» ⟩ More and Related News

» ⟩ 5 More from Related Category: Papua Post
  • Paris climate change pact ‘not enough to save us’, warns Fiji PM 17, 2017.

    Rex Rumakiek, one of the five international representatives of the United Liberation Movement West Papua (ULMWP), will be talking about the self determination, de-colonisation and independence for West Papua from Indonesia in international arenas including the United Nations this Saturday at Sunforest organic farm. Photo supplied. Source: http://www.echo.net.au/  – Supporting the free West Papuan liberation […]

  • Pacific New Caledonia 16 Jun 2017 Unity bid among New Caledonia’s loyalists 16, 2017.

    Rex Rumakiek, one of the five international representatives of the United Liberation Movement West Papua (ULMWP), will be talking about the self determination, de-colonisation and independence for West Papua from Indonesia in international arenas including the United Nations this Saturday at Sunforest organic farm. Photo supplied. Source: http://www.echo.net.au/  – Supporting the free West Papuan liberation […]

  • Church says Papua riot sparked by military burning Bibles 08, 2017.

    Rex Rumakiek, one of the five international representatives of the United Liberation Movement West Papua (ULMWP), will be talking about the self determination, de-colonisation and independence for West Papua from Indonesia in international arenas including the United Nations this Saturday at Sunforest organic farm. Photo supplied. Source: http://www.echo.net.au/  – Supporting the free West Papuan liberation […]

  • Wansolwara student journos report on West Papua human rights struggle 08, 2017.

    Rex Rumakiek, one of the five international representatives of the United Liberation Movement West Papua (ULMWP), will be talking about the self determination, de-colonisation and independence for West Papua from Indonesia in international arenas including the United Nations this Saturday at Sunforest organic farm. Photo supplied. Source: http://www.echo.net.au/  – Supporting the free West Papuan liberation […]

  • Free West Papua moomoo feast 06, 2017.

    Rex Rumakiek, one of the five international representatives of the United Liberation Movement West Papua (ULMWP), will be talking about the self determination, de-colonisation and independence for West Papua from Indonesia in international arenas including the United Nations this Saturday at Sunforest organic farm. Photo supplied. Source: http://www.echo.net.au/  – Supporting the free West Papuan liberation […]

   

27 responses to “Pepera Tak Bisa Diganggu Gugat”

  1. pace albert,ramses yang semu, tolong mulai sekarang tolong dipikirkan tempat dimana pengikutmu mengungsi, dan siap pengikutmu dilabelin limba politik, perempuan jadi pelacur untuk sesuap nasi seperti yang terjadi di pengungsi Timur-timur, dan anda siap menerima imbalan rumah mewah seperti erico guteres yang sedang menikimati istana buatan indonesia. saran saya untuk yang mau ikut alber, mezet dan penghianat politik yang lainya tolong baca banyak artikel dan jeritan anak timur-timur yang bermimpi inda bersama indonesia ….!

  2. SADARLAH KAMU PENGHIANAT BANGSA PAPUA, JIKA TIDAK NAMA JULUKAN BARU AKN DIANUGRAHI INDONESIA YAITU :PENGUNGSI….! WALAUPUN ANDA PILIH INDONESIA BUKAN UNTUK SEMENTARA WAKTU, SEPERTI HALNYA PENGUNGSI TIM-TIM Yang pilih indonesi selama hidup mereka dengan keturunannya akan disebut pengungsi tapi kalau kamu sudah siap silakan menjadi eric guteres papua untuk pimpinan barisan merah Putih dan silakan dijuluki pengungsi untuk kamu pengikutnya. sampai keturunanmu selama -lamanya. kasihan de lu yang tidak tahu diri dan ngaku-ngaku mau jadi orang lain…..! ngacaaaaaaaaaaaaaaaaaa ngaca….! kamu pikir indonesia mengasihi kamu,…? Pengungsih tim-tim dan masyarakatnya sendiri di jawa saja tidak diperhatikan apa lagi dengan kamu yang ras malanesya, hitam badaki, keriting…..lucu tapi nyata tidak mau belajar dari Tim-tim. tapi bisa dimaklumi karena sampai disitulah pemikiran kamu yang tidak berpikir jau…..!

  3. MANUSIA SEPERTI OHEE ITU MANUSIA YANG TIDAK TAHU JATI DIRI DAN PIKIRANNYA SANGAT DANGKAL, TAPI BISA DI MAKLUMI SEBAB APA YANG DIPIKIRKAN ORANG SEPERTI ITU BUKAN BAGAINA DENGAN ANAK CUCU TETAPI SELALU BERPIKIR APA YANG SAYA DAPAT SEKARANG SEBELUM SAYA KE LIANG KUBUR, TAPI MEREKA LUPA KALAO APA YANG MEREKA DAPAT ITU TIDAK MUNGKIN MEREKA BAWA……HE…HEEEE..!

