Residivis Tewas Ditembak, Manokwari Lumpuh 11 Jam

- Aksi massa yang membuat Manokwari lumpuh sekitar 11 jam.

Manokwari—Seorang residivis Lapas Manokwari,Papua Barat bernama Timotius Ap yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Manokwari, tewas tertembak aparat kepolisian. Akibat penembakan terhadap korban yang terjadi tanggal 3 Desember 2012, tepatnya di Maripi Pantai, membuat Kota Manokwari sempat lumpuh kurang lebih 11 jam.

Keluarga Timutius Up tidak terima atas tertembaknya saudara mereka yang dilakukan oleh satuan buser polsek Sanggeng, mengamuk sehingga membuat situasi kota Manokwari megalami kelupuhan dari jalan Yosudarso dan jalan merdeka. Bahkan keluarga korgan juga menutup beberapa ruas jalan nenuju kota hal ini membuat kedaraan yang akan kekota mengalami kesulitan, peristiwa ini berlangsung cukup lama. “Di samping menutup beberapa ruas jalan mereka juga melakukan orasi di sekitar peti jenaza yang mereka letakan di atas jembatan sahara, tepanya di jalan Yosudarrso.

Karena tuntunan keluarga tidak terpenuhi makanya masa terpaksa melakukan tindakan anarkis dengan melempari beberapa toko dan rumah warga di sekitar tempat mereka berorasi.

Tepanya jam 09.30 WIT Rabu (5/12) masa membahwa peti jenaza menujuh kantor gubernur guna memintah pertanggujawaban atas meninggalnya saudara mereka yang ditembak oleh satuan buser, kemarin. Aksi mereka ini selain melepar rumah warga dan beberapa fasilitas kantor pemerintahan juga menjadi amukan masa mereka juga membakar pos polisi di depan pasar sanggeng manokwari dan kantor KP3LAUT , serta dua unit motor dan satu unit mobil di rusak masa.

Massa juga melakukan penjarahan di beberapa tempat yakni destro yang berlokasi di jalan ciliwung yang mana baju dan celana raip di jarah massa dan satu konter di samping pasar tingkat sanggeng juga menjadi korban penjarahan. Dalam aksi ini kerugian yang di alami korban berkiisar ratusan juta.

Kapolda: Penembakan Timotius Sudah Sesuai Prosedur

Sementara itu Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian meminta Kapolsek Sanggeng Kabupaten Manokwari untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait penembakan seorang residivis yang bernama Timotius Ap. Hal ini diungkapkannya kepada wartawan ketika ditemui di Hanggar Fix Wing Polda Papua Rabu (05/12).

Menurutnya, jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Papua mengklaim bahwa tertembaknya Timotius Ap sudah sesuai prosedur karena melawan aparat. Yang mana diketahui bahwa Timotius Ap merupakan seorang residivis dari kasus perampokan dan kekerasan.

Selain itu, pihaknya juga mengklaim bahwa kepolisian mengamankan barang bukti senjata rakitan milik korban yang hendak melawan ketika ditangkap oleh aparat kepolisian.

“Secara prosedur hukum, sebenarnya tidak ada masalah, karena orang yang dicari dan ditangkap adalah orang yang memang sesuai hukum memang bisa ditangkap dan ada permintaan dari Lapas,”

tuturnya.

Dipaparkannya, kronologis hingga korban ditembak karena adanya perlawanan yang akan mengancam petugas, sehingga sesuai hukum prinsip penggunaan kekuatan dapat digunakan langkah-langkah untuk penggunaan kekuatan yang mematikan juga kepada yang bersangkutan.Namun, lanjutnya, yang belum dilakukan saat ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Saya meminta kepada Kapolres agar memberikan pemahaman kepada masyarakat, kenapa sampai tertembak, dan siapa yang bersangkutan itu,”

tegasnya.

Untuk diketahui, Timotius Ap yang merupakan residivis sejumlah kasus kriminal di Manokwari, ibukota Papua Barat. Timo ditembak di kawasan pantai Maripi, karena saat melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor. Ia sempat menggeluarkan senjata api yang kemudian diketahui merupakan senjata rakitan. Peluru yang dilepaskan polisi mengenai pinggang kanan Timo. Pada Selasa, sekitar pukul 18.00 WIT, Timo dinyatakan meninggal di RS Angkatan Laut (AL) Manokwari.

Kabid Humas Polda AKBP I Gede Sumerta Jaya, SIK ketika dikonfirmasi, Rabu (5/12) membenarkan adanya seorang residivis yang berstatus DPO tewas tertembak setelah dilumpuhkan ketika hendak melarikan diri dan melawan aparat kepolisan di Pantai Maripi Manokwari. Akibatnya, massa menggelar aksi unjukrasa memprotes peristiwa tersebut, yang akhirnya melumpuhkan aktivitas ekonomi dan kemacetan lalu-lintas di Jalan Yos Sudarso selama beberapa jam.

Detail kronologis kasus ini, kata dia, berawal ketika Polsek Kota Manokwari, Rabu (4/12) sekitar pukul 17.00 di Pantai Maripi Manokwari hendak menangkap Timotius Ap, yang sudah berapa kali melakukan pelanggaran hukum selama hidupnya. Masing-masing kasus pencurian dengan kekerasan (curas) 2 kali dalam tahun 2012, dengan hukuman penjara 9 tahun dan 6 tahun.

Di tahun yang sama, yang bersangkutan melakukan tindak pidana pemerkosaan dan telah mendapat putusan hukuman 3 tahun penjara.

