Menolak Dialog, Meminta Referendum Atasi Masalah Papua

[JAYAPURA]-Ratusan orang yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB) melakukan aksi unjukrasa pada Selasa, (2/8) di depan kompleks Expo Waena, yang berlanjut hingga di pusat Kota Abepura, Jayapura.

Aksi unjukrasa tersebut dilakukan tanpa adanya tindak kekerasan ataupun pengrusakan seperti yang dikuatirkan banyak pihak sejak beberapa hari belakangan.

Aksi ini sejak pagi dilakukan dibawa guyuran hujan, namun tidak menyurutkan semangat mereka menyampaikan berbagai dukungan dan rasa simpati mereka atas pelaksanaan konggres Internasional Lawyer for west Papua (ILWP) yang berlangsung hari ini di Oxford Inggris.

Peserta Demonstrasi Menuntu Referendum

Peserta Demonstrasi Menuntu Referendum

Pantauan media ini, bahwa massa yang sejak pagi telah berkumpul terus mendapat dukungan dengan bergabungnya sejumlah massa dari Sentani yang terus berdatangan dengan menumpang sejumlah truk milik warga yang dicegat di jalan. Sejumlah foto “pejuang Papua” seperti Theys Hiyo Eluay, Arnold Ap, dan sejumlah foto penyiksaan rakyat Papua turut dipajang dalam aksi tersebut.

Mereka juga menggelar aksi tanda tangan diatas kain sepanjang 64 meter sebagai bentuk pernyataan sikap mereka menyatakan bahwa PEPERA 1969 cacat hukum dan mendukung konferensi ILWP dan IPWP di Oxford Inggris.
Koordinator Aksi, Mako Tabuni dalam orasinya menolak dengan tegas adanya dialog Jakarta-Papua dan meminta agar kongres Rakyat Papua segera digelar untuk meluruskan arah perjuangan rakyat Papua yang dinilai telah banyak berubah di tengah perjalanan. Ia juga menyatakan dukungan dan rasa simpatinya atas dukungan ILWP terhadap masalah-masalah Papua.
“Referendum adalah solusi untuk menyelesaikan masalah Papua”, teriaknya dalam orasinya sambil mendapatkan aplaus ratusan massa yang turut menyimaknya.

Akibat aksi yang digelar sejak pagi maka hampir sebagian besar aktivitas warga di Kota Jayapura lumpuh total, toko-toko dan kios nyaris tak dibuka, bahkan angkutan umum yang biasanya beroperasi sejak pagi, pun nyaris tidak beroperasi sehingga berdampak pada aktivitas perkantoran dan sekolah. Banyak sekolah akhirnya di liburkan.

Rubrikasi - Berita Hari Ini
Oleh Alfonsa Wayap
Selasa, 02 Agustus 2011 09:23

Suara Perempuan Papua

Comments

comments

» ⟩ More and Related News

» ⟩ 5 More from Related Category: Papua Merdeka
   
» ⟩ 5 More Tagged:
  • No related posts found
   

Leave a Reply

» ⟩ Related News, Web, Images, Videos, Books from Google
Loading
 
Berita terkait dari Google.com berdasarkan kata-kata dalam juduil berita.