JAYAPURA—Ketua DPRP Drs John Ibo MM menegaskan pihaknya tetap mengajukan Judicial Review (Uji Material ) terhadap UU No 21 tahun 2001 tentang Otsus Papua terutama pasal 7 huruf a yang menyebutkan Gubernur Provinsi Papua dipilih oleh DPRP. Tapi pasal ini kemudian dihapuskan ketika UU No 21 Tahun 2001 diubah menjadi UU No 35 Tahun 2008. [...]
Baca Selengkapnya »
JAYAPURA-Pembahasan peraturan daerah khusus (Perdasus) tentang pemilihan anggota MRP (Majelis Rakyat Papua) tahun 2010-2015 bakal menjadi program prioritas bagi Badan Legislasi (Baleg) DPRP yang baru saja terbentuk unsur pimpinannya, Senin (22/8) kemarin. Wakil Ketua Baleg DPRP, Alberth Bolang,SH,MH kepada Cenderawasih Pos mengakui bahwa Baleg telah memprioritaskan pembahasan Raperdasus tentang tata cara pemilihan anggota MRP tersebut. [...]
Baca Selengkapnya »
JAYAPURA—Perubahan atas UU No 21 Tahun 2001 tentang Otsus Papua menjadi UU No 35 Tahun 2008 terutama pada pasal 7 huruf a bahwa Gubernur Provinsi Papua dipilih oleh DPRP, namun demikian, setelah UU No 21 Tahun 2001 diubah menjadi UU No 35 Tahun 2008 pasal ini dihilangkan. Hal ini dinilai inkonstitusional atau melanggar aturan [...]
Baca Selengkapnya »
JAYAPURA-Perubahan Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) Papua No. 21 Tahun 2001 menjadi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2008, tampaknya menjadi perhatian serius DPRP. Bahkan, DPRP akan melakukan judicial review (uji materi) ke Mahkmah Konstitusi (MK). Untuk keperluan itu, DPRP juga telah menunjuk Tim Advokasi Hukum yang diketuai oleh Bambang Wijojanto, seorang advokat yang pernah merintis kariernya di [...]
Baca Selengkapnya »
Jayapura—Berbeda dengan yang sering diungkapkan sejumlah tokoh ataupun kelompok masyarakat termasuk LSM di Kota Jayapura, pandangan tentang kegagalan Otsus dari kacamata seorang Kepala Distrik di wilayah Pedalaman, terutama di Pegunungan Tengah Papua. Seperti diungkapkan oleh Kadistrik Tigibarat Fransiskus IGN Bobii, bahwa komitmen Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten beserta instansi teknisnya dalam membangun kampung yang menjadikan [...]
Baca Selengkapnya »
JAYAPURA—Pemerintah pusat dinilai lambat menanggapi tuntutan aspirasi penolakan Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang berkali kali disampaikan massa MRP kepada DPRP. Terkait dengan itu, DPRP didesak segera mengelar sidang istimewa guna mengakomodir tuntutan referendum ulang bagi rakyat Papua pada tahun 2010 dan peralihan negara RI kepada Negara Republik Papua Barat tanpa syarat dalam pengawasan Dewan Keamanan [...]
Baca Selengkapnya »
JAYAPURA—Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) merespons kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera melakukan audit terhadap penggunaan dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Hal ini disampaikan Ketua Fraksi Demokrat dan Ketua Komisi A DPRP, Ruben Magai S.IP ketika dikonfirmasi Bintang Papua di Gedung DPRP, Selasa (3/8) berkaitan dengan rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk melakukan audit [...]
Baca Selengkapnya »
Jakarta [PAPOS] – Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Yorris Raweyai menegaskan, berbagai masalah Papua harus bisa diselesaikan secara tuntas pada masa kepemimpinan terakhir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Kita inginkan pada periode SBY-Boediono ini kita mampu untuk menyelesaikan Papua dan Aceh, sehingga kredibilitas bangsa ini di mata internasional bisa tercapai dengan cara yang demokratis, berkeadilan, [...]
