<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Suara Papua Merdeka</title>
	<atom:link href="http://papuapost.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://papuapost.com</link>
	<description>Bersuara Karena &#38; Untuk KEBENARAN!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Mar 2010 17:14:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Papua Merdeka itu Sebuah Fakta, bukan Dongeng, dikatakan Sebuah Mimpi, maka Itu Benar Sekali oleh admin</title>
		<link>http://papuapost.com/2010/03/1508/comment-page-1/#comment-368</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 17:14:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papuapost.com/2010/03/1508/#comment-368</guid>
		<description>Fakta yang tidak dapat diputar-balikkan dengan kata-kata seseorang siapapun.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Fakta yang tidak dapat diputar-balikkan dengan kata-kata seseorang siapapun.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Papua Merdeka Hanya Mimpi oleh admin</title>
		<link>http://papuapost.com/2010/03/1506/comment-page-1/#comment-367</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 16:31:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papuapost.com/2010/03/1506/#comment-367</guid>
		<description>Silahkan baca komentar Amunggut Tabi, SekJend TRWP dan Forkorus Yaboisembut, Ketua DAP</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Silahkan baca komentar Amunggut Tabi, SekJend TRWP dan Forkorus Yaboisembut, Ketua DAP</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Papua Merdeka itu Sebuah Fakta, bukan Dongeng, dikatakan Sebuah Mimpi, maka Itu Benar Sekali oleh admin</title>
		<link>http://papuapost.com/2010/03/1508/comment-page-1/#comment-366</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 16:20:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papuapost.com/2010/03/1508/#comment-366</guid>
		<description>Menurut Forkorus Yaboisembut, pernyataan Jouwe hanya untuk membuka jalan bagi kepulangan Jouwe ke Tanah Air. Memang betul demikian, tetapi kebenaran yang penting bagi kita semua adalah bahwa semua pejuang yang berada di luar negeri sepantasnya pulang dan meninggal di tanah air. Terutama sekali mereka yang sudah lanjut usia sebenarnya harus pulang, daripada memaksa diri mengkleim diri sebagai Presiden OPM, Ketua OPM dan sebagainya di luar negeri, padahal rakyat Papua tidak mengenal mereka dari apa yang mereka lakukan di luar negeri selama ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut Forkorus Yaboisembut, pernyataan Jouwe hanya untuk membuka jalan bagi kepulangan Jouwe ke Tanah Air. Memang betul demikian, tetapi kebenaran yang penting bagi kita semua adalah bahwa semua pejuang yang berada di luar negeri sepantasnya pulang dan meninggal di tanah air. Terutama sekali mereka yang sudah lanjut usia sebenarnya harus pulang, daripada memaksa diri mengkleim diri sebagai Presiden OPM, Ketua OPM dan sebagainya di luar negeri, padahal rakyat Papua tidak mengenal mereka dari apa yang mereka lakukan di luar negeri selama ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Peluncuran ILWP di Amerika Selatan oleh admin</title>
		<link>http://papuapost.com/2009/04/1078/comment-page-1/#comment-365</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 18:01:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papuapost.com/2009/04/1078/#comment-365</guid>
		<description>Amerika Selatan memiliki negara-negara yang mengetahui persis apa artinya penjajahan dan apa artinya kemerdekaan. Mereka sudah lama dijajah, diberi otonomi dalam berbagai bentuk, tetapi akhirnya mereka menuntut merdeka karena itu yang terbaik bagi setiap bangsa di muka bumi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Amerika Selatan memiliki negara-negara yang mengetahui persis apa artinya penjajahan dan apa artinya kemerdekaan. Mereka sudah lama dijajah, diberi otonomi dalam berbagai bentuk, tetapi akhirnya mereka menuntut merdeka karena itu yang terbaik bagi setiap bangsa di muka bumi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Aspirasi Tuntut Merdeka Kembali Disuarakan oleh admin</title>
		<link>http://papuapost.com/2010/02/1474/comment-page-1/#comment-364</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 01:48:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papuapost.com/2010/02/1474/#comment-364</guid>
		<description>Apirasi &quot;Merdeka&quot; tidak akan pernah mati, dengan alasam apapun, Entah dikasih Otonomi ke sejuta kalipun, Merdeka di luar NKRI tetap harga mati.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apirasi &#8220;Merdeka&#8221; tidak akan pernah mati, dengan alasam apapun, Entah dikasih Otonomi ke sejuta kalipun, Merdeka di luar NKRI tetap harga mati.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pelaku Penghinaan RAS di Facebook Harus Dihukum oleh admin</title>
		<link>http://papuapost.com/2010/03/1493/comment-page-1/#comment-363</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 01:45:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papuapost.com/2010/03/1493/#comment-363</guid>
		<description>Sudah lama terjadi pelecehan ras dan penghianatan terhadap bangsa Papua, kenapa baru muncul reaksi protes hanya karena diucapkan di Facebook, sedangkan dalam kehidupan nyata di lapangan sudah lama sekali kita dihina, diperkosa, dijarah dan dibantai? Dasar mental budak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama terjadi pelecehan ras dan penghianatan terhadap bangsa Papua, kenapa baru muncul reaksi protes hanya karena diucapkan di Facebook, sedangkan dalam kehidupan nyata di lapangan sudah lama sekali kita dihina, diperkosa, dijarah dan dibantai? Dasar mental budak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Doktrin Noordin Merambah Papua Barat oleh admin</title>
		<link>http://papuapost.com/2009/10/1395/comment-page-1/#comment-357</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 01:40:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papuapost.com/2009/10/1395/#comment-357</guid>
		<description>Dear All,

