Pertemuan Aktivis PAPUA Merdeka dengan Jenderal Purnawirawan IRA (Irlandia Utara)

- Cerita Pertama Hans Gebze tentang Aktivis Papua Merdeka Utusan Gen. TPN/OPM Mathias Wenda ke Eropa
English: Organisesi Papua Merdeka Català: Orga...

English: Organisesi Papua Merdeka Català: Organisesi Papua Merdeka (Photo credit: Wikipedia)

Pada suatu ketika seorang aktivis PAPUA Merdeka melakukan perjalanan politiknya keliling benua Eropa. Dalam perjalanan politik itu ia singgah di Irlandia. Ditemuilah beberapa aktivis IRA [Irish Repuplican Army], sebuah organisasi sayap militer gerakan Irlandia Merdeka. Tentu maksudnya adalah untuk membagi pengalaman perjuangan Bangsa Melanesia di PAPUA Barat kepada kawan-kawan Irlandia-nya itu dengan harapan mereka juga membagi pengalaman yang sama. Selang beberapa waktu ia diantar oleh seorang kawan Irlandia-nya menemui tokoh gerakan IRA berpangkat jendral di kota tersebut.

Dalam diskusi dengan Sang Jendral, kurang lebih satu jam pertemuan, sang jendral banyak mebicarakan politik praktis dengan aktivis PAPUA Merdeka yang menemuinya, diakhir cerita Sang Jendral mendekatkan dirinya dengan tokoh kita tadi dan sambil duduk disamping aktivis PAPUA Merdeka ini Sang Jendral menarik lengan bajunya dan mendekatkan dengan tangan aktivis PAPUA Merdeka tadi lalu terjadilah dialog berikut;

Sang Jendral: “Anak muda, coba lihat warna kulit kita…” Aktivis PAPUA Merdeka tersebut diam dan mengamati warna kulit, semula ia mengira hanyalah sebuah pertanyaan biasa, dan dalam kebisuan sesaat itu. Sang Jendral kembali berkata:

“Anak muda, inilah yang saya maksud, kulit saya berwarna putih dan kulit Anda hitam…Peradaban dunia ini dibangun oleh prasangka rasialis yang kental dan itu membekas dalam semua memori politik dan tindakan para politisi dunia hari ini…”

Tentu ini pernyataan bombastis dari orang tua Irlandia tadi, betapa tidak, ini tentu mengherankan, sang jendral Irlandia tadi jelas berkulit putih dan aktivis PAPUA Merdeka ini memiliki kulit hitam.

Sang aktivis masih terdiam memikirkan dan merenungi pernyataan tadi, berkata pula Sang Jendral

“Anak muda, sebagai orang Irlandia, saya dan semua tokoh gerakan kemerdekaan Irlandia tidak pernah datang ke Afrika atau berniat mengunjungi negara-negara Melanesia untuk meminta dukungan mereka bagi kemerdekaan Irlandia…Sebagai orang Irlandia, saya datang ke Amerika untuk mencari dukungan politik disana, karena ada banyak keturunan orang Irlandia yang bekerja sebagai anggota Senat, anggota DPR, mentri, tentara, polisi, dll, merekalah yang menjadi modal saya untuk berdiplomasi dan mencari dukungan politik bagi kemerdekaan Irlandia…”

Sang aktivis masih tetap membisu dan merenungi semua ucapan Sang Jendral, sejurus kemudian berkata pula Jendral tadi

“Anak muda, saya tidak membicarakan prasangka rasialis a la Hitler, tetapi ini kenyataan politik, saya tentu bersimpati dengan gerakan PAPUA Merdeka dan mendukungnya karena Bangsa Irlandia juga sedang mengalami nasib yang sama, tetapi inilah perilaku politik dunia, ini sebuah rahasia yang secara jujur saya ungkapkan kepada Anda, oleh karena itu saya menyarakan Anda untuk tidak lagi datang kesini tetapi pergilah ke negara-negara Melanesia, pergilah ke Afrika, merekalah negara-negara bangsa yang secara politis pasti akan mendukung PAPUA Merdeka tanpa syarat…”

Tentu ini suatu pernyataan yang mulia dari orang tua Irlandia tadi dan tidak pernah ungkapan sejujur ini keluar dari mulut orang kulit putih lain, demikianlah yang dipikirkan sang aktivis. Mungkinkah nasib Bangsa Melanesia di Tanah PAPUA saat ini masih tetap terjajah karena proses diplomasi yang keliru? Begitulah kira-kira renungan akhir dari proses dialog yang kembali direnungkan anak muda PAPUA ini.

Lalu disaat akhir ketika hendak berpamitan dengan Sang Jendral, aktivis PAPUA Merdeka ini diingatkan lagi oleh sang Jendral

“Ingat anak muda, jika Anda sudah cukup membangun diplomasi di Melanesia dan Afrika barulah Anda datang kembali ke Irlandia dan menceritakannya kepada saya hasil pekerjaan Anda, jika Anda melakukannya dengan baik, sudah jelas, dukungan bagi PAPUA Merdeka akan pasti Anda raih!”

Cerita Utuh oleh Hans Gebze di:

  • http://papuapost.wordpress.com/2009/03/05/analisis-politik-internasional-indonesia-tanah-papua-share/
  • http://papuapost.com/paper/analisis-politik-internasional-indonesia-tanah-papua/
  • Lanjutan Cerita: http://papuapost.com/campaigns/aktivis-papua-merdeka-dengan-associate-professor-dari-oxford-university/
Enhanced by Zemanta

Comments

comments

 
» ⟩ 5 More Tagged:
  • No related posts found
   
» ⟩ Related News, Web, Images, Videos, Books from Google
Loading
 
Berita terkait dari Google.com berdasarkan kata-kata dalam juduil berita.
   

Leave a Reply