Kekerasan Militer dan Peran Ormas Islam

- Ismail Asso: Ormas Muslim Diam

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mendesak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menghentikan segala bentuk kekerasan di Tanah Papua dan segera menggelar dialog. Semua elemen masyarakat Papua harus dilibatkan dalam dialog tersebut, termasuk mereka yang dianggap Organisasi Papua Merdeka (OPM). Demikian pernyataan KWI yang disampaikan Wakil Ketua II KWI Mgr Leo Laba Ladjar OFM menjelang penutupan sidang tahunan para uskup di kantor KWI, Jakarta, Kamis (17/11). (Suara Pembaharuan).

Ormas Islam Diam

Kekerasan negara dan kebrutalan aparat militer terhadap rakyat sipil terjadi depan mata, tapi Ormas Islam Papua diam. Ormas Islam Papua selama ini bungkam atas teror dan kekerasan yang selama ini dilakukan oleh militer Indonesia. Tanpa disadari Ormas Islam menyetujui kalau tidak bisa dikatakan terlibat melakukan kekerasan. Padahal kekerasan, terror, pembunuhan dan penganiayaan atas nama apapun, bertentangan dengan Islam sesuai nama agama ini, (kata: Islam artinya Damai). Ormas Islam bagi penganut agama lain meridhoi penindasan. Lebih parah lagi kalau kemudian Ormas Islam Papua dianggap sebagai bagian dari penindasan itu.

Jika Ormas Islam terus membiarkan dian dan terus begini tak peduli atas pelanggaran kekerasan kemanusiaan di Papua. Maka umat Islam harus siap dipaksa keluar sebagaimana umat Islam Timor-Timur, dipaksa keluar dari Mesjid An-Nur Timor Leste. Kasus Timor Leste dan Spanyol harusnya menjadi pelajaran bagi kita agar tidak menganggap pentingnya peran Ormas Islam dalam penegakan HAM dan Demokrasi khususnya kekerasan militer di Papua.

Peran kepedulian demikian sangat menentukan Islam dan keislaman di Tanah Papua kedepan. Mengingat peran dan fungsi Ormas Islam Papua lemah malah sama sekali tidak ada dalam menghentikan kekerasan militer Indonesia di Papua melalui tulisan ini saya gugah. Padahal peran Islam dan umat Islam sangatlah penting. Soalnya pendudukan (accopation) Indonesia atas Papua saat ini dibenarkan? Tegasnya, teror, kekerasan oleh militer Indonesia dibenarkan menurut ajaran agama Islam?

Disinilah sebenarnya urgensi Ormas Papua harus peduli dan ikut ambil bagian dalam dalam mencari solusi penyelesaian menghentikan kekerasan Militer dalam berbagai bentuk yang terjadi saat ini di Papua. Ormas Islam harus peduli atas persoalan sosial kemasyarakatan yang sedang terjadi didepan mata. Hal itu setidaknya membuat stateman bahwa kekerasan dalam bentuk apapun oleh rezim SBY harus dihentikan untuk memasuki fase dialog perundingan.

Ormas Islam harus berani mengatakan yang benar sebagai benar dan salah sebagai salah dengan tingkat kepedulian tertentu pada penindasan serta eksploitasi SDA Papua oleh asing, urgensinya bagi eksistensi Islam dan survival umat Islam Papua kedepan ditentukan dari sekarang dan itu lebih berarti oleh Ormas Islam. Eksploitasi SDA, pembunuhan, teror atas nama apapun dan oleh siapapun bertentangan dengan nilai-nilai Islam hakiki. Ormas perannya penting bagi kepentingan Islam yang itu berarti didalamnya tentu ada kepentingan kemanusiaan secara umum.

Ismail Asso, Dewan Muslim Papua

Wednesday, November 28, 2012 at 8:00am, Selengkapnya baca di Facebook

Comments

comments

3 responses to “Kekerasan Militer dan Peran Ormas Islam”

  1. Kekerasan Militer dan Peran Ormas Islam

    1. Kita coba ajak muslim papua untuk mereka juga bersuara hentikan kekejaman militer nkri..

  2. Belum ada inisiatif dari saudara kita muslim papua ikut menentang kekerasan dan pelanggaran HAM di tanah papua tapi dengan media ini kita coba ajak untuk mereka bersatu bersuara…

Leave a Reply