Pelaku PEPERA: Mereka Bayar Harga Diri Kami dengan Perempuan dan Supermi

Marsia Giay, Pelaku PEPERA 1969 Kab. Paniai di Nabire @MS

Marsia Giay, Pelaku PEPERA 1969 Kab. Paniai di Nabire @MS

Nabire, MAJALAH SELANGKAH – Rabu, (18/7) ibu Marsia Giay, pelaku Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) di Paniai, dalam jumpa persnya bersama Koalisi Rakyat Papua di Nabire kepada wartawan menjelaskan apa yang dialaminya saat PEPERA dilangsungkan di Nabire pada 19 Juli 1969 silam.

“Sebelum PEPERA dimulai ada tim yang jalan ke kabupaten-kabupaten. Mereka di bawah pimpinan Sudjarwo Tjondronegoro. Mereka datang sama-sama dengan beberapa anggota DPR Propinsi Irian Barat. Tim ini mengadakan pertemuan dengan para tokoh masyarakat dan adat untuk menyampaikan teknis-teknis pelaksanaan PEPERA. Perempuan tidak diundang waktu itu,”kata Marsia.

“Saya telah yakin, kebenaran pasti terungkap. Kebohongan juga pasti terungkap. Hanya soal waktu. Kalau saya salah bicara atau tipu. Saya berdosa. Suatu saat orang lain akan tahu bahwa saya tipu. Tapi, kalau benar. Orang lain akan tahu juga. Satu hal yang membuat saya menangis hingga saat ini adalah waktu itu tidak banyak pelajar. Tidak bisa protes. Jadi, mereka bayar harga diri kami dengan perempuan nakal, supermi, dan saures,”

kata Marsia suara tersendat-sendat. (DE/MS/HE/003)

Selengkapnya di Wednesday, 18-07-2012 20:10:12 Oleh MAJALAH SELANGKAH

Comments

comments

 
» ⟩ Related News, Web, Images, Videos, Books from Google
Loading
 
Berita terkait dari Google.com berdasarkan kata-kata dalam juduil berita.
   

Leave a Reply