JAYAPURA—Aksi Kelompok separatis OPM di Kabupaten Puncak Jaya, kian menjadi-jadi. Rabu 4 Agustus sekitar pukul 18.30 WIT di Kampung Wuyuneri Distrik Mulia Puncak Jaya, kelompok OPM anak buah Goliat Tabuni ini, dilaporkan menembak mati warga, salah seorang pemilik kios. Namun, hal itu baru diketahui, Kamis 5 Agustus, kemarin. Juru Bicara Polda Papua Kombes Wachyono saat [...]
Baca Selengkapnya »
Gustaf Kawer,SH,M.SiJayapura—Putusan Majelis Hakim PN Jayapura yang dipimpin M. Zubaidi Rahmat,SH atas terdakwa Vicktor Yeimo alias Vicky yang membebaskan dari dakwaan makar, yang kemudian menyatakan terbukti atas dakwaan penghasutan sehingga divonis 1 tahun penjara, proses hukumnya bakal memakan waktu lama. Hal itu karena, selain Jaksa Penuntut Umum yang langsung menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi usai [...]
Baca Selengkapnya »
Selpius Boby dan rekan-rekannya sat memberika keterangan pers Jayapura—Viktor Yeimo yang sebelumnya dituntut penjara 3 tahun, karena didakwa dengan primair pasal 106 KUHP tentang makar subsidair pasal 160 tentang tindakan penghasutan, dinyatakan tidak terbukti oleh Majelis Hakim yang diketuai M. Zubaidi Rahmat,SH. Demikian terungkap dalam sidang putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jayapura kemarin. Dalam amar [...]
Baca Selengkapnya »
JAYAPURA – Kelompok orang tak dikenal (OTK) kembali berulah di Puncak Jaya, Papua. Rabu (21/7) sekitar pukul 17.00 WIT lalu, tepatnya di wilayah Kampung Kalome, Distrik Tingginambut, Puncak Jaya mereka membakar tiga unit mobil jenis Strada yang datang dari arah Wamena menuju Mulia, Puncak Jaya. Akibat peristiwa ini, tiga mobil itu hangus terbakar. Tidak hanya [...]
Baca Selengkapnya »
Nusantara / Kamis, 22 Juli 2010 11:05 WIB Metrotvnews.com, Jayapura: Panglima Organisasi Papua Merdeka, Goliath Tabuni, Kamis (22/7), tetap enggan menyerahkan diri. Diduga, Goliath mendalangi penembakan dan pembakaran konvoi mobil dari Wamena ke Puncak Jaya Mulia. Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi Bekto Suprapto telah memberikan ultimatum kepada Goliath. Tapi, ultimatum itu tak digubris. [...]
Baca Selengkapnya »
Mayor Jenderal TNI, Hotma Marbun JAYAPURA [PAPOS] – Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI, Hotma Marbun membantah bahwa, kunjungannya di Kabupaten Puncak Jaya bersama Kapolda Papua beberapa hari yang lalu terkait deadline Bupati, Lukas Enembe terhadap kelompok bersenjata yang tak sepaham dengan NKRI diwilayah tersebut. “Kunjungan di Puncak Jaya bersama Kapolda waktu itu hanya mengecek [...]
Baca Selengkapnya »
Aparat Polresta Jayapura dan Polsek Abepura, Jumat (21/8), mengamankan tujuh orang yang diduga mengetahui aktivitas markas TPN OPM di Abe Gunung Jayapura Papua. Ini dilakukan saat siang harinya aparat kepolisian menggerebek markas itu. Ditemukan tiga bendera Bintang Kejora, puluhan peluru senapan M-16, senjata tajam, dokumen beserta stempel, kliping media, dan kamera. Penggerebekan ini tak berhasil [...]
Baca Selengkapnya »
JAYAPURA, KOMPAS.com – – Kelompok kriminal bersenjata di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, menyergap mobil sipil yang terletak di 2 kilometer dari pos TNI, Rabu (21/7/2010) sore. Berikut kronologi kasus penembakan dan pembakaran mobil oleh kelompok kriminal bersenjata di Puncak Jaya yang diterima Kompas, Kamis (22/7/2010) pagi. Pada hari Rabu, terjadi penghadangan, penembakan, dan pembakaran [...]