Pada tahun 2010 ia tersandung dengan 7 laporan polisi terkait kasus yang dilakukannya yaitu kasus Curas) dan Pencurian Berat (Curat), penganiayaan secara bersama-sama melakukan pengeroyokan.

Dia juga telah beberapa kali kabur dari Lapas Manokwari, medio Juli 2012, kemudian berhasil ditangkap kembali 13 September 2012.

Dia kembali kabur dari Lapas pada 16 Sepetember 2012. Selanjutnya pihak Lapas kembali meminta agar dia ditangkap.

Alhasil, pada 4 Desember Polsek Kota Manokwari memperoleh informasi, DPO atas nama Timotius AP sedang berada di rumah mertuanya berinisial BI di Jalan Baru Manokwari. Ketika hendak ditangkap, dia mencoba melarikan diri menunggangi Yamaha Mio. Ketika melihat Timotius kabur, pihaknya langsung mengejarnya hingga ke Pantai Maripi.

Saat pengejaran ada benda miliknya yang terjatuh.Ketika hendak mengambil barangnya, anggota memberikan peringatan kepadanya dengan kata-kata menyerah. Tapi malah dia mengarahkan senjata api rakitan yang dibawanya kearah petugas.

Karena saat itu anggota merasa terancam, sehingga dengan terpaksa petugas melepaskan tembakan dengan maksud melumpuhkannya.

Tembakan yang dilakukan anggota saat itu mengenai pinggangnya. Setelah roboh, petugas memeriksa keadaannya dan kemudian langsung melarikannya ke RS Angkatan Laut, untuk mendapatkan pertolongan pertama. Tapi ia menghembuskan napas terakhirnya pukul 18.00 WIT.

Dia menambahkan, hingga saat situasi di Kota Manokwari berangsur pulih, berkat himbauan tokoh-tokoh adat setempat.

“Kapolda langsung turun ke Manokwari, pasca kejadian untuk mencoba mencairkan masalah ini,” tandasnya. Dijelaskannya, pihaknya mengamankan 1 pucuk senjata rakitan dan 3 butir amunisi caliber 5,56 dari tangan korban. (sera/dee/ mdc/don/l03)

Kamis, 06 Desember 2012 09:23, Binpa

Comments

comments

» ⟩ More and Related News

» ⟩ 5 More from Related Category: Media SPM
  • “Doakan dan Ampuni!” Kalau Pemain Tidak Menyerang Lawan tetapi Menyerang Teman Sendiri? 18, 2019.

    Pembukaan Sama dengan semua orang dipanggil Kristen, tetapi tidak semua orang akan masuk ke dalam kerajaan sorga, demikian juga semua orang boleh berjuang untuk Papua Merdeka, melakukan demo-demo dan menyampaikan pendapat, tetapi tidak semua orang adalah pejuang Papua Merdeka. Orang yang dapat disebut sebagai “Pejuang Papua Merdeka” dan rakyat yang bersimpati dan mendukung perjuangan Papua […]

  • Referendum Tidak Boleh, Hak Menentukan Nasib Sendiri Boleh Kan Pak? 14, 2019.

    Pembukaan Sama dengan semua orang dipanggil Kristen, tetapi tidak semua orang akan masuk ke dalam kerajaan sorga, demikian juga semua orang boleh berjuang untuk Papua Merdeka, melakukan demo-demo dan menyampaikan pendapat, tetapi tidak semua orang adalah pejuang Papua Merdeka. Orang yang dapat disebut sebagai “Pejuang Papua Merdeka” dan rakyat yang bersimpati dan mendukung perjuangan Papua […]

  • Team 5 The Defenders of the truth 14, 2019.

    Pembukaan Sama dengan semua orang dipanggil Kristen, tetapi tidak semua orang akan masuk ke dalam kerajaan sorga, demikian juga semua orang boleh berjuang untuk Papua Merdeka, melakukan demo-demo dan menyampaikan pendapat, tetapi tidak semua orang adalah pejuang Papua Merdeka. Orang yang dapat disebut sebagai “Pejuang Papua Merdeka” dan rakyat yang bersimpati dan mendukung perjuangan Papua […]

  • West Papua Revolutionary Army Tidak Didirikan untuk Bunuh Orang Indonesia 14, 2019.

    Pembukaan Sama dengan semua orang dipanggil Kristen, tetapi tidak semua orang akan masuk ke dalam kerajaan sorga, demikian juga semua orang boleh berjuang untuk Papua Merdeka, melakukan demo-demo dan menyampaikan pendapat, tetapi tidak semua orang adalah pejuang Papua Merdeka. Orang yang dapat disebut sebagai “Pejuang Papua Merdeka” dan rakyat yang bersimpati dan mendukung perjuangan Papua […]

  • Tiga Ciri Utama Pejuang Papua Merdeka 14, 2019.

    Pembukaan Sama dengan semua orang dipanggil Kristen, tetapi tidak semua orang akan masuk ke dalam kerajaan sorga, demikian juga semua orang boleh berjuang untuk Papua Merdeka, melakukan demo-demo dan menyampaikan pendapat, tetapi tidak semua orang adalah pejuang Papua Merdeka. Orang yang dapat disebut sebagai “Pejuang Papua Merdeka” dan rakyat yang bersimpati dan mendukung perjuangan Papua […]

   
» ⟩ 5 More Tagged:
  • No related posts found
   

Leave a Reply

» ⟩ Related News, Web, Images, Videos, Books from Google
Loading
 
Berita terkait dari Google.com berdasarkan kata-kata dalam juduil berita.