Separatis Kepala Biro Monitoring HAM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) - ‎17 Desember, 2009, 5:03 am‎
  • Mengapa Areal PT Freeport Tetap Tidak Pernah Aman? Kepala Biro Monitoring HAM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) - ‎23 Oktober, 2009, 9:38 am‎
  • Go to 'Terorisme' Archive »

  • 11 PSK Positif HIV di Jayawijaya

    Dari 44 PSK yang Dijaring Polres Jayawijaya Minggu Lalu
    Jumat, Februari 19, 2010 4:57 - admin

    WAMENA-Dari 44 wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) yang terjaring dalam operasi rutin Kepolisian Resort (Polres) Jayawijaya (Minggu,14/2), setelah menjalani pemeriksaan dokter dan konselor di Poliklinik Polres Jayawijaya, 11 diantaranya reaktif atau positif HIV. Demikian diungkapkan penanggung jawab VCT RSUD Wamena, dokter Viviana Maharani kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (18/2). Dokter Vivi sapaan akrab dokter Viviana Maharani mengungkapkan, ke 11 PSK tersebut yang melakukan pemeriksaan lanjutan baru 4 orang. “PSK yang ikut tes di Poliklinik Mapolres Jayawijaya ada 44 orang, dari hasil pemeriksaan pertama kami menemukan jika 11 sudah reaktif atau positif HIV,”akunya. Dikatakannya,... Read More

    § http://papuapost.com/2010/02/1479/ @ Februari 19th, 2010  © admin   Category:Terorisme   Tags:   ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark

    More in Category: Terorisme

  • KONTRAS TOLAK KODAM PAPUA Dari 44 PSK yang Dijaring Polres Jayawijaya Minggu Lalu - ‎4 Maret, 2010, 4:16 am‎
  • Kontribusi Freeport Tak Ada Bagi Pembangunan di Mimika Dari 44 PSK yang Dijaring Polres Jayawijaya Minggu Lalu - ‎24 Februari, 2010, 3:31 pm‎
  • 11 PSK Positif HIV di Jayawijaya Dari 44 PSK yang Dijaring Polres Jayawijaya Minggu Lalu - ‎19 Februari, 2010, 4:57 am‎
  • Polri Telusuri Keterkaitan OPM dalam Penembakan di Papua Dari 44 PSK yang Dijaring Polres Jayawijaya Minggu Lalu - ‎25 Januari, 2010, 5:13 am‎
  • Pasca Penembakan Kelly Kwalik, Polri Tetapkan 1 Tersangka Separatis Dari 44 PSK yang Dijaring Polres Jayawijaya Minggu Lalu - ‎17 Desember, 2009, 5:03 am‎
  • Mengapa Areal PT Freeport Tetap Tidak Pernah Aman? Dari 44 PSK yang Dijaring Polres Jayawijaya Minggu Lalu - ‎23 Oktober, 2009, 9:38 am‎
  • Go to 'Terorisme' Archive »

  • Senin, Januari 25, 2010 5:13 - admin

    Jakarta – Kepolisian belum menemukan adanya keterlibatan OPM dalam aksi penembakan sejumlah anggota Brimob di Timika, Papua. Namun dilihat dari aksi penembakan, indikasi adanya keterlibatan OPM terus ditelusuri. “(Keterlibatan) OPM belum. Tapi indikasi ke arah sana iya,” kata Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (25/1/2010). Edward mengatakan, dilihat dari aksi dan praktek penyerangan memang mirip dengan aksi OPM. Namun, polisi tidak mau mengambil kesimpulan terlalu cepat. “Mereka kan sering melakukan penyerangan seperti itu. Dan dari kasus yang terungkap modus atau cara-cara seperti itu,” jelasnya. Edward... Read More

    § http://papuapost.com/2010/01/1487/ @ Januari 25th, 2010  © admin   Category:Terorisme   Tags:   ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark

    More in Category: Terorisme

  • KONTRAS TOLAK KODAM PAPUA Aprizal Rahmatullah - detikNews - ‎4 Maret, 2010, 4:16 am‎
  • Kontribusi Freeport Tak Ada Bagi Pembangunan di Mimika Aprizal Rahmatullah - detikNews - ‎24 Februari, 2010, 3:31 pm‎
  • 11 PSK Positif HIV di Jayawijaya Aprizal Rahmatullah - detikNews - ‎19 Februari, 2010, 4:57 am‎
  • Polri Telusuri Keterkaitan OPM dalam Penembakan di Papua Aprizal Rahmatullah - detikNews - ‎25 Januari, 2010, 5:13 am‎
  • Pasca Penembakan Kelly Kwalik, Polri Tetapkan 1 Tersangka Separatis Aprizal Rahmatullah - detikNews - ‎17 Desember, 2009, 5:03 am‎
  • Mengapa Areal PT Freeport Tetap Tidak Pernah Aman? Aprizal Rahmatullah - detikNews - ‎23 Oktober, 2009, 9:38 am‎
  • Go to 'Terorisme' Archive »

