<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments for Suara Papua Merdeka</title>
	<atom:link href="http://papuapost.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://papuapost.com</link>
	<description>Bersuara Karena &#38; Untuk KEBENARAN!</description>
	<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 00:01:25 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
		<item>
		<title>Comment on Tangkap Tom Beanal, Forkorus dan Thaha - Forkorus: Mereka Keliru Besar by admin</title>
		<link>http://papuapost.com/2008/12/683/#comment-41</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 10:08:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papuapost.com/2008/12/683/#comment-41</guid>
		<description>Dalam adat Papua memang anak berbuat, orang tua harus bertanggungjawab. Itu yang dimaksudkan oleh mahasiswa. 

Akan tetapi mengapa mahasiswa menuntut NKRI menangkap mereka? Apakah mereka sendiri tak sanggup menangkap orang tua mereka dan mengadili menurut cara orang Papua sendiri? Apakah ini tanda kekecewaan atau kedongkolan? 

Hai para pemuda, majulah! Orang tua punya nyali su mati! Harap mereka buat apa lagi? Mereka sudah kedaluarsa!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam adat Papua memang anak berbuat, orang tua harus bertanggungjawab. Itu yang dimaksudkan oleh mahasiswa. </p>
<p>Akan tetapi mengapa mahasiswa menuntut NKRI menangkap mereka? Apakah mereka sendiri tak sanggup menangkap orang tua mereka dan mengadili menurut cara orang Papua sendiri? Apakah ini tanda kekecewaan atau kedongkolan? </p>
<p>Hai para pemuda, majulah! Orang tua punya nyali su mati! Harap mereka buat apa lagi? Mereka sudah kedaluarsa!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Proses Hukum Buchtar Tabuni Dapat Dukungan by admin</title>
		<link>http://papuapost.com/2008/12/674/#comment-39</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 01:15:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papuapost.com/2008/12/674/#comment-39</guid>
		<description>Orang-orang yang disebutkan sebagai pendukung penahanan Bucktar Tabuni adalah orang-orang kaki-tangan NKRI selama puluhan tahun. Maka itu masyarakat Papua pro-Kemerdekaan janganlah gentar. Musuh akan ada dari dalam dan luar. 

Thom Beanal sudah katakan waktu KRP II 2000 di GOR Numbay, bahwa, "Musuh yang paling berbahaya adalah musuh orang Papua sendiri, bukan musuh dari bangsa lain." Oleh karena itu, mari kita pandai-pandai memanfaatkan kondisi ini, agar di antara kita bangsa Papua sendiri tidak terjadi saling menyerang dan memusuhi bangsa sendiri.

Mereka yang mendukung NKRI hanyalah karena kepentingan pribadi yang sifatnya sejenak untuk perut pribadi, hati nurani mereka tetap berbicara bahwa mereka salah. Pasti mereka akan bertobat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Orang-orang yang disebutkan sebagai pendukung penahanan Bucktar Tabuni adalah orang-orang kaki-tangan NKRI selama puluhan tahun. Maka itu masyarakat Papua pro-Kemerdekaan janganlah gentar. Musuh akan ada dari dalam dan luar. </p>
<p>Thom Beanal sudah katakan waktu KRP II 2000 di GOR Numbay, bahwa, &#8220;Musuh yang paling berbahaya adalah musuh orang Papua sendiri, bukan musuh dari bangsa lain.&#8221; Oleh karena itu, mari kita pandai-pandai memanfaatkan kondisi ini, agar di antara kita bangsa Papua sendiri tidak terjadi saling menyerang dan memusuhi bangsa sendiri.</p>
<p>Mereka yang mendukung NKRI hanyalah karena kepentingan pribadi yang sifatnya sejenak untuk perut pribadi, hati nurani mereka tetap berbicara bahwa mereka salah. Pasti mereka akan bertobat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Peringatan 1 Desember di Papua Dijaga Ketat by admin</title>
		<link>http://papuapost.com/2008/12/635/#comment-33</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 13:04:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papuapost.com/2008/12/635/#comment-33</guid>
		<description>Peringatan hari-hari penting dan bersejarah patut dilakukan setiap tahun dan setiap saat agar ingatan bersama, semangat dan perjuangan tidak mengalami maju-mundur seperti yang pernah terjadi sebelumnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Peringatan hari-hari penting dan bersejarah patut dilakukan setiap tahun dan setiap saat agar ingatan bersama, semangat dan perjuangan tidak mengalami maju-mundur seperti yang pernah terjadi sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Separatisme Papua Tidak Signifikan: Tanggapan TRPB by admin</title>
		<link>http://papuapost.com/2008/10/542/#comment-29</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 06:03:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papuapost.com/2008/10/542/#comment-29</guid>
		<description>Dalam sebuah pertandingan, kecuali dalam olahraga yang mengedepankan sportivitas, tidak pernah ada pengakuan satu pihak kepada pihak lain, apalagi pihak lain itu adalah lawannya dalam pertandingan itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sebuah pertandingan, kecuali dalam olahraga yang mengedepankan sportivitas, tidak pernah ada pengakuan satu pihak kepada pihak lain, apalagi pihak lain itu adalah lawannya dalam pertandingan itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Rupiah Pagi Turun Tajam Capai Rp10.470 Dolar AS by admin</title>
		<link>http://papuapost.com/2008/10/556/#comment-28</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 06:42:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papuapost.com/2008/10/556/#comment-28</guid>
		<description>Diserukan kepada segenap bangsa Papua, pribadi, kelompok dan organisasi perjuangan Papua Merdeka, untuk segera mempersiapkan payung sebelum hujan.

