Untuk Papua Merdeka “Tidak Perlu Ada Kontak Senjata dan Tidak Perlu Anarkis”

- Harapan Idealistis atau Realistis?

Berita yang dilansir BintangPapua.com, sebagaimana dicopy-terbitkan dalam PapuaPost.com  menurunkan sebuah judul berita yang cukup menarik perhatian Collective Editorial Board of the Diary of OPM (Online Papua Mouthpiece): “Tidak Perlu Kontak Senjata Dan Anarkis”

PMNews hendak mengajukan sejumlah pertanyaan sebagai jawaban-jawaban atas pertanyaan utama, "Kalau Papua Merdeka tidak perlu kontak senjata dan tidak perlu anarkis, maka bagaimana sebenarnya?"

Jawabannya diberikan oleh isi orasi  Pangkrasia Yeem ini:

... upaya perjuangan bisa dilakukan secara bijak dan elegan, yakni melalui proses hukum di mahkamah internasional oleh International Lawyers for West Papua (ILWP).

Dengan perkataan lain, orasi ini menyatakan sebuah gerakan dan gelagat yang sedang dikembangkan untuk Papua Merdeka, yaitu memilih jalur perjuangan lewat Gugatan Hukum atas pelanggaran-pelanggaran yang terjadi menjelang, selama dan selepas pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969 di West Irian (Nederland Nieuw Guinea, West Papua, West New Guinea, Irian Jaya, Papua).

Maksudnya perjuangan Papua Merdeka saat ini diarahkan untuk menggugat NKRI lewat sebuah proses pengadilan Internasional. Pertanyaannya ialah

  • Apakah Bisa?

dan

  • Apakah biasa?

Dan jawaban untuk keduanya ialah, "Ya!", atau "Ya, Bisa!" dan "Ya, Biasa!"

Akan tetapi kita perlu ingat tentang pihak yang menggugat dan pihak yang digugat. Yang menggugat ialah rakyat Papua, lewat ILWP, sementara yang digugat ialah sebuah Negara. Dan gugatan yang rakyat Papua hendak ajukan lewat ILWP ialah ke lembaga yang dibentuk oleh negara-negara di dunia, bukan oleh bangsa-bangsa di dunia. Artinya Negara Indonesia tidak dapat digugat oleh sebuah bangsa, tetapi oleh sebuah negara.

Nah, sampai di sini kita harus mampu membayangkan bagaimana caranya mengajak sebuah negara menggugat negara lain, sementara ILWP dan bangsa Papua sendiri bukanlah dua buah negara.

Nah, sampai di sini pulau kita harus berpikir rasional menggunakan akal-sehat, dengan menghitung:

  • Berapa tenaga yang kita butuhkan?
  • Berapa waktu yang kita butuhkan?
  • Berapa biaya yang kita butuhkan?

Karena orasi ini telah menyatakan bahwa

  • Kita tidak butuh nyawa dikorbankan dan darah ditumpahkan lagi di Tanah Papua untuk mencapai kemerdekaan.

Itu berarti

  • Apa yang harus dikorbankan?
  • Atau apa yang harus dilakukan?
  • Apakah ada di dunia ini yang pernah merdeka tanpa pengorbanan?

Menurut PMNews, yang tersisah, dan yang belum dilakukan oleh segenap orang Papua sejauh ini bukan soal berani atau tidak untuk mengorbankan diri, bukan juga berani atau tidak untuk mempertaruhkan nama baik, tenaga atau waktu yang kita miliki untuk kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Papua.

Yang belum pernah bangsa ini lakukan ialah apa yang dikatakan Moses Weror, Ketua OPMRC di waktu Sidang Kongres Rakyat Papua II, 2000 dalam usulannya ke Sidang bahwa "KITA PERLU DANA PERJUANGAN PAPUA MERDEKA!" Jangan bicara Papua Merdeka tanpa bicara pendanaanya.

Tetapi waktu itu, sesuai pemimpin Sidang, PDP tidak menanggapinya, apalagi mengagendakannya untuk dibahas dalam Komisi-Komisi. PMNews tidak tahu apa alsaan pemimpin Sidang, Sekretaris PDP waktu itu tidak menganggap agenda ini penting.

Akibat kelalaian dan ketidak-tahuan kita akhirnya kita harus kembali ke persoalan yang sama, kita butuh Dana untuk mengajukan gugatan ke Mahkahah Internasional. Kita perlu bayar pengacara ternama di Dunia: Dari Inggris, Jerman, Perancis, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Malaysia, dan sebagainya. Kita perlu bayar mereka sepanjang proses persiapan sampai penggungatan hingga kepada putusan final, yang akan memakan waktu bertahun-tahun, kalau tidak berbulan-bulan lamanya.

Kita juga perlu membayar sejumlah negara untuk mengantar gugatan kita ke meja Sidang, mem-file-kan gugatan karena yang berhak menggugat negara ialah sebuah negara atau beberapa negara, bukan sebuah LSM atau sebuah bangsa, apalagi sebuah bangsa yang sedang berjuang melepaskan diri dari negara yang sudah ada saat ini.

Untuk itu semua, semua orang Papua seharusnya pada titik ini menyadari dan mulai bergerak:

  1. Membayar Pajak kepada Organisasi Papua Merdeka dan Tentara Revolusi West Papua;
  2. Memberikan Sumbangan Sukarela kepada Organisasi Papua Merdeka dan Tentara Revolusi West Papua;
  3. Semua sumbangan dan biaya pajak ditangani oleh Pundi Revolusi West Papua (PRWP), yang dikoordinir Gen. TRWP Mathias Wenda bersama Bendahara Markas Pusat Pertahanan TRWP

HANYA, sekali lagi, HANYA kalau kita berpikir bijak dan berjuang secara elegan, seperti kata orasi ini, yaitu dengan cara bertindak logis dan rasional, maka kemerdekaan akan kita raih, tanpa perlu ada pertumpahan darah, walaupun anarkis atau tidak memang sulit kita hindari, mengingat kita bukan berhadapan dengan negara demokratis seperti Inggris, Australia atau Amerika Serikat, tetapi kita sedang berperang melawan negara militeristik, sarang teroris sedunia: Indonesia.

Comments

comments

 
» ⟩ 5 More Tagged:
  • No related posts found
   
» ⟩ Related News, Web, Images, Videos, Books from Google
Loading
 
Berita terkait dari Google.com berdasarkan kata-kata dalam juduil berita.
   

Leave a Reply