  4. KAMU BILANG PEPERA TIDAK BISA DIGANGGU GUGAT ITU, EMANGNYA PEPERA ITU FIRMAN TUHAN KA…..? FIRMAN TUHAN SAJA KITORANG MELANGGAR APA LAGI DENGAN PEPERA YANG FIRMAN IBLIS YANG PENUH DENGAN PEMBOHONGAN ITU……! KALAU KAMU MAU MATERI LANGSUNG MINTA SAJA UANG OTSUS BANYAK TO OO! SEBELUM KEBURU KELIANG KUBUR, TAPI JANGAN KAMU JUAL ORANG PAPUA CIPTAAN TUHAN INI.

  5. itu orng tua yang sdh mau mati di belanda,,, tpi ingat papua jdi pulkam… supaya bisa mati dgn aman di papua… klu mati belanda nti tdk ada yg menganis jdi pulkam supaya ada yg menagis…. dasar penghianat,, penjilat…ko terkutuk………………….

  6. Ramses Orang Tua tapi Pikiran Dangkali, Kamu dengar ni nasihat anak muda :
    1. Jangan Mengorbankan Kpentingan jangka panjang Bangsa Papua yang besar ni dengan sepiring nasi dari RI.

  7. boh…… betul Pace…. ko pu kata-kata itu saya juga setuju,….pace Ramses itu de tra raba de pu rambut ka pa? de pu rambut keritin kah lurus, baru de belah orang indonesia sampe,…. mungkin dong su kasih de tidur deng perempuan jawa ka pa?…. hehehehe,…. pace ramses lebebae de stop komentar takaruan,… nanti de pu lidah putus.

  8. 1.tidak bisa ganggut gugat? bapa satu2nya orang yang tau sejarah?
    sepertinya bp tdk terlalu tau sejarah tentang papua yang benar.
    2.bersatu untuk membangun NKRI? bp buta atau pura2 buta? bisa
    lihat pembngunan di papua tdk? sdh brp tahun integrasi papua &
    NKRI ? pembangunan merata atau tdk? ini yang disebut keadilan
    bagi seluruh rakyat indonesia?
    3.siapa yang meletakan pondasi/dasar? semua orang papua k?
    sejarah keluarga bapak dulu jangn dijadikan ukuran sebagai
    sejarah seluruh orang papua” krn bukan bapak sj yang hidup
    saat itu..”

    1. ko pu muka itu… makanya perbaiki dulu ko pu otak baru komen2…
      yg dari dulu dituntut cuma merdeka teyusss…. knp tra tuntut perbaikan sarana pendidikan macam sekolah atau kampuskah .. kalau torang su pintar baru tuntut referendum…merdekakah…. kacang itu yg penting kitorang su tau punya kemampuan baru teriak2 tho…
      ko torang tidak lihat tim-tim kah… jadi apa sekarang disana..???

      makanya itu otak di pakeee…. dasar otak nangka….

  9. Kam semua goblok, tukang mabuk, tukang cuki dan tidak punya otak..kam pikir merdeka itu hanya tinggal minta saja. Sedangkan kamu sudah bunuh banyak juga warga muslim pendatang. Kita baku bunuh dulu. Setiap malam diselurh kam pu tanah papua ini akan terus dilancarkan tembak di tempat semua org papua yang taunya buat rusuh, mabok dan minta2 uang kepada warga muslim.

  10. pace kam tw ap kam tra tw apa2 ko jang asal bicara tanah papua tumpah dara ku TETAP DALAM BINGKAI NKRI ko mw kaya tim tim ka yang merdeka dari pemerintah NKRI langsung jatuh miskin dpa jajah dari australi. OPM bodok besar mo tra tw apa2 kam bangsa papua seharusnya dapat menunjukan eksistensi deng cara damai tunjukan kal kitorang bangsa yang cinta damai nanti masalah deng pemerintah tong rundingkan sama2

  11. patua ramses kalau sudah tidak ada uang jangan jual orang papua.pakai ketemu mentri segalah,kerja hidup mu ajah kaya binatang baru buat stekmen yang tidak betul,nama mu itu tidak tercatat di daftar pejauang indonesia.jadi mendingan sisahidup mu nikmati aja sambil tunggu mati

  12. ha.ha.ha….
    ko hny berani comentar sj, io mm bangsa ini bangsa yg BIADAB jd dr dulu penyelesaian mslh hny dgn gencatan senjata. Traberani DIALOG INTERNASIONAL jd, takut Papua merdeka kan????
    za kasihan ko yg tulis bgt niii…ha.ha.ha

  13. pace ramses ohe ko mati boleh ka????
    ko lidah bercabang, mata uang, sok2 bcr pdhal org lain ada menderita krn sanak saudr dibunuh, dianiaya, dibatai dll, ko malah bela bangsa ini blg bersatu padu lg

    ko mati sekarang jg boleh orang tua anjing niiii……………….