Menyusul kehancuran kekaisaran Kapitalisme, maka segala antek kekaisaran itu kini berada dalam kondisi akan bangkrut.

Menyongsong kematian NKRI ini, SPMNews telah siapkan satu kategori berita khusus disertai artikel memberi tanda-tanda kehancuran Kerajaan Majapahit Modern bernama NKRI, mengikuti jejak Kehancuran Kerajaan Majapahit Kuna.

Marilah kita satukan barisan, sediakan payung sebelum hujan kehancuran itu tiba.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Diserukan kepada segenap bangsa Papua, pribadi, kelompok dan organisasi perjuangan Papua Merdeka, untuk segera mempersiapkan payung sebelum hujan.</p>
<p>Menyusul kehancuran kekaisaran Kapitalisme, maka segala antek kekaisaran itu kini berada dalam kondisi akan bangkrut.</p>
<p>Menyongsong kematian NKRI ini, SPMNews telah siapkan satu kategori berita khusus disertai artikel memberi tanda-tanda kehancuran Kerajaan Majapahit Modern bernama NKRI, mengikuti jejak Kehancuran Kerajaan Majapahit Kuna.</p>
<p>Marilah kita satukan barisan, sediakan payung sebelum hujan kehancuran itu tiba.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Gereja Tawarkan Dialog Damai - menilai peluncuran International Parliaments for West Papua (IPWP) tidak signifikan by Erimuli</title>
		<link>http://papuapost.com/2008/10/551/#comment-27</link>
		<dc:creator>Erimuli</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 11:25:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papuapost.com/2008/10/551/#comment-27</guid>
		<description>INDONESIA STRESS KERASUKAN ROH JAHAT ATAS PERISTIWA IPWP 15 October 2008 DI INGGRIS

Indonesia adalah negara TERORIS number 1, dimedia menyebarkan opini bahwa, masalah IPWP tidak mendapat dukungan tetapi kenyataannya. Banyak anggota Militer TNI, Auri, AL, Brimob, dan menyebarkan seluruh intelijen ke seluruh wilayah dan setiap sudut jalan dipenuhi oleh pakian militer, sungguh pemandangan yang sangat menegangkan di kota Port Numbay. Ada apa?.

Indonesia kena strom! kena gigitan ular beracun sehingga tank-tank militer ikut diturunkan, seolah-olah ada perang sungguhan di Papua. Sehingga kehadiran militer sangat merasahkan masyarakat. Pejabat di pusat serius sekali menanggapi dan seluruh pasukan disiagakan siap tempur.

Indonesia telah kerasukan roh jahat, maka Pangdam Cenderawasih, Kapolda Papua kehilangan ide untuk mengatasi persoalan ini. Hanya penangkapan dan penculikan adalah solusi yang diambil karena secara otak sudah tidak mampu lagi. 

Klo memang tidak benar, lihat pihak gereja membeberkan kenyataan dilapangan membuktikan bahwa Indonesia sangat ketakutan sekali, sehingga seluruh sudut jalan penuh dengan pasukan siap tempur dr 14 - 20 October 2008 dengan tank-tank dikerahkan.