Baca Selengkapnya »
-
Alam Bicara
Asiaoceania
Bio-Terror
Buku & Situs
Demo & Aksi
Eco-Terror
Editorial & Column
Etnosida
Genosida
Gerilya
Global
Masyarakat Adat
Media WPM
Melanesia
NKRI Bangkrut
Opini & Analisis
Otonomisasi
Papua Merdeka
Penghianat
Perempuan Papua
Pesan Khusus
Publikasi
Rilis Pers
Roundups
Sejarah
Senasib
Surat
Terorisme
Terror Jihad
Terror Negara
Topik WPM
Uncategorized
Wawancara
West Papua
- Berita Duka, Letnan General Hosea Waker Meninggal Dunia 30 Agustus 2010
- Setelah Ancam-Mengancam Polda Papua vs. Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua
- Tugas Kenegaraan MRP Belum Selesai
- Keluarga Opinus Tabuni Pertanyakan Kerja Polisi
- Pengadilan HAM dan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Tak Digubris
- Stop! Stigmatisasi OPM, Makar dan Separatis
- DEKLARASI FORUM GERAKAN PEMUDA BAPTIS PAPUA (Declaration Forum of the Youth Baptist of Papua Movment)
- Melanie Higgins, Tanyakan Soal Pemanggilan Sokrates
- FGPBP Ancam Duduki Polda Papua
- Amerika Tak Dukung Papua Merdeka
- DPRP Tetap Ajukan Judicial Review UU Otsus
- Pemanggilan Socrates Dinilai Prematur
- Raperdasus Pemilihan MRP Jadi Prioritas
- Rumah Warga Asmat Tersebar di Pinggiran Sungai
- Perubahan UU Otsus Dinilai Inkonstitusional
- DPRP Akan Ajukan Judicial Review UU Otsus
- Warga Perbatasan RI – PNG Butuh Sentuhan Pembangunan
- Berita Duka: Telah Meninggal Dunia Pejuang Pemuda Papua, Oten/Sony Uaga 14 Agustus 2010
- Kasus Puncak Jaya, Polisi Belum Profesional
- Dialog Jakarta Papua Anti Referendum
- Balada Negeri “Baku Tawar”
- Polda Diminta Stop Panggil Sokrates
- Papua Road Map,Ungkap 4 Isu Utama Peta Konflik
- Orang Papua Berbicara, Pasti Dihukum
- Sokrates Tidak Gentar !
- Mengapa Hanya Sokrates?
- Apa yang Seharusnya Dilakukan Bilamana Rev. S.S. Yoman Ditangkap?
- Socrates Terancam Dijemput Paksa
- Merpati Tergelincir di Bandara Manokwari
- Kemerdekaan Papua Barat gagal tanpa dukungan regional
Berita Duka, Letnan General Hosea Waker Meninggal Dunia 30 Agustus 2010
Thursday, September 2, 2010 12:32 - adminTags: berita duka (4), gerilya rimba (66), TPN/OPM (13)
Dear All, yang kami hormati dan khususnya kepada para pejuang, pemerhati dan pembelah hak-hak dasar masyarakat West Papua dari tirani Kolonial, Kapitalis dan Imprealisme. Bahawa hari ini, Tanggal 30 Agustus,... [Read more]
Setelah Ancam-Mengancam Polda Papua vs. Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua
Tuesday, August 31, 2010 18:54 - adminTags: dinamika (8), features (230), gelagat penjajah (134), HAM (46), hukum kolonial (68)