  • Kamis, Desember 17, 2009 5:03 - admin

    Jakarta – Kepolisian menetapkan Jeep Murip (24) sebagai tersangka terkait kasus separatisme di Papua. Dia ditangkap bersama empat orang lainnya dalam penggerebekan yang menewaskan Kelly Kwalik, pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM). “Karena dia memegang peluru, dikenakan pasal UU darurat,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Kamis (17/12/2009. Nanan menjelaskan peran Jeep adalah ajudan Kelly Kwalik. “Dia anggota Kelly Kwalik,” ujarnya. Empat orang lain, lanjut Nanan, tidak dikenakan status tersangka. Sebab mereka hanyalah istri dan anggota keluarga Kelly Kwalik. “Karena dia keluarga, dia istri, tidak... Read More

    § http://papuapost.com/2009/12/1482/ @ Desember 17th, 2009  © admin   Category:Terorisme   Tags:   ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark

    More in Category: Terorisme

  • KONTRAS TOLAK KODAM PAPUA Didit Tri Kertapati - detikNews - ‎4 Maret, 2010, 4:16 am‎
  • Kontribusi Freeport Tak Ada Bagi Pembangunan di Mimika Didit Tri Kertapati - detikNews - ‎24 Februari, 2010, 3:31 pm‎
  • 11 PSK Positif HIV di Jayawijaya Didit Tri Kertapati - detikNews - ‎19 Februari, 2010, 4:57 am‎
  • Polri Telusuri Keterkaitan OPM dalam Penembakan di Papua Didit Tri Kertapati - detikNews - ‎25 Januari, 2010, 5:13 am‎
  • Pasca Penembakan Kelly Kwalik, Polri Tetapkan 1 Tersangka Separatis Didit Tri Kertapati - detikNews - ‎17 Desember, 2009, 5:03 am‎
  • Mengapa Areal PT Freeport Tetap Tidak Pernah Aman? Didit Tri Kertapati - detikNews - ‎23 Oktober, 2009, 9:38 am‎
  • Go to 'Terorisme' Archive »

  • Mengapa Areal PT Freeport Tetap Tidak Pernah Aman?

    Jika Penembaknya OPM, Harusnya Aparat Operasi Bersar-besaran
    Jumat, Oktober 23, 2009 9:38 - admin

    Lembah Hasil Galian Freeport di Timika Aksi penembakan dan teror orang tidak dikenal (OTK) di kawasan PT Freeport terjadi sejak 11 Juli itu, telah menewasakan 4 orang, dua di antaranya karyawan PT Freeport dan dua anggota Polri. Selain itu, mencederai puluhan orang, baik anggota Polri, TNI maupun karyawan PT Freeport. Terakhir terjadi Rabu (22/10) sekitar pukul 15.00 WP di mile 38 dan mile 39 Kali Kopi, tapi sayangnya pelakunya belum juga tertangkap. DENGAN melihat aksi teror yang terjadi selama empat bulan di areal Freeport seharusnya bisa ditangani aparat keamanan, lantaran lokasi penembakan hanya di sekitar Mile 40-50. Di sisi lain, jumlah aparat keamanan sudah sangat banyak yang mencapai... Read More

    § http://papuapost.com/2009/10/1435/ @ Oktober 23rd, 2009  © admin   Category:Terorisme   Tags:   ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark

    More in Category: Terorisme

  • KONTRAS TOLAK KODAM PAPUA Jika Penembaknya OPM, Harusnya Aparat Operasi Bersar-besaran - ‎4 Maret, 2010, 4:16 am‎
  • Kontribusi Freeport Tak Ada Bagi Pembangunan di Mimika Jika Penembaknya OPM, Harusnya Aparat Operasi Bersar-besaran - ‎24 Februari, 2010, 3:31 pm‎
  • 11 PSK Positif HIV di Jayawijaya Jika Penembaknya OPM, Harusnya Aparat Operasi Bersar-besaran - ‎19 Februari, 2010, 4:57 am‎
  • Polri Telusuri Keterkaitan OPM dalam Penembakan di Papua Jika Penembaknya OPM, Harusnya Aparat Operasi Bersar-besaran - ‎25 Januari, 2010, 5:13 am‎
  • Pasca Penembakan Kelly Kwalik, Polri Tetapkan 1 Tersangka Separatis Jika Penembaknya OPM, Harusnya Aparat Operasi Bersar-besaran - ‎17 Desember, 2009, 5:03 am‎
  • Mengapa Areal PT Freeport Tetap Tidak Pernah Aman? Jika Penembaknya OPM, Harusnya Aparat Operasi Bersar-besaran - ‎23 Oktober, 2009, 9:38 am‎
  • Go to 'Terorisme' Archive »


  • Copyright © 2010 - Suara Papua Merdeka . All rights reserved.
    WoodocsLight Theme - By KOTEK@Webmaster. - Style based on YUI Docs & Theme Functions from Blog.txt
    Powered by WordPress Entries (RSS) and - Comments (RSS) -