Lihat saja, cacing kepanasan dan tidak ada mimpi yang indah lagi bagi NKRI. Maka rakyat Papua harus berhati-hati karena ada rencana jahat yang sedang dirancang untuk menjadikan Papua berdarah dengan alasan yang direkayasa. 

Sungguh semua penipuan rekayasa penyerahan anggota TPN/OPM diseluruh Pegunungan Tengah terbukti bahwa adalah MURNI REKAYASA MILITER Indonesia. Indonsia mau gunakan isu apa lagi, miliyaran uang dikeluarkan, pikiran, tenaga tetapi hasilnya anggota BIN PNG Albert Yoku, Simon Meset yang dikirim ke Inggris bersama Gubernur Barnabas Suebu juga tidak menghasilkan apa-apa? 

Indonesia telah kehilangan akal sehat dan tidak dapat menggunakan otak untuk melawan rakyat Papua tetapi sekarang semakin menyungguhkan kebenarannya bahwa Indonesia telah kerasukan dan kawatir sekali.

Papua tetap merdeka, Indonesia angkat kaki sudah, terima kasih hamba-hamba yang telah menyuarakan suara kenabian. Semoga moyang, Adat, Alam dan tulang-belulang menyertai perjuangan suci ini demi umat.

Rasta nailah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>INDONESIA STRESS KERASUKAN ROH JAHAT ATAS PERISTIWA IPWP 15 October 2008 DI INGGRIS</p>
<p>Indonesia adalah negara TERORIS number 1, dimedia menyebarkan opini bahwa, masalah IPWP tidak mendapat dukungan tetapi kenyataannya. Banyak anggota Militer TNI, Auri, AL, Brimob, dan menyebarkan seluruh intelijen ke seluruh wilayah dan setiap sudut jalan dipenuhi oleh pakian militer, sungguh pemandangan yang sangat menegangkan di kota Port Numbay. Ada apa?.</p>
<p>Indonesia kena strom! kena gigitan ular beracun sehingga tank-tank militer ikut diturunkan, seolah-olah ada perang sungguhan di Papua. Sehingga kehadiran militer sangat merasahkan masyarakat. Pejabat di pusat serius sekali menanggapi dan seluruh pasukan disiagakan siap tempur.</p>
<p>Indonesia telah kerasukan roh jahat, maka Pangdam Cenderawasih, Kapolda Papua kehilangan ide untuk mengatasi persoalan ini. Hanya penangkapan dan penculikan adalah solusi yang diambil karena secara otak sudah tidak mampu lagi. </p>
<p>Klo memang tidak benar, lihat pihak gereja membeberkan kenyataan dilapangan membuktikan bahwa Indonesia sangat ketakutan sekali, sehingga seluruh sudut jalan penuh dengan pasukan siap tempur dr 14 - 20 October 2008 dengan tank-tank dikerahkan.</p>
<p>Lihat saja, cacing kepanasan dan tidak ada mimpi yang indah lagi bagi NKRI. Maka rakyat Papua harus berhati-hati karena ada rencana jahat yang sedang dirancang untuk menjadikan Papua berdarah dengan alasan yang direkayasa. </p>
<p>Sungguh semua penipuan rekayasa penyerahan anggota TPN/OPM diseluruh Pegunungan Tengah terbukti bahwa adalah MURNI REKAYASA MILITER Indonesia. Indonsia mau gunakan isu apa lagi, miliyaran uang dikeluarkan, pikiran, tenaga tetapi hasilnya anggota BIN PNG Albert Yoku, Simon Meset yang dikirim ke Inggris bersama Gubernur Barnabas Suebu juga tidak menghasilkan apa-apa? </p>
<p>Indonesia telah kehilangan akal sehat dan tidak dapat menggunakan otak untuk melawan rakyat Papua tetapi sekarang semakin menyungguhkan kebenarannya bahwa Indonesia telah kerasukan dan kawatir sekali.</p>
<p>Papua tetap merdeka, Indonesia angkat kaki sudah, terima kasih hamba-hamba yang telah menyuarakan suara kenabian. Semoga moyang, Adat, Alam dan tulang-belulang menyertai perjuangan suci ini demi umat.</p>
<p>Rasta nailah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Hasil IPWP London Diumumkan - Sikap Represive Aparat Disesalkan by Erimuli</title>
		<link>http://papuapost.com/2008/10/546/#comment-26</link>
		<dc:creator>Erimuli</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 11:14:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papuapost.com/2008/10/546/#comment-26</guid>
		<description>Kegiatan Internasional di dalam Gedung Parlement Inggris (15/10/2008) ternyata mendapat izin resmi dari Pemerintah Kerajaan Inggris dan Parlement Inggris. Kegiatan tersebut berlangsung didalam gedung tempat Gedung Parlement selayaknya kantor MPR/DPR - RI yang dihadiri oleh ratusan media cetak dan media massa Internasional. Dalam ruangan penuh dengan massa dengan kibaran sang Bintang Kejora. Bahkan dukungan juga datang dari beberapa Universitas Terkenal turut hadiri menyatakan dukungan atas Kemerdekaan Papua untuk memisahkan diri dari kolonial NKRI.