Nurdin Top tidak punya hubunga sama sekali dengan West Papua New Gunea, baik hubungan budaya maupun politik apapun juga.

Kita kenal hanya tiga kelompok rumpun bangsa yang besar dan kami orang West Papua New Guinea adalah Bangsa Melanesia. Terlalu jauh perbedaannya hubungan dengan orang Papua Barat dilihat dari  warna kulit, rambut dan bahasa serta asal usul sejarah adat perfam di West Papua New Guinea dengan Nurdin Top.

Kita  perlu melihat kembali pengalaman pahit yang tergores dalam sejarah aneksasi Bangsa Papua ke dalam NKRI sejak 1960-an hingga tahun 2009 ini, mudah-mudahan dalam tahun 2010 ke depan  ini pihak Amerika, Belanda dan PBB  boleh dirayu dengan tawaran pendekatan review PEPERA hingga pemaksaan Jakarta dengan cara memberikan OTSUs Papua 2001  untuk melihat hasil apa saja yang Jakarta buat untuk rakyat  West Papua New Guinea. Setelah masyarakat internatioal tahu tentang apa yang Jakarta buat West Papua New Guinea barulah kita mulai dengan tahapan Dialoqq atau Referendum untuk mendapatkan pengakuan pihak international di bawah pengawasan UN. Karena pihak Jakarta tidak pernah buat pendekatan pembangunnan dan pendekatan kemanusiaan terhadap rakyatnya. Pihak Jakarta, Amerika dan Belanda yang dinilai aktor pelanggar berat HAM di West Papua New Guinea sejak 1960-an hingga 2009 ini apabila mereka semua tidak bersatu untuk kembalikan Status Politik Bangsa West Papua yang telah dijual belikan demi kepentingan ekonomi dan politik pihak bata. 

Dulu, Amerika takut Komunis masuk ke West Papua New Guinea karena kampanye Jakrta mau berikan ijin pihak Komunis akan ditempatkan di seluruh wilayah jajahan Belanda di Papua. Akhirnya Amerika paksa Pemerintah Belanda harus segera tinggalkan West Papua New Guinea dan serahkan Status Politik Papua ke dalam NKRI sejak 1962 secara paksa. Dalam penyerahan itu, semua perwakilan Fam Asli West Papua New Guinea tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusannya.  Status Tanah Adat di West Papua New Guinea adalah milik per Fam Asli West Papua New Guinea, bukan milik para Kepala Suku, Perusahaan, Tokoh Agam dan Pemerintah NKRI.
  
Ingat, 
Jakarta mau berusaha melakukan hal yang sama (telah berhasil jual Isue masuknya pihak Komunis masuk di West Papua New Guinea 1960-an) dengan Issue masuknya Terroris dan diduga ada jaringan Nuridin M. Top. Issue ini sengaja Jakarta buat untuk mempengaruhi pihak Amerika, Belanda dan Un dalam rangka menggalkan Gerakan Rakyat West Papua New Guinea mencapai Kemerdekaannya.

Ingat juga kegagalan lainnya di West Papua New Guinea sejak 1967.