  14. Sejarah masuknya Irian Barat (Papua) ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejatinya sudah final, tidak perlu dipertanyakan dan diutak-atik lagi. Tidak ada manipulasi sejarah yang perlu diluruskan. Apalagi dunia internasional telah menjadi saksi setiap perundingan pengembalian Irian Barat hingga terlaksananya Pepera di bawah pengawasan PBB tahun 1969. PBB telah mengakui hasil Pepera dan sampai hari ini tidak pernah mempersoalkannya, sehingga dilihat dari sudut hukum internasional, tidak ada yang perlu diragukan mengenai keabsahan Papua sebagai bagian integral wilayah kedaulatan NKRI. Artinya, keabsahan resolusi Majelis Umum PBB nomor 2504 (XXIV) tentang hasil Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) merupakan keputusan final.
    Berdasarkan cacatan sejarah, integrasi Papua kedalam NKRI berawal ketika Pemerintah Belanda menyerahkan wilayah Irian Barat kepada PBB melalui United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) pada tanggal 1 Oktober 1962 sampai dengan 1 Mei 1963. PBB, selanjutnya merancang kesepakatan “New York Agreement” untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Papua (Irian Barat) untuk melakukan jajak pendapat melalui Pepera pada tahun 1969, yang diwakili oleh 175 orang utusan dari 8 Kabupaten yang ada pada waktu itu. Dalam perjanjian New York tersebut, rakyat Irian Jaya diberikan kebebasan untuk memilih dan menentukan apakah akan tetap menjadi bagian dari Indonesia atau memutuskan hubungannya dengan Indonesia. Pelaksanaan Pepera yang turut disaksikan oleh utusan PBB, Australia dan Belanda, dilaksanakan secara demokratis dan konstitusional.
    Hasil akhir dari Pepera tersebut ternyata rakyat Irian Barat menghendaki dan setuju bergabung dengan NKRI. Hasil Pepera tersebut kemudian dibawa ke sidang umum PBB dan pada tanggal 19 November 1969, Sidang Umum PBB menerima dan menyetujui hasil-hasil Pepera. Negara-negara dunia, termasuk anggota PBB saat itu tidak ada yang mempermasalahkan. Dengan demikian, jelas bahwa pelaksanaan Pepera telah diterima oleh masyarakat Internasional dan integrasi Irian Jaya kedalam NKRI juga telah diakui dunia internasional, sehingga merupakan keputusan final.
    Mencermati proses dan hasil Pepera tersebut, maka ketidakabsahan Pepera yang masih terus dipertanyakan oleh kelompok separatis Papua sama sekali tidak berdasar dan tidak mempunyai argumen yang kuat menurut hukum internasional. Keinginan pihak-pihak tertentu di Papua yang kembali menyuarakan referendum dan meminta Pepera ditinjau kembali, hanyalah tuntutan mengada-ada, mengingat PBB hanya mengakui institusi dalam bentuk Negara dan bukan suatu gerakan. Kalaupun ada keinginan untuk menjadikan Papua Negara yang merdeka, maka hal tersebut tidak dapat dilakukan dengan alasan bahwa Pepera harus dianggap batal demi hukum.
    Menurut saya, OPM (Organisasi Papua Merdeka) sesungguhnya telah mengingkari sejarah dengan melakukan pembohongan publik. Karena, kembalinya Papua kedalam NKRI adalah melalui media, cara dan prosedur yang sah dan demokratis serta diterima oleh masyarakat internasional, dan bukan merupakan aneksasi. Kita berharap, kemurnian sejarah kembalinya Papua Barat ke pangkuan tanggal 1 Mei 1963 dan hasil Pepera tahun 1969 jangan dibelokkan dan dipolitisir, hanya untuk kepentingan kelompok atau individu, karena justru akan menyengsarakan rakyat Papua.

  15. Bpk Ramses Yg terhormat katanya pelaku sejarah tetapi Kata tete saya Bpk adalah penjaga gudang obat di Malanesia Hospital (RS Dok II) kan aneh kalau cuma penjaga gudang obat yang merupakan pesuruh dan bisa menjadi pelaku sejarah, itu kan tipu,… lebih baik diam dan ikut perkembangan karna semua orang papua sekarang lagi susah…….. dan ingin untuk …… sendiri jd …..jangan ikut campur bilang NKRI harga mati mungkin untuk Bpk Ramses Ohe…… dan Keluarga…….. tapi kalau kami orang papua ,…memilih utuk Merdeka……

Leave a Reply

» ⟩ Related News, Web, Images, Videos, Books from Google
Loading
 
Berita terkait dari Google.com berdasarkan kata-kata dalam juduil berita.