Bahkan dari dukungan juga datang dari Amerika Serikat, New Serland, Belanda, Jerman, Italia, Irlandia kawan-kawan aktivist mahasiswa yang tergabung dalam organisasi AMP Internasional Konsulat Eropa turut hadir dalam pertemuan tersebut. Sehingga pernyataan dalam media kolonial NKRI adalah penipuan untuk menyembunyikan kekalahannya di rakyat Indonesia.

Jika DPRP tidak menerima hasil pernyataan ini, ingat DPRP adalah milik NKRI sementara orang-orang yang duduk dikursi itu kulitnya orang Papua tetapi telah dibeli, dibayar lunas oleh NKRI maka dia akan menerima yang NKRI karena yang ia takutkan adalah uang yang banyak, mobil yang mewah, jabatan bukan memikirkan rakyat Papua.

Maka hasil perjuangan kawan-kawan kasih ke Parlement yang telah terbentuk di Inggris (15/10/2008) minggu lalu yang akan dilanjutkan hasilnya ke seluruh parlement diseluruh dunia. Hasilnya lebih menyakitkan bagi NKRI dari pada ke DPRP yang sengaja tidak hadir untuk menerima aspirasi tersebut.

Ada baiknya sikap abang Yance Kayame dkk karena aspirasi jangan kasih ke Indonesia tetapi kasih ke Parlement Papua yang baru itu agar bobotnya lebih tajam dari pada jatuh ke NKRI karena tidak akan menyelesaikan masalah kita.

Ada satu hal yang menarika saat kegiatan IPWP adalah PRESIDEN RI Susilo B. Yudoyono mau datang tetapi ditolok di imigrasi karena tidak ada undangan resmi dari Panitia IPWP, Pemerintah UK dan Parlement UK sehingga para aktivist pro kemerdekaan Papua yang mau hadir dalam kegiatan tersebut dibatalkan semuanya, padahal ada surat undangan resmi, logo parlement UK, Panitia IPWP dan Kedutaan Inggris untuk hadir. Imigrasi sangat marah sekali, sebab pejabat negara tidak bisa datang.

Sehingga jangan heran jika dalam semua media massa kolonial berbicara sesuai dengan pikiran dan hati kolonial. Tanpa bukti dan dasar asal ngomong di media massa, para pejabat menyebarkan opini untuk menyebunyikan kebohongan mereka terhadap rakyat Indonesia.

Akibat dari ini, aksi kawan-kawan ditanah air mengalami teror, intimidasi dari aparat mengapa? karena memang kegiatan IPWP memang mendapat dukungan resmi dari beberapa parlement. Jika tidak mengapa menahan aktivist Buktar Tabuni dkk, kalau Indonesia bilang bahwa kegiatan tersebut tidak dilaksanakan didalam gedung, tidak mendapat izin dari pemerintah, kita perlu bertanya? ada apa dibalik ini semua? ada ketakutan NKRI saat ini, tak akan tidur dengan tenang!

NKRI semakin kewalahan, maka segala cara akan dipakainya untuk menghalalkan segala cara untuk menyembunyikan ketakutannya. 

Papua tetap merdeka, Alam Papua, Adat Papua , leluhur moyang Papua telah merestuinya, bahkan seluruh tanah penuh telah dibasahi oleh  darah-darah anak terbaik yang telah dibunuh karena mempertahankan hak kesulungannya atas kejahatan NKRI dan Imperalis Internasional yang rakus.

