Kantor KPU Papua Dirusak Puluhan Orang Bermobil

- Sebelumnya Ada Teror kepada Ketua KPU

AYAPURA - Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua, dilempari dan dirusak puluhan warga tak dikenal, Rabu (9/5/2012), sekitar pukul 14.00 WIT. Belum diketahui motif pengrusakan tersebut, namun kejadian ini langsung ditangani pihak Polresta Jayapura dengan melakukan pengejaran terhadap sejumlah pelaku pengrusakan. Pihak kepolisian juga tengah memburu empat dari enam (6) mobil yang diduga mengangkut warga yang melakukan pengrusakan di Kantor KPU Papua.

Keempat mobil yang sedang dalam pengejaran, yakni mobil Toyota Innova warna biru bernomor polisi DS 1552 AB, mobil Avansa abu-abu bernomor polisi DS 1672 AR, mobil Avansa warna hijau bernomor polisi DS 1631 AT, serta mobil jenis Rush warna abu-abu bernomor polisi DS 1963 AR.
Menurut saksi mata yang berada di tempat kejadian, para pelaku datang dengan 6 mobil jenis Toyota tersebut, kemudian langsung melakukan pelemparan dan pengrusakan sejumlah kaca jendela maupun pintu masuk di Kantor KPU.
Aksi pengrusakan ini, sontak membuat para pegawai yang berada dekat Kantor KPU berhamburan keluar menyaksikan pengrusakan itu.

Usai menjalankan aksinya, puluhan warga yang melakukan pengrusakan langsung naik ke mobil dan meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP).
Tak ada korban jiwa dari peristiwa pengrusakan ini namun kerugian diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.
Sebelumnya Ketua KPU Papua sempat diancam akan dibunuh dengan cara dipotong-potong karena mem-PAW-kan 2 Anggota KPU Mamberamo Tengah. Sementara itu, Kapolsek Jayapura Utara (Japut), AKP. K. R. Sawaki, SE. menyatakan puluhan OTK itu datang menggunakan 6 mobil jenis Toyota, dan langsung melakukan pengrusakan sekitar pukul 14.00 WIT. “Dari pihak kami sudah mengidentifikasi para pelaku tersebut. Jadi yang jelas secara prosedur hukum yang mana Negara kita adalah Negara hukum, maka kami akan menyikapinya dengan tegas dan perintah langsung dari Wakapolda Papua, Brijen Pol Drs. Paulus Waterpauw karena TKP berada di wilayah hukum Polsekta Japut, dan permasalahan ini gaungnya sangat besar, sehingga kasus pengrusakan Kantor KPU Papua ini diserahkan ke pihak Polresta Jayapura Kota yang akan di back up dengan pihak Polsekta Jayapura Utara, dikarenakan TKPnya yang berada di wilayah hukum Polsek Japut,” tegasnya.

Dikatakan Sawaki, ciri-ciri pelaku yang menggunakan 6 mobil jenis Toyota tersebut, sudah berhasil di identifikasi. Dan bagi kami tidak sulit untuk mengejar para pelaku pengrusakan tersebut karena ciri-cirinya sudah di identifikasi oleh kami. Kami optimis dalam satu atau dua hari kedepan para pelaku pengrusakan sudah bisa kami tangkap. Bahkan informasi terkini yang diterima BIntang Papua tadi malam bahwa 13 orang yang diduga pelaku pengrusakan telah ditangkap polisi.
Sementara itu, ketika wartawan menanyakan terkait dengan permasalahan Pemilukada Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng), Ketua KPU Papua Benny Swenny menyatakan bahwa pelaksanaan Pemilukada Mamteng hingga saat ini masih tertunda karena pihaknya masih menunggu putusan dari PTUN.

“Jadi sebenarnya ini adalah masalah internal saja, yang mana sudah kami tata dan selesaikan tetapi ada beberapa pihak yang tidak setuju dengan kami, maka itu kami menghimbau agar menempuh atau menggunakan jalur hukum, sehingga keputusan kami itu bersifat mengikat dan tidak dipersoalkan di kemudian hari,” himbaunya.

Benny Swenny juga membenarkan adanya berupa teror-teror melalui pesan singkat yang masuk ke ponsel selulernya, yakni berupa ancaman akan dibunuh. “Saya curigai itu dari kelompok-kelompok yang pernah menyerang kediaman saya. Jadi saya menghimbau agar jangan melakukan hal-hal seperti itu, sebaiknya kita menempuh jalus hukum yang ada, dan kami hormati kalau pihak-pihak yang keberatan itu, secara hukum mendapatkan kepastian hukum yang mengikat. Dan yang terpenting disini saya meminta dukungan dari pihak keamanan,” himbaunya.

Ia mengharapkan ada tindakan tegas dari pihak keamanan. “ Karena saya sudah melaporkan hal ini langsung kepada Bareskrim Mabes Polri sejak tiga (3) bulan lalu, saya menyampaikan bahwa di Kota Jayapura ini seperti daerah texas (bahaya, red) begitu yang tidak ada jaminan hukumnya, bagaimana jadinya kalau Pilgub seperti ini. Jadi disini bagaimana hukum di tegakkan, sehingga pelaksanaan Pilgub ini lebih aman, dan tak lupa mengharapkan dukungan dari pihak keamanan,”katanya di tempat terpisah. (mir/don/l03)

Comments

comments

» ⟩ More and Related News

» ⟩ 5 More from Related Category: Papua Merdeka
   
» ⟩ 5 More Tagged:
  • No related posts found
   

Leave a Reply

» ⟩ Related News, Web, Images, Videos, Books from Google
Loading
 
Berita terkait dari Google.com berdasarkan kata-kata dalam juduil berita.