Trik Kolonial NKRI Menjelang Setiap Perayaan HUT Kemerdekaannya

- OPM Menyerah, Anak Buah Mathias Wenda Menyerahkan Diri, Perayaan HUT di Perbatasan Luarbiasa

Demikianlah topik yang sering diluncurkan lewat berbagai media kolonial Indonesia, khususnya media yang diterbitkan di atas Tanah Papua. Ada topik menunjukkan seolah-olah NKRI telah berhasil membuat orang Papua "bertobat dan mengakui kehadiran NKRI di atas Tanah Papua sebagai sebuah kebaikan dan keberuntungan". Ada topik yang menyinggung seolah-olah orang Papua merayakan kehadiran NKRI di atas Tanah Papua. Ada wawancara sana-sini dilakukan. Ada perayaan yang disetel sana-sini.

Semuanya berujung kepada "hadiah" untuk para komandan, atasan, panglima, Panglima Tertinggi. Dengan berita-berita seperti ini pasti ada kenaikan dan promosi pangkat dan jabawan, pasti ada perlakuan khusus kepada para pejabat yang mengumumkan berita ataupun yang menyetelnya.

Perayaan HUT NKRI kali ini memang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Yang mencolok ialah tidak ada perayaan apapun di wilayah perbatasan West Papua - East Papua, di mana NKRI selalu lakukan pengibaran bendera NKRI secara besar-besaran dan diliput Metrotvnews.com dan tvonenews.tv secara luas dan berulang-ulang ditayangkan.

Tahun ini memang sunyi. Koikot Pilpres yang dilakukan secara nyata-nyata oleh bangsa Papua dianggap tidak ada. Kali ini disetel lagi ada anggota OPM di Teluk Bintuni menyerahkan diri menjadi bagian dari NKRI. Siapa anggota OPM itu? Kapan mereka mulai bergerilya? Apa saja yang mereka lakukan selama ini?

 

Siapa saja dengan mudah mengajukan pertanyaan, "Siapa yang menipu dan siapa yang ditipu?" Apakah para tentara kolonial Indonesia yang ditipu atau mereka yang menipu? Apakah rakyat tidak berdosa dari kampung-kampung yang menipu atau mereka yang ditipu? Apakah media yang menipu atau media yang tertipu?

Di negara bernama Indonesia, siapapun dia, malaikat-pun yang ada di Indonesia PATUT dicurigai kata teman saya orang Jawa sendiri. Malaikat Jawa itu bisa dicurigai entah dia sebagai malaikat murni ataupun sebagai malaikat samaran. Jadi, mas jangan percaya kepada malaikat sekalipun, kalau itu malaikat ada di wilayah NKRI.

Kata teman ini pada tahun 2001 ini semakin tahun semakin saya hitung semakin terbukti, semakin benar, semakin saya yakini. Memang benar, NKRI itu Jawa, Jawa itu NKRI, jadi kalau mas ini dia bilang begitu, ya memang begitu.

Salah satu bukti yang nampak jelas di depan mata-kepala orang Papua ialah setiap perayaan HUT Kemerdekaan NKRI yang harus disyukuri dan diinsyafi malah dihiasi dengan kebohongan-kebohongan publik yang tidak hanya memalukan tetapi lebih-lebih merendahkan bangsa dan negara Indonesia sendiri. Pantas saja setiap orang Indonesia di mana-pun mereka hadir, di pulau mereka sendiri, di Malaysia, di Siungapore, apalagi di negara-negara Barat, di mana mereka ada selalu dicurigai ada apa-apa, ada yang tidak beres, ada yang salah! Kapan bangsa ini sadar dan menghentikan pembohongan publik seperti ini? Tuhan pasti tahu itu merupakan dosa! Tetapi saya tidak tahu apakah "Negara bisa dianggap berdosa oleh Tuhan?"

Comments

comments

 
» ⟩ 5 More Tagged:
  • No related posts found
   
» ⟩ Related News, Web, Images, Videos, Books from Google
Loading
 
Berita terkait dari Google.com berdasarkan kata-kata dalam juduil berita.
   

Leave a Reply