Jumat, Februari 6, 2009 2:43 - bomay

Salam Melalui serangkain proses yang dilakukan hampir selama 2 tahun, akhirnya kami di Tabloid Jubi bersama VHR Book dan FES bisa menerbitkan sebuah buku karya jurnalis Papua yang memaparkan persoalan HIV/AIDS, Otsus dan Respek dan Perang Suku di Papua. Untuk itu, kami mengundang rekan2 sekalian untuk menghadiri acara peluncuran buku Luka Papua : HIV, Otsus dan Perang Suku tersebut pada Hari/tanggal : Jumat, 6 Februari 2009 Tempat : Hotel Matoa, Jayapura Waktu : 09.00 – 12.00 Terimakasih Victor Mambor LUKA PAPUA ; HIV, OTSUS DAN PERANG SUKU. (SEBUAH BUKU, KARYA JURNALISTIK JURNALIS MUDA PAPUA) Written by Administrator Friday, 19 December 2008 Sebuah karya... Read More

§ http://papuapost.com/2009/02/805/ @ Februari 6th, 2009  © bomay   Category:Buku & Situs   Tags: penerbitan buku  ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark


Senin, Juli 7, 2008 2:22 - admin

TIMIKA-Pemerintah Daerah Provinsi Papua dengan dukungan PT Freeport Indonesia menerbitkan buku “Mengenal Papua” karangan Dr. Kal Muller. Jumat (4/7) kemarin bertempat di Hotel Sheraton, Dr. Kal Muller yang merupakan ahli sejarah dan anthropologi itu, meluncurkan buku berjudul “Mengenal Papua“. Buku ini ia tulis selain sebagai persembahan rasa cintanya kepada Papua, juga bertujuan memberikan pengenalan mengenai Papua, khususnya kepada pelajar dan mahasiswa asli Papua serta khalayak umum atas keterbatasan informasi tentang sejarah dan budaya Papua. Read More AKPC_IDS += "235,";Popularity: 17% [?] Read More →

§ http://papuapost.com/2008/07/235/ @ Juli 7th, 2008  © admin   Category:Buku & Situs   Tags:   ±  Komentar Dimatikan    ÷  Share & Bookmark


Minggu, Desember 30, 2007 7:43 - admin

Jaksa Agung RI melarang buku Tenggelamnya Rumpun Melanesia (Yogyakarta, Galang Press, 2007) karya Sendius Wonda karena kejaksaan menganggapnya bisa ‘mengganggu ketertiban umum’. Kalau kita cermati substansinya, secara eksplisit dan berulang-ulang di dalam bukunya, Wonda berpendapat bahwa penyebaran pesat HIV/AIDS, kegemaran pada minuman keras di kalangan orang asli Papua, kekerasan aparat negara (TNI/Polri), kehadiran OPM, Keluarga Berencana, transmigrasi dan migrasi spontan serta ‘islamisasi’ di Papua adalah hasil program terencana pemerintah RI untuk memusnahkan orang asli Papua (ras Melanesia) yang juga beragama Kristen. Tren Wondaisme Tren Wondaisme—diambil dari nama penulisnya—bukanlah... Read More

§ http://papuapost.com/2007/12/1042/ @ Desember 30th, 2007  © admin   Category:Buku & Situs   Tags:   ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark


Minggu, Agustus 1, 2004 14:42 - admin

Tuesday, 31 August 2004 Written by ambolom Monday, 30 August 2004 YOGYAKARTA [WPNews] – “Walaupun dalam pengantarnya, Saudara Sem Karoba dan kawan-kawan (Tim Penulis, Red) menyatakan diri bahwa bukan politisi, tapi setelah saya membacanya ternyata buku ini sudah sangat jelas adalah sebuah manifesto politik. Karena hampir semua isi buku ini memuat pertanyaan-pertanyaan politik yang menggugat “proyek otonomisasi NKRI di Papua Barat”. Pernyataan-pertanyaan politik itu senantiasa didahului dengan paparan kasus untuk memperkuat pernyataan yang dikedepankan serta diakhiri dengan sederetan pertanyaan-pertanyaan tajam.” Demikian AA. GN. Ari Dwipayana, SIP, MSi, dosen Fisipol UGM, ketika tampil... Read More

§ http://papuapost.com/2004/08/1284/ @ Agustus 1st, 2004  © admin   Category:Buku & Situs   Tags: Sem Karoba  ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark


AKPC_IDS += ",";Popularity: unranked [?] Read More →

§  @   ©    Category:Tak Berkategori   Tags:   ±  Komentar Dimatikan    ÷  Share & Bookmark

More in Category: Tak Berkategori


Rabu, Agustus 20, 2008 10:51 - admin

Untuk Siaran Media 18 Agustus 2008. Pernyataan bersama Amnesty International, East Timor and Indonesia Action (ETAN), dan Team Advokasi Papua Barat sehubungan dengan Surat Kongres kepada Presiden SB Yudoyono. Pada tanggal 29 July 2009, empat puluh anggota Perwakilan Rakyat Amerika mengirimkan sebuah surat kepada Presiden Republik Indonesia, Bapa Susilo Bambang Yudhoyono memohon agar beliau membebaskan dua tahanan politik yakni Filep Karma dan Yusak Pakage. Karma dan Pakage kini sedang menjalani 10 dan 15 tahun masa tahanan karena mengibarkan bendera Bintang Kejora, dalam sebuah demonstrasi damai di Abepura, Papua, Indonesia. Amnesty International menjadikan mereka sebagai tawanan hatinurani “prisoner... Read More

§ http://papuapost.com/2008/08/395/ @ Agustus 20th, 2008  © admin   Category:Rilis Pers   Tags:   ±  Comments (0)    ÷  Share & Bookmark



Copyright © 2010 - Suara Papua Merdeka . All rights reserved.
WoodocsLight Theme - By KOTEK@Webmaster. - Style based on YUI Docs & Theme Functions from Blog.txt
Powered by WordPress Entries (RSS) and - Comments (RSS) -