Baca Selengkapnya »
JAYAPURA [PAPOS] -Rencana penambahan pasukan sebanyak 1 SSK ke Puncak Jaya (Puja), pasca kasus penembakan yang diduga dilakukan anggota OPM hingga menewaskan satu anggota Brimob, Senin (14/6)lalu. Oleh Dewan Perwakilan Rakyat Papua dinilai hanya sebagai masalah baru di wilayah tersebut, dan bukan menyelesaikan masalah.“Penambahan pasukan seperti yang sudah diberitakan, sama sekali tidak menjawab keinginan masyarakat [...]
Baca Selengkapnya »
-
Alam Bicara
Asiaoceania
Bio-Terror
Buku & Situs
Demo & Aksi
Eco-Terror
Editorial & Column
Etnosida
Genosida
Gerilya
Global
Masyarakat Adat
Media WPM
Melanesia
NKRI Bangkrut
Opini & Analisis
Otonomisasi
Papua Merdeka
Penghianat
Perempuan Papua
Pesan Khusus
Publikasi
Rilis Pers
Roundups
Sejarah
Senasib
Surat
Terorisme
Terror Jihad
Terror Negara
Topik WPM
Uncategorized
Wawancara
West Papua
- Berita Duka, Letnan General Hosea Waker Meninggal Dunia 30 Agustus 2010
- Setelah Ancam-Mengancam Polda Papua vs. Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua
- Tugas Kenegaraan MRP Belum Selesai
- Keluarga Opinus Tabuni Pertanyakan Kerja Polisi
- Pengadilan HAM dan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Tak Digubris
- Stop! Stigmatisasi OPM, Makar dan Separatis
- DEKLARASI FORUM GERAKAN PEMUDA BAPTIS PAPUA (Declaration Forum of the Youth Baptist of Papua Movment)
- Melanie Higgins, Tanyakan Soal Pemanggilan Sokrates
- FGPBP Ancam Duduki Polda Papua
- Amerika Tak Dukung Papua Merdeka
- DPRP Tetap Ajukan Judicial Review UU Otsus
- Pemanggilan Socrates Dinilai Prematur
- Raperdasus Pemilihan MRP Jadi Prioritas
- Rumah Warga Asmat Tersebar di Pinggiran Sungai
- Perubahan UU Otsus Dinilai Inkonstitusional
- DPRP Akan Ajukan Judicial Review UU Otsus
- Warga Perbatasan RI – PNG Butuh Sentuhan Pembangunan
- Berita Duka: Telah Meninggal Dunia Pejuang Pemuda Papua, Oten/Sony Uaga 14 Agustus 2010
- Kasus Puncak Jaya, Polisi Belum Profesional
- Dialog Jakarta Papua Anti Referendum
- Balada Negeri “Baku Tawar”
- Polda Diminta Stop Panggil Sokrates
- Papua Road Map,Ungkap 4 Isu Utama Peta Konflik
- Orang Papua Berbicara, Pasti Dihukum
- Sokrates Tidak Gentar !
- Mengapa Hanya Sokrates?
- Apa yang Seharusnya Dilakukan Bilamana Rev. S.S. Yoman Ditangkap?