Setelah beberapa kali Polda Papua melayangkan Surat Panggilan atau panggilan terbuka lewat media massa kepada Rev. Sofyan Yoman dan bahkan mengancam untuk menjemput paksa, baru-baru ini Pemuda Baptis... [Read more]
Stop! Stigmatisasi OPM, Makar dan Separatis
Sunday, August 29, 2010 16:12 - adminTags: features (230), gelagat Papua "M" (31), gerilya kota (60), tokoh Papua Merdeka (7)
Sokrates Y Yoman, minta semua pihak stop setikmasisasi OPM makar dan separatis terhadap orang Papua.Jayapura—Ketua Umum PGBP, Pdt. Dumma S.S. Yoman meminta semua pihak agar menghentikan stigmatisasi... [Read more]
FGPBP Ancam Duduki Polda Papua
Thursday, August 26, 2010 16:29 - adminTags: demonstrasi (31), dinamika (8), pernyataan (10)
JUBI — Forum Gerakan Pemuda Baptis Papua (FGPBP) mengancam akan menduduki Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Papua, kalau saja tetap dilakukan pemanggilan terhadap Socratez Sofyan Yoman. Sofyam Yoman... [Read more]
Amerika Tak Dukung Papua Merdeka
Thursday, August 26, 2010 14:26 - adminTags: dukungan internasional (33), features (230), otsus gagal (46)
JAYAPURA—Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) mempertanyakan tentang pelaksanaan Otsus di Papua. Pasalnya, terdapat suatu kelalaian yang menyebabkan perkembangan pembangunan di Provinsi... [Read more]
Most Commented
Recent Comments
Sudah jadi rahasia umum di wilayah papua bahwa kepolisian republik indonesia tidak mampu mengikuti proses reformasi kelembagaan polisi. masih berperilaku suka-suka saya, apalagi di Papua, menjadi penindas rakyat, makanya jangan heran kalau orang Papua Barat menganggap kelakuanya seperti kolonial dan memang mereka penjajah, padahal dimulut bilang saudara....bangsa abu..seseeee!!!
Sangat memalukan, Bangsa ini sebenarnya apa sih maunya. dengan Malaysia saja urusannya tidak beres lalu kenapa mau urus dengan Bangsa lain?? sangat lucu ha ha ha. Uruslah dirimu sendiri dan jangan mencampur urusan bangsa lain, Hukum bangsa ini tidak bisa berlaku di bangsa lain, kecuali Bangsa Papua menggunakan Hukumnya sendiri. Stop sandiwara dengan bangsa lain, dirimu saja tidak urus kok. (-VIVA WEST PAPUA-)
Pengamat sutuasi puncak jaya sejak tahun 2003sampai dengan saat ini adalah inisiator utama ada di pemerinta atau kepala daerah dengan jayaran kerjasaama membuat dengan tuyuan memiliki kekuasaan, sampai medatangkan Bapak G Tabuni dari timika dan banyak orang menjadi kontrak isi hati dan terhikat dengan kesemagatan menggenai OPM Sehinga samapi saat ini berupa tawaran dari anak pungun bakan toko agama dan toko masyarakat tak bisa dengar mengakibat kan masyarakat puncak jaya dalam keadaan beropang-amping di negriNya sendiri.
