Stop, Kekerasan Terhadap Perempuan

Tokoh perempuan Papua yang juga Wakil Ketua MRP Dra Hana Hikoyabi mengaku, diusianya yang ke 100 tahun
Kamis, Maret 11, 2010 7:45 - admin

JAYAPURA [PAPOS] -Tokoh perempuan Papua yang juga Wakil Ketua MRP Dra Hana Hikoyabi mengaku, diusianya yang ke 100 tahun Pekebaran Injil di Pulau Tabi, masih saja ada tindak kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Kota Jayapura. “Perlakukan semena-mena terhadap kaum perempuan ini, bukan menurun melainkan meningkat dari tahun ke tahun,”katanya. Ditemui usai acara peringatan 1 Abad pekebaran Injil di pulau Metu Debi, Hana meminta kaum laki-laki untuk segera menghentikan segala bentuk tindak kekerasan kepada kaum perempuan. “Semua laki-laki atau siapa saja di muka bumi ini harus menyadari, bahwa hari ini Injil masuk untuk mengetuk hati nurani kita, bahwa stop kekerasan terhadap perempuan,”tegas... Read More

§ http://papuapost.com/2010/03/1540/ @ Maret 11th, 2010  © admin   Category:Perempuan Papua   Tags: kasus kekerasanKDRT  ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark

More in Category: Perempuan Papua

  • Menilik “Harta” dan Kesetaraan Gender di Papua Tokoh perempuan Papua yang juga Wakil Ketua MRP Dra Hana Hikoyabi mengaku, diusianya yang ke 100 tahun - ‎10 Oktober, 2009, 7:46 pm‎
  • Kilas Balik HAM Perempuan Papua Tokoh perempuan Papua yang juga Wakil Ketua MRP Dra Hana Hikoyabi mengaku, diusianya yang ke 100 tahun - ‎18 Agustus, 2009, 9:47 pm‎
  • Pernyataan Bersama Menyambut Hari Perempuan Internasional – PELIBATAN TENTARA DALAM PROGRAM KB ADALAH PENGULANGAN KESALAHAN DI MASA LALU Tokoh perempuan Papua yang juga Wakil Ketua MRP Dra Hana Hikoyabi mengaku, diusianya yang ke 100 tahun - ‎10 Maret, 2009, 7:02 am‎
  • ADAT MASIH MEMINGGIRKAN PEREMPUAN PAPUA Tokoh perempuan Papua yang juga Wakil Ketua MRP Dra Hana Hikoyabi mengaku, diusianya yang ke 100 tahun - ‎4 Januari, 2009, 9:39 pm‎
  • PEREMPUAN PAPUA JADI PEDAGANG KECIL UNTUK HIDUPI KELUARGA Tokoh perempuan Papua yang juga Wakil Ketua MRP Dra Hana Hikoyabi mengaku, diusianya yang ke 100 tahun - ‎7 Oktober, 2008, 9:33 pm‎
  • Maria Bano: Diskriminasi Perempuan Masih Tinggi Tokoh perempuan Papua yang juga Wakil Ketua MRP Dra Hana Hikoyabi mengaku, diusianya yang ke 100 tahun - ‎17 September, 2008, 3:16 pm‎
  • Go to 'Perempuan Papua' Archive »

  • Selasa, Agustus 18, 2009 21:47 - admin

    Mellvin Perempuan Papua (Foto, Musa, JUBI) Pemenuhan HAM bagi Perempuan Papua ternyata belum sepenuhnya dilakukan. Sejumlah tokoh perempuanpun harus menggerutu takkala membaca koran pagi yang masih saja berisikan kekerasan terhadap kaum hawa. Masalah pemenuhan HAM bagi perempuan Papua, memang terkesan lambat. Sejumlah pihak yang berkecimpung dalam bidang ini, kerap pula tak serius menanganinya. Kekerasan demi kekerasan yang menimpa kaum hawa berjalan lurus dengan grafik penganiyaan yang menimpanya. Dalam tahun 2007, kekerasan yang terjadi pada perempuan di Papua masuk dalam peringkat ketiga terbesar diseluruh Indonesia. Disusul Maluku dan Yogyakarta. Berdasarkan survei yang dilakukan Badan Pusat... Read More

    § http://papuapost.com/2009/08/1350/ @ Agustus 18th, 2009  © admin   Category:Perempuan Papua   Tags: Hak Perempuan  ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark


    Selasa, Maret 10, 2009 7:02 - admin

    06 Maret 2009 Tentara Nasional Indonesia (dulu disebut ABRI) kembali akan membantu (mengawal) pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) yang diselenggarakan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Kembalinya TNI dalam program Keluarga Berencana (KB) tersebut didasarkan pada nota kesepakatan (MoU) yang ditandatangani Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan Kepala BKKBN, Dr. Sugiri Syarief, MPA, disaksikan oleh Menko Kesra, Aburizal Bakrie, di Auditorium BKKBN Jakarta pada 12 Februari 2009. Menurut keterangan Panglima TNI, wujud kerjasama di lapangan antara lain dengan meningkatkan kemampuan advokasi, komunikasi, informasi dan edukasi (KIE); Pergerakan dan kemitraan bagi petugas KB; Pengelolaan... Read More

    § http://papuapost.com/2009/03/1007/ @ Maret 10th, 2009  © admin   Category:Perempuan Papua   Tags:   ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark


    Minggu, Januari 4, 2009 21:39 - admin

    Oleh Maria D. Andriana Jayapura, 27/1 (ANTARA)- Meskipun sudah banyak perempuan menjadi sarjana di Papua, tetapi aturan adat di provinsi paling timur di Indonesia itu masih dianggap kurang memberikan ruang gerak bagi kaum hawa. Ketentuan mas kawin misalnya, yang secara adat sebenarnya diharapkan untuk melindungi perempuan, kadang-kadang disalahtafsirkan sebagai belenggu jika dianggap sebagai “alat pembeli” istri. Ondohafi (ketua adat) di Waena, Jayapura, Ramses Ohee mengaku sering mencoba mendobrak peminggiran perempuan secara adat, meskipun pada beberapa bagian ia mengakui ada hal-hal yang memang tidak terhindarkan. “Saya sudah bisa membawa perempuan masuk para-para adat untuk... Read More

    § http://papuapost.com/2009/01/1319/ @ Januari 4th, 2009  © admin   Category:Opini & Analisis, Perempuan Papua   Tags: kasus perempuan papua  ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark


    Selasa, Oktober 7, 2008 21:33 - admin

    Oleh Maria D. Andriana Jayapura, 27/1 (ANTARA) – Setiap hari Yuliana (53) berjualan ubi dan singkong di pasar Gelael di jantung kota Jayapura, tak peduli hari hujan atau cerah, karena anak-anak dan suaminya mengharapkan penghasilannya. Jika hari baik, Yuliana mengaku bisa menyisihkan barang 15-30 ribu rupiah dari keuntungan berjualan singkong, tetapi adakalahnya ia justru “nombok” uang transport dari rumah menuju tempat berdagang yang menghabiskan sekitar Rp30.000,- pergi pulang. “Bagaimana jika `mama sakit dan tidak bisa berdagang.” “Diam di rumah saja,” katanya dengan wajah bingung karena ia pun tidak tahu harus menjawab apa. Yuliana sepertinya dituntut... Read More

    § http://papuapost.com/2008/10/1318/ @ Oktober 7th, 2008  © admin   Category:Perempuan Papua   Tags: keluarga papua  ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark


    Rabu, September 17, 2008 15:16 - admin

    KEPALA Kantor Pemberdayaan Perempuan, Dra Maria Bano mengungkapkan saat ini bentuk diskriminasi terhadap perempuan masih tinggi.Tidak hanya terjadi pada wilayah perkotaan namun juga diwilayah kampung.Untuk merubah paradigma tersebut ia melihat harus ada dorongan dari kaum perempuan itu sendiri untuk mengubahnya. Dikatakan, bentuk diskriminasi terhadap kaum perempuan memang bukan hal baru melainkan sudah terjadi bertahun-tahun akan tetapi dengan munculnya kesetaraaan gender dan bentuk emansipasi lainnya ia berharap kaum pria bisa lebih menghormati kemampuan kaum perempuan untuk berdiri dilingkungannya. “Contoh konkrit yang paling nampak yakni pada saat rapat dikampung disana lebih sering... Read More

    § http://papuapost.com/2008/09/508/ @ September 17th, 2008  © admin   Category:Perempuan Papua   Tags:   ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark



    Copyright © 2010 - Suara Papua Merdeka . All rights reserved.
    WoodocsLight Theme - By KOTEK@Webmaster. - Style based on YUI Docs & Theme Functions from Blog.txt
    Powered by WordPress Entries (RSS) and - Comments (RSS) -