- Socrates Terancam Dijemput Paksa
- Merpati Tergelincir di Bandara Manokwari
- Kemerdekaan Papua Barat gagal tanpa dukungan regional
Berita Duka, Letnan General Hosea Waker Meninggal Dunia 30 Agustus 2010
Thursday, September 2, 2010 12:32 - adminTags: berita duka (4), gerilya rimba (66), TPN/OPM (13)
Dear All, yang kami hormati dan khususnya kepada para pejuang, pemerhati dan pembelah hak-hak dasar masyarakat West Papua dari tirani Kolonial, Kapitalis dan Imprealisme. Bahawa hari ini, Tanggal 30 Agustus,... [Read more]
Setelah Ancam-Mengancam Polda Papua vs. Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua
Tuesday, August 31, 2010 18:54 - adminTags: dinamika (8), features (230), gelagat penjajah (134), HAM (46), hukum kolonial (68)
Setelah beberapa kali Polda Papua melayangkan Surat Panggilan atau panggilan terbuka lewat media massa kepada Rev. Sofyan Yoman dan bahkan mengancam untuk menjemput paksa, baru-baru ini Pemuda Baptis... [Read more]
Stop! Stigmatisasi OPM, Makar dan Separatis
Sunday, August 29, 2010 16:12 - adminTags: features (230), gelagat Papua "M" (31), gerilya kota (60), tokoh Papua Merdeka (7)
Sokrates Y Yoman, minta semua pihak stop setikmasisasi OPM makar dan separatis terhadap orang Papua.Jayapura—Ketua Umum PGBP, Pdt. Dumma S.S. Yoman meminta semua pihak agar menghentikan stigmatisasi... [Read more]
FGPBP Ancam Duduki Polda Papua
Thursday, August 26, 2010 16:29 - adminTags: demonstrasi (31), dinamika (8), pernyataan (10)
JUBI — Forum Gerakan Pemuda Baptis Papua (FGPBP) mengancam akan menduduki Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Papua, kalau saja tetap dilakukan pemanggilan terhadap Socratez Sofyan Yoman. Sofyam Yoman... [Read more]
Amerika Tak Dukung Papua Merdeka
Thursday, August 26, 2010 14:26 - adminTags: dukungan internasional (33), features (230), otsus gagal (46)
JAYAPURA—Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) mempertanyakan tentang pelaksanaan Otsus di Papua. Pasalnya, terdapat suatu kelalaian yang menyebabkan perkembangan pembangunan di Provinsi... [Read more]
Most Commented
Recent Comments
Sudah jadi rahasia umum di wilayah papua bahwa kepolisian republik indonesia tidak mampu mengikuti proses reformasi kelembagaan polisi. masih berperilaku suka-suka saya, apalagi di Papua, menjadi penindas rakyat, makanya jangan heran kalau orang Papua Barat menganggap kelakuanya seperti kolonial dan memang mereka penjajah, padahal dimulut bilang saudara....bangsa abu..seseeee!!!
Sangat memalukan, Bangsa ini sebenarnya apa sih maunya. dengan Malaysia saja urusannya tidak beres lalu kenapa mau urus dengan Bangsa lain?? sangat lucu ha ha ha. Uruslah dirimu sendiri dan jangan mencampur urusan bangsa lain, Hukum bangsa ini tidak bisa berlaku di bangsa lain, kecuali Bangsa Papua menggunakan Hukumnya sendiri. Stop sandiwara dengan bangsa lain, dirimu saja tidak urus kok. (-VIVA WEST PAPUA-)
Pengamat sutuasi puncak jaya sejak tahun 2003sampai dengan saat ini adalah inisiator utama ada di pemerinta atau kepala daerah dengan jayaran kerjasaama membuat dengan tuyuan memiliki kekuasaan, sampai medatangkan Bapak G Tabuni dari timika dan banyak orang menjadi kontrak isi hati dan terhikat dengan kesemagatan menggenai OPM Sehinga samapi saat ini berupa tawaran dari anak pungun bakan toko agama dan toko masyarakat tak bisa dengar mengakibat kan masyarakat puncak jaya dalam keadaan beropang-amping di negriNya sendiri.
