Jumat, Juni 5, 2009 2:39 - admin

Media NKRI memang jelas tidak memberitakan sedikitpun mengenai kemenangan diplomasi Papua Merdeka. Pada minggu ini, tepatnya 2 Juni 2009, Hermain Wainggai, salah seorang anak Alm. Thom Wainggai mendapat izin tinggal tetap di Australia. Seperti dilaporkan dalam versi Inggris @westpapua.net, Julius Kogoya, Izack Marani dan Richard Rumbiak di samping Marike Tebay, Papuana Motte, William Omabak, dan Stefanus Akanmor belum lama ini mengadakan Kebaktian Syukuran atas izin tinggal menetap. Status izin tinggal menetap ini sama dengan status yang diperoleh Dr. Ottow Ondawame dan Jacob Prai di Swedia, Benny Wenda di Inggris dan orang Papua lainnya. Itu berarti mereka menjadi penduduk Australia, yang... Read More

§ http://papuapost.com/2009/06/1320/ @ Juni 5th, 2009  © admin   Category:Asiaoceania, Catatan Khusus   Tags:   ±  Komentar Dimatikan    ÷  Share & Bookmark


AKPC_IDS += ",";Popularity: unranked [?] Read More →

§  @   ©    Category:Tak Berkategori   Tags:   ±  Komentar Dimatikan    ÷  Share & Bookmark

More in Category: Tak Berkategori


Kamis, Februari 26, 2009 23:42 - admin

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Ikhsan Modjo mengatakan Pemerintah Indonesia harus mendesak Australia mencabut travel warning ke Indonesia. “Kalau mau perdagangan bebas, masalah travel warning harus dilepas,” ujarnya menanggapi perjanjian perdagangan bebas ASEAN dengan Australia dan Selandia Baru yang akan diteken Jumat (27/02) di Thailand. Travel warning, lanjutnya, akan menganggu lalu lintas perdagangan Indonesia dengan Australia, khususnya dalam bidang jasa. “Itu juga proteksi untuk industri pariwisata,” tambah Ikhsan. Setelah merativikasi perjanjian perdagangan bebas ASEAN dengan Australia dan Selandia... Read More

§ http://papuapost.com/2009/02/991/ @ Februari 26th, 2009  © admin   Category:Asiaoceania   Tags:   ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark


Sabtu, Januari 17, 2009 23:59 - admin

Ditulis Oleh: Ant/Papos Sabtu, 17 Januari 2009 BRISBANE (PAPOS) -Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith, memahami masa sulit yang dihadapi kelima orang warganya yang divonis bersalah oleh PN Merauke, Kamis (15/1). Namun ia memandang kelanjutan proses hukum terhadap vonis tersebut masih terbuka dengan mengajukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi. “Saya diberi tahu bahwa pengajuan banding atas vonis Itu terbuka. Cara terbaik bagi kita adalah menunggu pengajuan banding dan menunggu hasil keputusan pengadilan,” katanya dalam penjelasan persnya, Jumat (16/1) kemarin, seperti diterima Koran ini dari Antara di Brisbane. Menlu Smith mengatakan, pihaknya akan terus memberikan bantuan... Read More

§ http://papuapost.com/2009/01/782/ @ Januari 17th, 2009  © admin   Category:Asiaoceania   Tags:   ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark


Sabtu, Januari 17, 2009 0:11 - admin

SYDNEY (PAPOS) -Pemerintah Australia percaya otonomi lebih luas (Otsus) yang telah diberikan pemerintah RI kepada Provinsi Papua dan Papua Barat sudah benar dan tepat. Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith dalam penjelasan persnya menanggapi pertanyaan media tentang apakah ia sudah menerima surat dari Organisasi Papua Barat Australia berkaitan dengan apa yang disebut penahanan 11 warga Papua Barat dalam kasus pengibaran bendera Bintang Kejora saat demo. Dalam pernyataan persnya yang diperoleh Koran ini tadi malam dari Antara, Menlu Smith mengatakan, dia belum menerima surat tersebut, namun tidak benar pemerintah Australia dan Indonesia tidak menyinggung isu-isu... Read More

§ http://papuapost.com/2009/01/773/ @ Januari 17th, 2009  © admin   Category:Asiaoceania   Tags:   ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark


Jumat, Desember 19, 2008 21:26 - admin

TIBA : Yunus Wainggai bersama istrinya Siti Pandera dan anak mereka Anike Wainggai saat berada di VIP room Bandara Sentani Kamis (18/12) kemarin. SENTANI – Satu per satu para pencari suaka yang bersama dengan Herman Wanggay lari ke Australia, akhir 2006 lalu, mulai sadar dan kembali ke Papua, setelah Hana Gobay dan Yubel Kareni kembali ke Merauke dan Serui September lalu, kini disusul lagi oleh Yunus Wanggay (39), dan anaknya Anike wanggai (6) serta istrinya Sitti Pandera/Wanggay (40). Seperti rencana sebelumnya, ketiganya akhirnya tiba di Bandara Sentani,setelah melakukan penerbangan dari Jakarta, menggunakan penerbangan udara Express Air, dengan nomor seri penerbangan PK-TXD boing 737... Read More

§ http://papuapost.com/2008/12/713/ @ Desember 19th, 2008  © admin   Category:Asiaoceania   Tags:   ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark



Copyright © 2010 - Suara Papua Merdeka . All rights reserved.
WoodocsLight Theme - By KOTEK@Webmaster. - Style based on YUI Docs & Theme Functions from Blog.txt
Powered by WordPress Entries (RSS) and - Comments (RSS) -