Papua tetap Merdeka adalah harga mati, Indonesia angkat kaki dari tanah Papua, karena kita memang berbeda. ko pu kampung dimana jadi, ko pu kali dimana, gunung dimana, memang tidak tahu malu sekali. Kalian bisa tipu dimedia tetapi rakyat Papua ko tidak bisa tipu lagi sekarang karena kami punya media sendiri.  


Rasta man</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kegiatan Internasional di dalam Gedung Parlement Inggris (15/10/2008) ternyata mendapat izin resmi dari Pemerintah Kerajaan Inggris dan Parlement Inggris. Kegiatan tersebut berlangsung didalam gedung tempat Gedung Parlement selayaknya kantor MPR/DPR - RI yang dihadiri oleh ratusan media cetak dan media massa Internasional. Dalam ruangan penuh dengan massa dengan kibaran sang Bintang Kejora. Bahkan dukungan juga datang dari beberapa Universitas Terkenal turut hadiri menyatakan dukungan atas Kemerdekaan Papua untuk memisahkan diri dari kolonial NKRI.</p>
<p>Bahkan dari dukungan juga datang dari Amerika Serikat, New Serland, Belanda, Jerman, Italia, Irlandia kawan-kawan aktivist mahasiswa yang tergabung dalam organisasi AMP Internasional Konsulat Eropa turut hadir dalam pertemuan tersebut. Sehingga pernyataan dalam media kolonial NKRI adalah penipuan untuk menyembunyikan kekalahannya di rakyat Indonesia.</p>
<p>Jika DPRP tidak menerima hasil pernyataan ini, ingat DPRP adalah milik NKRI sementara orang-orang yang duduk dikursi itu kulitnya orang Papua tetapi telah dibeli, dibayar lunas oleh NKRI maka dia akan menerima yang NKRI karena yang ia takutkan adalah uang yang banyak, mobil yang mewah, jabatan bukan memikirkan rakyat Papua.</p>
<p>Maka hasil perjuangan kawan-kawan kasih ke Parlement yang telah terbentuk di Inggris (15/10/2008) minggu lalu yang akan dilanjutkan hasilnya ke seluruh parlement diseluruh dunia. Hasilnya lebih menyakitkan bagi NKRI dari pada ke DPRP yang sengaja tidak hadir untuk menerima aspirasi tersebut.</p>
<p>Ada baiknya sikap abang Yance Kayame dkk karena aspirasi jangan kasih ke Indonesia tetapi kasih ke Parlement Papua yang baru itu agar bobotnya lebih tajam dari pada jatuh ke NKRI karena tidak akan menyelesaikan masalah kita.</p>
<p>Ada satu hal yang menarika saat kegiatan IPWP adalah PRESIDEN RI Susilo B. Yudoyono mau datang tetapi ditolok di imigrasi karena tidak ada undangan resmi dari Panitia IPWP, Pemerintah UK dan Parlement UK sehingga para aktivist pro kemerdekaan Papua yang mau hadir dalam kegiatan tersebut dibatalkan semuanya, padahal ada surat undangan resmi, logo parlement UK, Panitia IPWP dan Kedutaan Inggris untuk hadir. Imigrasi sangat marah sekali, sebab pejabat negara tidak bisa datang.</p>
<p>Sehingga jangan heran jika dalam semua media massa kolonial berbicara sesuai dengan pikiran dan hati kolonial. Tanpa bukti dan dasar asal ngomong di media massa, para pejabat menyebarkan opini untuk menyebunyikan kebohongan mereka terhadap rakyat Indonesia.</p>
<p>Akibat dari ini, aksi kawan-kawan ditanah air mengalami teror, intimidasi dari aparat mengapa? karena memang kegiatan IPWP memang mendapat dukungan resmi dari beberapa parlement. Jika tidak mengapa menahan aktivist Buktar Tabuni dkk, kalau Indonesia bilang bahwa kegiatan tersebut tidak dilaksanakan didalam gedung, tidak mendapat izin dari pemerintah, kita perlu bertanya? ada apa dibalik ini semua? ada ketakutan NKRI saat ini, tak akan tidur dengan tenang!</p>
<p>NKRI semakin kewalahan, maka segala cara akan dipakainya untuk menghalalkan segala cara untuk menyembunyikan ketakutannya. </p>