Jakarta dan PT. Freeport  tidak pernah merancang Sistem FAMISASI di areal konsesinya di Wase, Tembagapura West Papua New Guinea. Oleh karena itu, sejak tahun 2003 Freeport dan pihak Pemerintah Indonesia ditawarkan sistem FAMISASI tersebut oleh Ketua YLSM Pegunungan Tengah Papua Barat yang berkantor pusat di Agadide untuk memperkuat posisi tawar fam Wamuni (mewakili Suku Moni) dan Fam Natkime (mewakili suku Amungme) untuk mendapatkan Saham Ulayat Per Fam pemilik tanah adatnya dari hasil produksi tambang tembaga &amp; emas di Tembagapura.  Karena suku Suku Amungme merasa kecewa, maka mereka sedang mengajukan gugatan ke Freeport dengan tuntutan Uang Rp 300 Trilyun. Tidak ketinggalan juga bagi Suku Moni dan Suku Me melalui tuntutan Kepala Fam tuan Jonathan Wamuni. 

Kelompok Wamuni sedang membangun kekuatan dari akar rumput dengan cara menjalankan sosialisasi Sistem Famisasi dari kampung ke kampung di Pegunungan Tengah West Papua New Guinea. Sedangkan suku Amungme melalui fam Natkime melakukan pendekatan langsung melalui Jakarta dan Amerika. Kami memberikan rekomendasi kepada Freeport Jakarta dan Freeport Amerika, segera proses tuntutan mereka sesuai hukum international yang mengatur  tentang penghormatan tehadap hak-hak masyarakat adat sebagai pemilik tanah adatnya pada kesempatan pertama. 

Demikian dan terima kasish</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear All,</p>
<p>Nurdin Top tidak punya hubunga sama sekali dengan West Papua New Gunea, baik hubungan budaya maupun politik apapun juga.</p>
<p>Kita kenal hanya tiga kelompok rumpun bangsa yang besar dan kami orang West Papua New Guinea adalah Bangsa Melanesia. Terlalu jauh perbedaannya hubungan dengan orang Papua Barat dilihat dari  warna kulit, rambut dan bahasa serta asal usul sejarah adat perfam di West Papua New Guinea dengan Nurdin Top.</p>
<p>Kita  perlu melihat kembali pengalaman pahit yang tergores dalam sejarah aneksasi Bangsa Papua ke dalam NKRI sejak 1960-an hingga tahun 2009 ini, mudah-mudahan dalam tahun 2010 ke depan  ini pihak Amerika, Belanda dan PBB  boleh dirayu dengan tawaran pendekatan review PEPERA hingga pemaksaan Jakarta dengan cara memberikan OTSUs Papua 2001  untuk melihat hasil apa saja yang Jakarta buat untuk rakyat  West Papua New Guinea. Setelah masyarakat internatioal tahu tentang apa yang Jakarta buat West Papua New Guinea barulah kita mulai dengan tahapan Dialoqq atau Referendum untuk mendapatkan pengakuan pihak international di bawah pengawasan UN. Karena pihak Jakarta tidak pernah buat pendekatan pembangunnan dan pendekatan kemanusiaan terhadap rakyatnya. Pihak Jakarta, Amerika dan Belanda yang dinilai aktor pelanggar berat HAM di West Papua New Guinea sejak 1960-an hingga 2009 ini apabila mereka semua tidak bersatu untuk kembalikan Status Politik Bangsa West Papua yang telah dijual belikan demi kepentingan ekonomi dan politik pihak bata. </p>
<p>Dulu, Amerika takut Komunis masuk ke West Papua New Guinea karena kampanye Jakrta mau berikan ijin pihak Komunis akan ditempatkan di seluruh wilayah jajahan Belanda di Papua. Akhirnya Amerika paksa Pemerintah Belanda harus segera tinggalkan West Papua New Guinea dan serahkan Status Politik Papua ke dalam NKRI sejak 1962 secara paksa. Dalam penyerahan itu, semua perwakilan Fam Asli West Papua New Guinea tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusannya.  Status Tanah Adat di West Papua New Guinea adalah milik per Fam Asli West Papua New Guinea, bukan milik para Kepala Suku, Perusahaan, Tokoh Agam dan Pemerintah NKRI.</p>
<p>Ingat,<br />
Jakarta mau berusaha melakukan hal yang sama (telah berhasil jual Isue masuknya pihak Komunis masuk di West Papua New Guinea 1960-an) dengan Issue masuknya Terroris dan diduga ada jaringan Nuridin M. Top. Issue ini sengaja Jakarta buat untuk mempengaruhi pihak Amerika, Belanda dan Un dalam rangka menggalkan Gerakan Rakyat West Papua New Guinea mencapai Kemerdekaannya.</p>
<p>Ingat juga kegagalan lainnya di West Papua New Guinea sejak 1967.</p>
<p>Jakarta dan PT. Freeport  tidak pernah merancang Sistem FAMISASI di areal konsesinya di Wase, Tembagapura West Papua New Guinea. Oleh karena itu, sejak tahun 2003 Freeport dan pihak Pemerintah Indonesia ditawarkan sistem FAMISASI tersebut oleh Ketua YLSM Pegunungan Tengah Papua Barat yang berkantor pusat di Agadide untuk memperkuat posisi tawar fam Wamuni (mewakili Suku Moni) dan Fam Natkime (mewakili suku Amungme) untuk mendapatkan Saham Ulayat Per Fam pemilik tanah adatnya dari hasil produksi tambang tembaga &#038; emas di Tembagapura.  Karena suku Suku Amungme merasa kecewa, maka mereka sedang mengajukan gugatan ke Freeport dengan tuntutan Uang Rp 300 Trilyun. Tidak ketinggalan juga bagi Suku Moni dan Suku Me melalui tuntutan Kepala Fam tuan Jonathan Wamuni. </p>
<p>Kelompok Wamuni sedang membangun kekuatan dari akar rumput dengan cara menjalankan sosialisasi Sistem Famisasi dari kampung ke kampung di Pegunungan Tengah West Papua New Guinea. Sedangkan suku Amungme melalui fam Natkime melakukan pendekatan langsung melalui Jakarta dan Amerika. Kami memberikan rekomendasi kepada Freeport Jakarta dan Freeport Amerika, segera proses tuntutan mereka sesuai hukum international yang mengatur  tentang penghormatan tehadap hak-hak masyarakat adat sebagai pemilik tanah adatnya pada kesempatan pertama. </p>
<p>Demikian dan terima kasish</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pemangku Alam-Adat Papua: Musibah Alam SUDAH Disampaikan kepada SBY, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur pada 2008 oleh admin</title>
		<link>http://papuapost.com/2009/10/1390/comment-page-1/#comment-355</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 05:32:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papuapost.com/2009/10/1390/#comment-355</guid>
		<description>Memang sudah sejak tahun 2008 ada Surat Langsung dari Operasi Alam-Adat Papua dengan sandi &quot;AWAS!&quot; disampaikan kepada pihak2 yang disebutkan di sini. Banyak bukti sudah ada sejak surat itu disampaikan, termasuk dengan tegas menyatakan dengan pasti bahwa Megawati Sukarnoputri tidak bakalan menjadi Presiden NKRI.

