BUCTHAR TABUNI MEMBANTA SEMUA KETERANGAN SAKSI DI PENGADILAN

Persidangan Bucthar Tabuni ( saat ini sebagai Ketua Parlemen Nasional West Papua ) hanya sadiwara dan konspirasi politik Negara untuk megalikan isu dan membunggam ruang demokrasi terhadap perjuagan rakyat Papua. Hal ini telah terbukti sesuai degan kesaksian palsu yang di berikan oleh sejumlah saksi yang sebagian besar dari petugas LP abepura. Persidagan hari ini pemeriksaan terdakwa dalam keteragan di pegadilan mengatakan bahwa, pada saat itu jika Bucthar Tabuni tidak ada di lapas abepura maka lapas abe Pasti hancur dan dibakar oleh penghuni lapas namun hal itu tidak terjadi karena Bucthar bisa kordinasi degan penguhi lapas dan kepala kalapas abe untuk di mediasi oleh komnas HAM setra menenagkan masa.

Pada saat kejadia Bucthar berperan sebagai petugas di LP abe untuk megaman kan napi yang megamuk atas penembakan rekan mereka saudara Miron wetipo. Masa memaksakan untuk naik ke kanor untuk mengejar petugas dan merusak kantor namun Bucthatar Tabuni tahan pintu steril sehingga masa tidak naik sampai ke kantor .

Jika pada saat itu Bucthar tihdak menahan pintu steril maka kantor lapas abe bisa rusak total karena semua penghuni lapas abe mara dan meminta jenasa Miron wetipo dan pelaku mereka minta di hadirkan di LP.

Lebih lanjut bucthar mengatakan pada saat itu komunikasi degan kalaps kakanwil dan komnas HAM adalah usaha dari Buchtar supaya tidak terjadi anarkis, hal ini di lakukan oleh Bucthar alasanya karena sebelumnya suda ada komuni kasi Bucthar Tabuni Dan Kelapas Abe bahwa demi Hukum Bucthar haru bebas pada tanggal 25 Desember 2010.

Dan usulan di di sampaikan ke pusat oleh kalapas sendiri. Sehingga sesuai degan perjajian kalapas maka untuk perhatian kepala kalapas abe Bucthar menjaga mati pintu naik steril sehingga masa tidak naik ke kantor untuk merusak kantor dan mengejar petugas .

Namun pada tanggal 25 Desembr terdakwa tidak di bebaskan karena menjalani Tahanan di Polda selama 4 bulan sehingga pada saat itu seakan –akan Bucthar Tabuni menjalankan 2 hukuman .

Sehingga kesaksian yang di sampaikan oleh petugas LP di pegadilan sebagai saksi adalah palsu karena pada saat kejadian semua petugas tidak ada di tempat karena msa megamuk untuk kejar mereka.

Kerusuhan di PL Abe terjadi itu juga akibat kelalaian petugas yang tidak konsen menjaga napi sehingga ada yang bisa lopat keluar sampi miron wetipo di tembak di kuburan.

Kesaksian mereka hanya pengalihan isu dan takut bertanggung jawab atas penembakan terhadap Miron serta keamana di lapas tidak di jaga degan baik.

Sesuai degan atural yang berlaku di semua LP setidaknya ada kejadian seperti itu maka semua napi harus di masukan di dalam kamar masing-masing dan di kunci.

Namu hal itu tidak terjadi petugas membiarkan Napi dan tahanan membiarkan di luar sehingga ini kelalaian mereka petugas tidak bertanggung jawab.

Pada malam hari terdakwa pada saat itu tahanan politik di bawa ke polda papua dan di tahan selama 4 bulan dan di periksa sebagai tersangga perusakan LP abe namun Bucthar Tabuni tidak memberikan menandatagani BAP, karena mereka mengkiring Bucthar sebagai tersangga akhirnya tolak untuk menandataganinya.

Bucthar Tabuni dalam pemeriksaanya membanta semua kesaksian palsu yang dii berikan adala tidak benar dan palsu karena mereka tidak mau bertanggung jawab kesalahan petugas tersebut mukin karena takut katanya.

Comments

comments

 
» ⟩ Related News, Web, Images, Videos, Books from Google
Loading
 
Berita terkait dari Google.com berdasarkan kata-kata dalam juduil berita.
   

Leave a Reply