Suara Nabi Pribumi Papua: Permasalahan yang terjadi pada tahun 1961 yakni perjanjian thun 1962 antara Indonesia dan Kerajaan Belanda bahwa, Indonesia akan mendidik orang-orang Papua selama 25 tahun, kemudian Indonesia akan memberikan kewenangan penuh kepada orang Papua untuk memerdekakan diri, lalu mengolah hasil kekayaannya. Tetapi mengapa orang Indonesia tidak meu mengakui perjanjian 1962 di PBB, Ada apa dibalik itu.? persoalan itu perlu dipertanyakan ke dalam. Dalam hal ini Kami sebagai para pemberita kabar baik (Injil) di seseluruh Papua menyampaikan kepada PBB tolong periksa kembali arsil perjanjian antara Indonesia dan Kerajaan Belanda yang ditanda tangani oleh PBB sendiri. Persoalan ini PBB harus buka mata, dan segerah menyelesaikan persoalan Papua Barat. Pappua Barat sudah merdeka pada tanggal 1 Desember Tahun 1961 di Kota Numbai. Sekian ratusan ribu jiwa Umat-Nya telah ditewaskan oleh negara kolonial Indonesia dan Amerika serikat, tanpa mengetahui pemilik makluk Tuhan di Tanah Papua. mereka adalah milik Allah dan pemilik hak ulayat tanah Papua negeri idaman orang-orang hitam. Para nabi di Tanah Papua mengatakan kepada Bangsa Indonesia dan Amerika adalah perampok terbasar di seluruh dunia, kedua bangsa yang tamak: keinginan untuk memiliki banyak/ rakus biar pemilik mati dan binasa. dalam hal ini hamba Tuhan tidak bisa menyebut kedua bangsa ini adalah bangsa yang rakus tanpa mengetahui fakta yang jelas. Hamba Tuhan bicara atas kebenaran, dan kebenaran itu tidak boleh disembunyikan di dalam tanah. sebagai hamba Tuhan akan terus berbicara secara benar, fakta, jelas dan akhurat. Bangsa Indonesia dan Amerikan segera mengambil komit mengaku atas dosa-dosa yang telah dilakukan selama ini, engkau berhasil menipu orang Papua yang waktu itu kau anggap bodoh, badaki, primitif dengan tujuamu untuk mengambil Kekayaan Orang Papua diantaranya PT FRIPOTS DAN BAHAN BAKAR di Sorang Papua. Dunia tolong bicara barang ini, PBB segerah menyelesaikan persoalan Papua, sebelum murka Allah menimpah bangsa-bangsa yang sedang makan kekayaan dari orang-orang miskin pemilik tanah Papua. Persoalan/Kemerdekaan Papua dari penindasan, kemiskinan, kebodohan, Para hamba Tuhan di Tanah Papua kami akan terus bicara sampai Tuhan Yesus datang untuk menghakimi Indonesia, Amerika dan bangsa2 di seluruh dunia. TUHAN YESUS MEMBERKATI :............................................. Tuhan Yesus mau Papua Merdeka.!
Selamat jalan saudara-ku tercinta, Pemuda yang sangat berani dan gagah mengorbankan dirinya demi Pembebasan dari penderitaan rakyat semesta, perjuangan-mu kami generasi muda yang ditinggalkan akan melanjutkan hingga titik darah penghabisan. West Papua harus merdeka dari bangsa penjajah ini. Almarhum adalah contoh yang patut dicontoi oleh segenap generasi muda West Papua dimana pun berada, janganlah mengurus diri sendiri tentang urusan-urusan yang tidak jelas. ada pepatah kata mengatakan; "Seribu bintang di langit hanya satu Bintang Kejora, Seribu Generasi muda yang ada di tanah air kita West Papua hanya satu-satu tuk mengorbankan diri" Bagaimana jika generasi muda West Papua gaya dan cara berfikir sama dengan almarhum, saya tidak tahu wilayah ini akan cepat berupa, tapi tidak jadi masalah yang terpenting adalah kami generasi muda tidak ada salahnya belajar dari pengalaman almarhum. Kami turut berduka cita, bagi keluarga besar Uaga yang telah ditinggalkan baik di Papua maupun teman-temannya yang di luar Papua kiranya ditabahkan dan dengan ini kami bisa dapat belajar bersama pengalaman yang berharga ini. Kami dari keluarga besar Messet mengucapkan selamat jalan saudara almarhum yang tercinta, sudi kiranya arwahnya di terima di sisi Tuhan yang Maha Kuasa, serta dipangkuan yang Mulia. Selamat Jalan Saudara-ku yang tercinta, walau berbeda alam namun kami selalu mengenamu atas pengorbanan dan keteladanannya. (-VIVA WEST PAPUA-)