<p>Papua tetap merdeka, Alam Papua, Adat Papua , leluhur moyang Papua telah merestuinya, bahkan seluruh tanah penuh telah dibasahi oleh  darah-darah anak terbaik yang telah dibunuh karena mempertahankan hak kesulungannya atas kejahatan NKRI dan Imperalis Internasional yang rakus.</p>
<p>Papua tetap Merdeka adalah harga mati, Indonesia angkat kaki dari tanah Papua, karena kita memang berbeda. ko pu kampung dimana jadi, ko pu kali dimana, gunung dimana, memang tidak tahu malu sekali. Kalian bisa tipu dimedia tetapi rakyat Papua ko tidak bisa tipu lagi sekarang karena kami punya media sendiri.  </p>
<p>Rasta man</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Cegah Disintegrasi, Sejahterakan Rakyat Papua by saulus hilapok</title>
		<link>http://papuapost.com/2008/08/471/#comment-25</link>
		<dc:creator>saulus hilapok</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 07:18:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papuapost.com/?p=471#comment-25</guid>
		<description>Matinya Suara Kenabian.
Apabila kita kembali melihat sejarah masuknya Injil Kristus di tanah Papua maka kita pasti akan teringat kepada dua sosok hamba TUHAN yaitu OTTOW dan GEISLER dimana ketika mereka pertama kali menginjakan kaki di tanah Papua mereka mempersembahkan tanah Papua ke dalam tangan KRISTUS.
Dengan datangnya dua hamba Tuhan ini maka diikuti pula oleh hamba - hamba Tuhan lainnya dari berbagai denominasi gereja yang kemudian menjadikan Papua sebagai daerah yang mayoritas penduduknya beragama kristen dimana di bagian utara papua didominasi oleh kristen protestan dan disebelah selatan sampai sebagian pegunungan tengah Papua didominasi oleh Kristen Katolik.
Namun sangat disayangkan ketika umatnya berada dalam situasi yang sulit dimana hak- haknya dibunuh,diperkosa,dianiaya,diculik,dan tindakan biadab lainnya yang dilakukan oleh oknum bangsa indonesia kolonial maka tidak ada satupun gereja Papua angkat bicara,gereja hanya lipat tangan dan duduk manis seperti anak usia taman kanak - kanak ( TK )yang sedang menyaksikan serunya film kartun yang sedang disiarkan oleh Televisi Republik Indonesia alias TVRI.
Gereja pun telah membunuh hak-hak orang papua didalam semua missi gereja dimana tidak pernah memberikan kesempatan satupun kepada orang asli Papua untuk terlibat dalam segala missi penting gereja alasan mereka bahwa orang papua belum paham dengan segala bentuk pelayanan di gereja dan bukan hanya ini saja gereja pun telah mengkebiri hak orang papua untuk menjadi pelayan gereja kasus paling jelas terjadi di gereja katolik papua yang jelas-jelas telah membatasi anak-anak papua untuk menjadi pastor karena mereka takut apabila orang papua banyak jadi pastor nanti lapangan kerja untuk orang flores dan kei di papua akan tidak ada dan karena apabila ada pastor papua pasti mereka akan banyak bicara menyangkut segala bentuk kejahatan yang dilakukan indonesia kepada umat asli papua karena orang flores atau kei mereka tidak akan ambil pusing dengan masalah orang papua karena itu bukan bangsa mereka. 
Gereja jangan pernah mengatakan bahwa gereja bukan lembaga politik atau lain sebagainya. Gereja jangan hanya pintar memutarbalikan fakta melalui kotbah yang indah-indah di depan altar,karena Yesus tidak pernag mengajarkan hal seperti ini justru IA melakukan tindakanNya bukan hanya kotbah.
Jadi para pastor dan pendeta jangan pernah menjadi orang farisi yang paham tentang teori alkitab namun tidak pernah berbuat karena Tuhan akan meminta pertanggungan jawabmu kelak.
Gereja jangan hanya menjadi corong pemerintah untuk membunuh dan membatasi ruang gerak umatNya di papua.