Suara Nabi Pribumi Papua: Permasalahan yang terjadi pada tahun 1961 yakni perjanjian thun 1962 antara Indonesia dan Kerajaan Belanda bahwa, Indonesia akan mendidik orang-orang Papua selama 25 tahun, kemudian Indonesia akan memberikan kewenangan penuh kepada orang Papua untuk memerdekakan diri, lalu mengolah hasil kekayaannya. Tetapi mengapa orang Indonesia tidak meu mengakui perjanjian 1962 di PBB, Ada apa dibalik itu.? persoalan itu perlu dipertanyakan ke dalam. Dalam hal ini Kami sebagai para pemberita kabar baik (Injil) di seseluruh Papua menyampaikan kepada PBB tolong periksa kembali arsil perjanjian antara Indonesia dan Kerajaan Belanda yang ditanda tangani oleh PBB sendiri. Persoalan ini PBB harus buka mata, dan segerah menyelesaikan persoalan Papua Barat. Pappua Barat sudah merdeka pada tanggal 1 Desember Tahun 1961 di Kota Numbai. Sekian ratusan ribu jiwa Umat-Nya telah ditewaskan oleh negara kolonial Indonesia dan Amerika serikat, tanpa mengetahui pemilik makluk Tuhan di Tanah Papua. mereka adalah milik Allah dan pemilik hak ulayat tanah Papua negeri idaman orang-orang hitam. Para nabi di Tanah Papua mengatakan kepada Bangsa Indonesia dan Amerika adalah perampok terbasar di seluruh dunia, kedua bangsa yang tamak: keinginan untuk memiliki banyak/ rakus biar pemilik mati dan binasa. dalam hal ini hamba Tuhan tidak bisa menyebut kedua bangsa ini adalah bangsa yang rakus tanpa mengetahui fakta yang jelas. Hamba Tuhan bicara atas kebenaran, dan kebenaran itu tidak boleh disembunyikan di dalam tanah. sebagai hamba Tuhan akan terus berbicara secara benar, fakta, jelas dan akhurat. Bangsa Indonesia dan Amerikan segera mengambil komit mengaku atas dosa-dosa yang telah dilakukan selama ini, engkau berhasil menipu orang Papua yang waktu itu kau anggap bodoh, badaki, primitif dengan tujuamu untuk mengambil Kekayaan Orang Papua diantaranya PT FRIPOTS DAN BAHAN BAKAR di Sorang Papua. Dunia tolong bicara barang ini, PBB segerah menyelesaikan persoalan Papua, sebelum murka Allah menimpah bangsa-bangsa yang sedang makan kekayaan dari orang-orang miskin pemilik tanah Papua. Persoalan/Kemerdekaan Papua dari penindasan, kemiskinan, kebodohan, Para hamba Tuhan di Tanah Papua kami akan terus bicara sampai Tuhan Yesus datang untuk menghakimi Indonesia, Amerika dan bangsa2 di seluruh dunia. TUHAN YESUS MEMBERKATI :............................................. Tuhan Yesus mau Papua Merdeka.!
Selamat jalan saudara-ku tercinta, Pemuda yang sangat berani dan gagah mengorbankan dirinya demi Pembebasan dari penderitaan rakyat semesta, perjuangan-mu kami generasi muda yang ditinggalkan akan melanjutkan hingga titik darah penghabisan. West Papua harus merdeka dari bangsa penjajah ini. Almarhum adalah contoh yang patut dicontoi oleh segenap generasi muda West Papua dimana pun berada, janganlah mengurus diri sendiri tentang urusan-urusan yang tidak jelas. ada pepatah kata mengatakan; "Seribu bintang di langit hanya satu Bintang Kejora, Seribu Generasi muda yang ada di tanah air kita West Papua hanya satu-satu tuk mengorbankan diri" Bagaimana jika generasi muda West Papua gaya dan cara berfikir sama dengan almarhum, saya tidak tahu wilayah ini akan cepat berupa, tapi tidak jadi masalah yang terpenting adalah kami generasi muda tidak ada salahnya belajar dari pengalaman almarhum. Kami turut berduka cita, bagi keluarga besar Uaga yang telah ditinggalkan baik di Papua maupun teman-temannya yang di luar Papua kiranya ditabahkan dan dengan ini kami bisa dapat belajar bersama pengalaman yang berharga ini. Kami dari keluarga besar Messet mengucapkan selamat jalan saudara almarhum yang tercinta, sudi kiranya arwahnya di terima di sisi Tuhan yang Maha Kuasa, serta dipangkuan yang Mulia. Selamat Jalan Saudara-ku yang tercinta, walau berbeda alam namun kami selalu mengenamu atas pengorbanan dan keteladanannya. (-VIVA WEST PAPUA-)