Jared Diamond dan Tulisan-Tulisannya

- Catatan dan Komentar Sem Karoba

Dari semua bukunya ia terang-terangan pandangan-pandangan rasis yang selama ini berakar-urat dan membekas dalam pikiran, bahkan darah orang Barat (peradaban modern). Secara sederhana misalnya, manusia kulit hitam dianggap sebagai manusia setengah hewan. Jadi karena mereka setengah hewan dan setengah manusia maka pantas diperbudak, dipekerjakan di ladang seperti mempekerjakan lembu di ladang.

Jared Diamond secara terbuka menentang pandangan rasis dan mengundang siapa saja di dunia ini yang beranggapan rasis untuk berdebat secara ilmiah, dengan mempertaruhkan segala dalil dan teori ntuk menunjukkan apakah orang kulit hitam itu setengah-hewan dan setengah-manusia atau tidak.

Tulisan-tulisannya sangat teroretis, tidak menyentuh realitas kehidupan masakini. Ia selalu bercerita tentang gambaran terbesar kehidupan manusia bertitik-tolak dari apa yang dilihat dan dialaminya di New Guinea (Tanah Papua). Ia tidak mempersoalkan aspek politik, di mana pulau ini terbagi dua oleh dua penjajah dan sebagainya, tetapi ia melihat manusia Papua sebagai sebuah kesatuan, yaitu orang New Guinea. Cara menulis seperti ini jarang Anda temui dalam tulisan-tulisan orang barat lainnya karena saat mereka tulis tentang New Guinea, pasti mereka hanya memfokuskan diri kepada Papua New Guinea dengan sama sekali mengabaikan fakta peta New Guinea yang utuh. Jared Diamond melihat New Guinea seutuhnya sebagaimana adanya, tanpa memperdulikan peta yang telah dipotong oleh kaum penjajah.

Dari gambaran-gambaran dan tuturannya, tanpa beliau sendiri harus menyatakan apa yang terjadi di Tanah Papua di bagian Barat, beliau sebenarnya telah membantu menjelaskan ada perbedaan dalam satu pulau ini, yaitu bagian Timur telah merdeka dan bagian barat masih dijajah NKRI. Dengan tulisan-tulisannya memperjelas apa yang ada sebelum kedatangan NKRI.
Jared Diamond bukanlah seorang politisi tetapi seorang ilmuwan, professor. Ia berbicara di dalam kerangka imiah dalam teori evolusi, tentang manusia dan peradabannya secara global dengan pijakan orang New Guinea, bukan kehidupan politik dan ekonomi orang Papua masakini. Berbeda daripada Noam Chomsky, yang juga seorang akademisi, Professor Linguistik, pencetus teori Structural Method dalam pengajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing atau bahasa kedua, Jared Diamond memilih untuk tidak terlibat terlalu jauh ke dalam arena politik, apalagi politik praktis, Noam Chomsky terlibat aktiv dalam kampanye menentang penjajahan NKRI di Timor Leste, salah satu dari lima wilayah Melanesia yang masih dalam penjajahan waktu itu. Noam Chomsky juga telah menulis banyak komentar dan buku tentang kehidupan politik, aktivisme dan globalisasi. Jared Diamond tidaklah demikian. Ia menjelajah ke dalam "nafas pemikiran", "latar-belakang pemikiran", bukan politik masyarakat modern dan terutama orang Barat. Ia menunjukkan gambaran global dan utuh tentang kehidupan dan kemanusiaan. Terutama sekali beliau menunjukkan bahwa orng New Guinea bukanlah setengah manusia, bukan juga terkebelakang, kanibal dan primitif seperti menjadi stereotype selama ini, Ia justru mengajak masyarakat internasional untuk merendahkan diri dan belajar dari orang New Guinea untuk hidup sebagai manusia bersahaja dan manusia bahagia.

Selain dari perbedaan Chomsky dan Diamond tadi, pandangan politik keduanya sangat membedakan mereka, Chomsky ialah seorang sosialis, sementara Diamond terlihat nampaknya seorang konservative (republican). Jadi, orang-orang progressive atau sosialis memang selalu berbicara blak-blakan di berbagai kesempatan dan sangat serius memperjuangkan kebebasan, kemerdekaan dan bahkan perjuangan kemerdekaan negara-bangsa, karena mereka menganggap perjuangan kemerdekaan sebuah bangsa ialah dasar dari HAM itu sendiri.

Comments

comments

 
» ⟩ Related News, Web, Images, Videos, Books from Google
Loading
 
Berita terkait dari Google.com berdasarkan kata-kata dalam juduil berita.
   

Leave a Reply