JADI,DIMANAKAH SUARAMU MAS KONFERENSI WALI GEREJA INDONESIA ALIAS KWI DAN MAS PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA ALIAS PGI?
Jangan pernah menjadi PECUNDANG alis YUDAS ISKARIOT jilid 2 dimuka bumi ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Matinya Suara Kenabian.<br />
Apabila kita kembali melihat sejarah masuknya Injil Kristus di tanah Papua maka kita pasti akan teringat kepada dua sosok hamba TUHAN yaitu OTTOW dan GEISLER dimana ketika mereka pertama kali menginjakan kaki di tanah Papua mereka mempersembahkan tanah Papua ke dalam tangan KRISTUS.<br />
Dengan datangnya dua hamba Tuhan ini maka diikuti pula oleh hamba - hamba Tuhan lainnya dari berbagai denominasi gereja yang kemudian menjadikan Papua sebagai daerah yang mayoritas penduduknya beragama kristen dimana di bagian utara papua didominasi oleh kristen protestan dan disebelah selatan sampai sebagian pegunungan tengah Papua didominasi oleh Kristen Katolik.<br />
Namun sangat disayangkan ketika umatnya berada dalam situasi yang sulit dimana hak- haknya dibunuh,diperkosa,dianiaya,diculik,dan tindakan biadab lainnya yang dilakukan oleh oknum bangsa indonesia kolonial maka tidak ada satupun gereja Papua angkat bicara,gereja hanya lipat tangan dan duduk manis seperti anak usia taman kanak - kanak ( TK )yang sedang menyaksikan serunya film kartun yang sedang disiarkan oleh Televisi Republik Indonesia alias TVRI.<br />
Gereja pun telah membunuh hak-hak orang papua didalam semua missi gereja dimana tidak pernah memberikan kesempatan satupun kepada orang asli Papua untuk terlibat dalam segala missi penting gereja alasan mereka bahwa orang papua belum paham dengan segala bentuk pelayanan di gereja dan bukan hanya ini saja gereja pun telah mengkebiri hak orang papua untuk menjadi pelayan gereja kasus paling jelas terjadi di gereja katolik papua yang jelas-jelas telah membatasi anak-anak papua untuk menjadi pastor karena mereka takut apabila orang papua banyak jadi pastor nanti lapangan kerja untuk orang flores dan kei di papua akan tidak ada dan karena apabila ada pastor papua pasti mereka akan banyak bicara menyangkut segala bentuk kejahatan yang dilakukan indonesia kepada umat asli papua karena orang flores atau kei mereka tidak akan ambil pusing dengan masalah orang papua karena itu bukan bangsa mereka.<br />
Gereja jangan pernah mengatakan bahwa gereja bukan lembaga politik atau lain sebagainya. Gereja jangan hanya pintar memutarbalikan fakta melalui kotbah yang indah-indah di depan altar,karena Yesus tidak pernag mengajarkan hal seperti ini justru IA melakukan tindakanNya bukan hanya kotbah.<br />
Jadi para pastor dan pendeta jangan pernah menjadi orang farisi yang paham tentang teori alkitab namun tidak pernah berbuat karena Tuhan akan meminta pertanggungan jawabmu kelak.<br />
Gereja jangan hanya menjadi corong pemerintah untuk membunuh dan membatasi ruang gerak umatNya di papua.<br />
JADI,DIMANAKAH SUARAMU MAS KONFERENSI WALI GEREJA INDONESIA ALIAS KWI DAN MAS PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA ALIAS PGI?<br />
Jangan pernah menjadi PECUNDANG alis YUDAS ISKARIOT jilid 2 dimuka bumi ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Cegah Disintegrasi, Sejahterakan Rakyat Papua by saulus hilapok</title>
		<link>http://papuapost.com/2008/08/471/#comment-24</link>
		<dc:creator>saulus hilapok</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 04:17:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papuapost.com/?p=471#comment-24</guid>
		<description>MALING TERIAK MALING

