» ⟩ More and Related News

» ⟩ 5 More from Related Category: Rilis Pers
  • Urgent!! Mohon Solidaritas, Advokasi dan Peliputan: Mahasiswa Papua Surabaya Dikepung 17, 2019.

    Port Vila, — Tepat tanggal 30 Juli, seluruh rakyat Vanuatu selalu memperingati, selalu dikenang turun temurung anak negeri bangsa negaranya atas betapa jahatnya kaum penguasa penjajah bangsa asing bagaikan penyakit kangker ganas yang mematikan dimasa penjajahan, sekaligus mengenang para pejuang bangsa Melanesia Vanuatu yang dengan gigih, gagah berani berjuang mengorbangkan harta benda, jiwa dan raganya […]

  • Izaac Hindom vs. Ismail: “Saya Ada Urus Rakyatmu!” 17, 2019.

    Port Vila, — Tepat tanggal 30 Juli, seluruh rakyat Vanuatu selalu memperingati, selalu dikenang turun temurung anak negeri bangsa negaranya atas betapa jahatnya kaum penguasa penjajah bangsa asing bagaikan penyakit kangker ganas yang mematikan dimasa penjajahan, sekaligus mengenang para pejuang bangsa Melanesia Vanuatu yang dengan gigih, gagah berani berjuang mengorbangkan harta benda, jiwa dan raganya […]

  • Delegasi ULMWP yang sempat di hambat oleh Indonesia melalui New Zealand dan Australia 13, 2019.

    Port Vila, — Tepat tanggal 30 Juli, seluruh rakyat Vanuatu selalu memperingati, selalu dikenang turun temurung anak negeri bangsa negaranya atas betapa jahatnya kaum penguasa penjajah bangsa asing bagaikan penyakit kangker ganas yang mematikan dimasa penjajahan, sekaligus mengenang para pejuang bangsa Melanesia Vanuatu yang dengan gigih, gagah berani berjuang mengorbangkan harta benda, jiwa dan raganya […]

  • WPRA Mengucapkan Selamat Merayakan HUT Kemerdekaan Negara Saudara Republik Vanuatu Ke-39 01, 2019.

    Port Vila, — Tepat tanggal 30 Juli, seluruh rakyat Vanuatu selalu memperingati, selalu dikenang turun temurung anak negeri bangsa negaranya atas betapa jahatnya kaum penguasa penjajah bangsa asing bagaikan penyakit kangker ganas yang mematikan dimasa penjajahan, sekaligus mengenang para pejuang bangsa Melanesia Vanuatu yang dengan gigih, gagah berani berjuang mengorbangkan harta benda, jiwa dan raganya […]

  • ULMWP: Mengucapkan Selamat Merayakan HUT Kemerdekaan Negara Vanuatu Ke-39 01, 2019.

    Port Vila, — Tepat tanggal 30 Juli, seluruh rakyat Vanuatu selalu memperingati, selalu dikenang turun temurung anak negeri bangsa negaranya atas betapa jahatnya kaum penguasa penjajah bangsa asing bagaikan penyakit kangker ganas yang mematikan dimasa penjajahan, sekaligus mengenang para pejuang bangsa Melanesia Vanuatu yang dengan gigih, gagah berani berjuang mengorbangkan harta benda, jiwa dan raganya […]

   

2 responses to “DAP Anggap Indonesia Caplok Bangsa Papua Barat”

  1. Sekarang ini sebenarnya sudah saatnya untuk semua orang Papua memberikan Dukungan Dana kepada perjuangan IPWP dan ILWP, bukan putar-balik di tempat baru bicara ke sana kemari tentang beli senjata dan perang gerilya. Masa untuk gerilya dan angkat senjata di hutan rimba sudah hampir setengah abad lamanya dan korban yang jatuh sudah cukup, lebih dari cukup untuk membayar kemerdekaan West Papua.

    Kekurangan sekarang adalah dukungan dana untuk perjalanan dan kerja-kerja Hukum serta Politik ILWP dan IPWP. IPWP itu lembaga politik, untuk lobi–lobi politik di tingkat antarbangsa, sementara ILWP untuk menggali dan menggugat kasus hukum, yang perlu ditangani oleh para ahli dan praktisi hukum internasional kawakan dunia, yang PASTI dan AKAN duduk mengerjakan kasus ini HANYA KALAU DIBAYAR. Tanpa dibayar, mana mereka mau kerja?

    Memang mereka tahu kasus hukum dan kasus politik, tetapi mereka sebagai individu, sebagai kepala keluarga, sebagai ibu rumahtangga, punya kebutuhan hidup dalam kondisi masyarakat modern, jadi kita tidak bisa jalan kesana kemari minta bantu tanpa imbalan sedikit.

    Mari kita belajar untuk berjuang secara profesional, yaitu dengan secara organisasi terstruktur, terprogram, teranggarkan, dan dijalankan oleh orang-orang yang profesional pula, tidak sporadis, tidak timbul-tenggelam, tidak plin-plan.

    Wassalam!@

  2. Sekarang ini sebenarnya sudah saatnya untuk semua orang Papua memberikan Dukungan Dana kepada perjuangan IPWP dan ILWP, bukan putar-balik di tempat baru bicara ke sana kemari tentang beli senjata dan perang gerilya. Masa untuk gerilya dan angkat senjata di hutan rimba sudah hampir setengah abad lamanya dan korban yang jatuh sudah cukup, lebih dari cukup untuk membayar kemerdekaan West Papua.

    Kekurangan sekarang adalah dukungan dana untuk perjalanan dan kerja-kerja Hukum serta Politik ILWP dan IPWP. IPWP itu lembaga politik, untuk lobi–lobi politik di tingkat antarbangsa, sementara ILWP untuk menggali dan menggugat kasus hukum, yang perlu ditangani oleh para ahli dan praktisi hukum internasional kawakan dunia, yang PASTI dan AKAN duduk mengerjakan kasus ini HANYA KALAU DIBAYAR. Tanpa dibayar, mana mereka mau kerja?

    Memang mereka tahu kasus hukum dan kasus politik, tetapi mereka sebagai individu, sebagai kepala keluarga, sebagai ibu rumahtangga, punya kebutuhan hidup dalam kondisi masyarakat modern, jadi kita tidak bisa jalan kesana kemari minta bantu tanpa imbalan sedikit.

    Mari kita belajar untuk berjuang secara profesional, yaitu dengan secara organisasi terstruktur, terprogram, teranggarkan, dan dijalankan oleh orang-orang yang profesional pula, tidak sporadis, tidak timbul-tenggelam, tidak plin-plan.

    Wassalam!@

Leave a Reply

» ⟩ Related News, Web, Images, Videos, Books from Google
Loading
 
Berita terkait dari Google.com berdasarkan kata-kata dalam juduil berita.