Jumat, Maret 12, 2010 9:43 - admin
JAYAPURA [PAPOS] -Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai, sidang Viktor Yemo yang didakwa kaus Makar, sama saja penegak hukum mengadili sebuah wacana.
Hal tersebut dikatakan oleh Humas KNPB Mako Tabuni kepada Papua Pos, Kamis (11/3), di Pengadilan Negeri Jayapura. Menurut Mako Tabuni, Jaksa dan Majelis Hakim yang mengadili Viktor Yemo dalam kasus maker, sama saja Majelis Hakim dan Jaksa mengadili sebuah wacana.
Mako Tabuni mengatakan, Viktor Yemo melakukan aksi unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan Rakyat Papua mengapa harus diadili dan di cap maker.“Itu berarti hukum di negeri ini tidak adil,”imbuhnya.
Kata Mako, aksi yang dilakukan oleh Viktor merupakan penyampaian harapan... Read More
Jumat, Februari 26, 2010 19:03 - admin
JAYAPURA–MI: Seorang tukang ojek, Moganif Pulanca, 32, Jumat (26/2) pagi, sekitar pukul 09.00 WIT, ditemukan tewas mengenaskan di pinggir jalan kampung Muyukwi, Mulisa, Kabupaten Puncak Jaya, Papua.
Kapolres Puncak Jaya AKB Alek Korwa yang dihubungi dari Jayapura membenarkan temuan mayat yang setelah diselidiki ternyata tukang ojek. Korban meninggal akibat dikampak di rahang kiri tembus leher belakang.
Saat ditemukan sepeda motor korban nampak menindih tubuhnya. Lokasi temuan jasad korban yang terletak di sekitar kota Mulia atau tiga kilometer dari Polres Mulia, berdasarkan laporan masyarakat yang menemukan sesosok mayat di pinggir jalan.
Setelah diselidiki ternyata korban adalah Moganif... Read More
Jumat, Oktober 23, 2009 9:44 - admin
JAYAPURA-Pasca penembakan di areal pertambangan PT Freeport Indonesia, Selasa (20/10) yang mengakibatkan 2 orang karyawan Freeport terluka, tampaknya sedikit mulai mengganggu operasional, salah satu tambang emas terbesar di dunia itu.
Pasalnya demi untuk pengamanan, kegiatan operasional Freeport pada malam hari untuk sementara dihentikan. Sedangkan kegiatan siang hari berjalan normal.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi Drs Agus Rianto saat dikonfirmasi Bintang Papua di Mapolda Papua di Jayapura, Rabu (21/10).
Menurut Agus Rianto, Polda Papua belum menemukan pelaku yang sebenarnya. Pasca penembakan pihaknya terus mendalami kasus ini dan menugaskan anggota... Read More
Sabtu, September 26, 2009 1:25 - admin
Wawancara PAPUATIME WPToday (Enarotali) – Panglima Operasi Papua Merdeka (OPM), Makodam IV Paniai Papua Barat, Tadius Yogi menolak bertemua dengan Menko Kesra Republik Indonesia, Aburizal Bakrie yang dijadwal pada tanggal 9 September 2009. Tadius Yogi menolak bertemu Menko Kesra karena pertahanan puluhan tahun di hutan Papua Barat adalah bukan soal makan minum.
“Kami tidak bisa didekati dengan soal makam dan minum. Ini bukan soal kesejahteraan. Kami pertahankan perjuangan selama puluhan ini bukan soal makan minum. Kami pertahankan Kemerdekaan Papua Barat (1 Desember 1961) yang pernah dicuri Indonsia,” katanya kepada WPToday.
“Katanya, pemerintah Indonesia melalui Menko Kesra menyiapkan... Read More
Sabtu, Mei 30, 2009 1:06 - admin
JAKARTA (PAPOS) –Polda Papua menyiapkan satu kapal polisi perairan (Polair) sebagai tempat negoisiasi dan sejumlah perahu kayu di dekat lapangan terbang perintis Kapeso, Distrik Mamberamo Hilir, Kabupaten Mamberamo Raya yang telah dikuasai kelompok bersenjata sejak 19 Mei 2009.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira di Jakarta, Jumat (29/5) kemarin, mengatakan, kapal Polair dipakai sebagai sarana negosiasi antara polisi dengan kelompok bersenjata.”Kapal Polri itu dilengkapi dengan pengeras suara sehingga dapat dipakai untuk menghimbau warga agar meninggalkan lapangan terbang,” katanya.
Sedangkan sejumlah perahu disediakan untuk warga yang bersedia meninggalkan... Read More
Sabtu, Mei 30, 2009 1:03 - admin
JAYAPURA (PAPOS) –Kapolda Papua Irjen Pol. FX Bagus Ekodanto menyesalkan terjadinya pengibaran bintang kejora di salah satu SMP sekitar Hawaii, Sentani, Kabupaten Jayapura Jumat (29/5) kemarin. Pasalnya, tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab itu bisa membuat panik warga Sentani.
Informasi yang dihimpun media ini, pengibaran dilakukan sekitar pukul 06.00 WIT tepatnya ditiang bendera SMP tersebut. Namun, setelah setengah jam kemudian bendera kembali diturunkan oleh seseorang. “ Kami sampai saat ini masih mencari tahu kebenarannya,” jelasnya kepada wartawan Jumat (29/5) kemarin, di Mapolda Papua.
Selanjutnya Kapolda menyampaikan Polisi belum bisa menyatakan kalau pengibaran itu benar... Read More