Maling teriak maling itulah kata yang tepat buat bangsa indonesia kolonial yang sudah sangat jelas datang ke Papua hanya mau mengeruk alias mencuri kekayaan alamnya dengan cara merekayasa hasil pelaksanaan pepera 1969,sebenarnya indonesia kolonial harus malu karena motif busuk mereka sudah dilihat dunia sehingga sampai hari ini indonesia kolonial memecahkan rekor sebagai negara terkorup di dunia dan ini merupakan prestasi luar biasa yang dicapai oleh bangsa indonesia yang patut mereka banggakan seumur hidup mereka.
Percaya tidak percaya dan yakin tidak yakin pasti suatu saat Papua akan keluar dari indonesia karena ini adalah suatu kebenaran dan kepastian yang akan terungkap dengan sendirinya.
Jadi saat ini jangan menggunakan nama agama untuk meredam segala macam suara yang sedang menuntut pengakuan kedaulatan di Papua,syariat islam dan pancasila merupakan dua ideologi yang sangat bertentangan dengan budaya lokal papua yang sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia papua dan alamnya sehingga jangan pernah bermimpi untuk menerapkan dua ideologi ini di papua karena papua hanya dan untuk bagi KRISTUS.
Berkibarlah terus sang bintang fajar di puncak lubuk hati yang paling dalam karena ketika engkau berkibar maka tidak ada satupun makhluk di muka bumi ini yang akan menurunkanmu.
HATIKU DAN JIWAKU HANYA BAGIMU SANG BINTANG FAJAR.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MALING TERIAK MALING</p>
<p>Maling teriak maling itulah kata yang tepat buat bangsa indonesia kolonial yang sudah sangat jelas datang ke Papua hanya mau mengeruk alias mencuri kekayaan alamnya dengan cara merekayasa hasil pelaksanaan pepera 1969,sebenarnya indonesia kolonial harus malu karena motif busuk mereka sudah dilihat dunia sehingga sampai hari ini indonesia kolonial memecahkan rekor sebagai negara terkorup di dunia dan ini merupakan prestasi luar biasa yang dicapai oleh bangsa indonesia yang patut mereka banggakan seumur hidup mereka.<br />
Percaya tidak percaya dan yakin tidak yakin pasti suatu saat Papua akan keluar dari indonesia karena ini adalah suatu kebenaran dan kepastian yang akan terungkap dengan sendirinya.<br />
Jadi saat ini jangan menggunakan nama agama untuk meredam segala macam suara yang sedang menuntut pengakuan kedaulatan di Papua,syariat islam dan pancasila merupakan dua ideologi yang sangat bertentangan dengan budaya lokal papua yang sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia papua dan alamnya sehingga jangan pernah bermimpi untuk menerapkan dua ideologi ini di papua karena papua hanya dan untuk bagi KRISTUS.<br />
Berkibarlah terus sang bintang fajar di puncak lubuk hati yang paling dalam karena ketika engkau berkibar maka tidak ada satupun makhluk di muka bumi ini yang akan menurunkanmu.<br />
HATIKU DAN JIWAKU HANYA BAGIMU SANG BINTANG FAJAR.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ramses Wali: Pro Kontra Kaukus Parlemen Inggris by admin</title>
		<link>http://papuapost.com/2008/10/521/#comment-23</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 01:50:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papuapost.com/2008/10/521/#comment-23</guid>
		<description>Ramses Wali sebenarnya sudah mati, ia mayat bersuara. Anek tapi nyata, nyata memang sudah banyak mayat yang bersuara di Tanah Papua.

Yang jelas, KEBENARAN tidak akan dan tidak pernah terkalahkan, apalagi oleh si Ohee yang penipu itu. Benar lawan Tipu? Pasti dan selalu kebenaran menang. 

Tenang aja Ramses, kau tak akan lari dari lubang yang kau gali, bukan di tangan orang sebangsamu, tetapi orang lawanmu yang kau bela. Mau bukti? Sudah banyak mo, lihat sekeliling Anda, di Sentani-Waena dan sekitarnya saja, tak usah jauh-jauh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ramses Wali sebenarnya sudah mati, ia mayat bersuara. Anek tapi nyata, nyata memang sudah banyak mayat yang bersuara di Tanah Papua.</p>
<p>Yang jelas, KEBENARAN tidak akan dan tidak pernah terkalahkan, apalagi oleh si Ohee yang penipu itu. Benar lawan Tipu? Pasti dan selalu kebenaran menang. </p>
<p>Tenang aja Ramses, kau tak akan lari dari lubang yang kau gali, bukan di tangan orang sebangsamu, tetapi orang lawanmu yang kau bela. Mau bukti? Sudah banyak mo, lihat sekeliling Anda, di Sentani-Waena dan sekitarnya saja, tak usah jauh-jauh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