Kalau Indonesia bertelinga, hendaklah ia mendengar, kalau ia berhatinurani, hendaklah ia berpikir dan bertobat, bila ia ber-naluri, hendaklah juga ia mencerna apa makna semua ini dan apa yang harus dilakukannya.

Amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang sudah sejak tahun 2008 ada Surat Langsung dari Operasi Alam-Adat Papua dengan sandi &#8220;AWAS!&#8221; disampaikan kepada pihak2 yang disebutkan di sini. Banyak bukti sudah ada sejak surat itu disampaikan, termasuk dengan tegas menyatakan dengan pasti bahwa Megawati Sukarnoputri tidak bakalan menjadi Presiden NKRI.</p>
<p>Kalau Indonesia bertelinga, hendaklah ia mendengar, kalau ia berhatinurani, hendaklah ia berpikir dan bertobat, bila ia ber-naluri, hendaklah juga ia mencerna apa makna semua ini dan apa yang harus dilakukannya.</p>
<p>Amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di TNI Siap Berdialog dengan Keli Kwalik oleh admin</title>
		<link>http://papuapost.com/2009/09/1385/comment-page-1/#comment-354</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 05:27:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papuapost.com/2009/09/1385/#comment-354</guid>
		<description>Berdialog untuk Papua Merdeka, atau untuk menjaga muka di mata dunia?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Berdialog untuk Papua Merdeka, atau untuk menjaga muka di mata dunia?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di West Papua Revolutionary Army (WPRA) dan Wacana Dialogue Kebangsaan oleh admin</title>
		<link>http://papuapost.com/2009/09/1360/comment-page-1/#comment-352</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 14:33:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papuapost.com/2009/09/1360/#comment-352</guid>
		<description>Kepada semua pihak supaya menjadi perhatian supaya bangsa Papua tidak termakan isu-isu buatan NKRI yang menyesatkan dan menjajah,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada semua pihak supaya menjadi perhatian supaya bangsa Papua tidak termakan isu-isu buatan NKRI yang menyesatkan dan menjajah,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
