» ⟩ More and Related News

» ⟩ 5 More from Related Category: Uncategorized
  • Referendum Tidak Boleh, Hak Menentukan Nasib Sendiri Boleh Kan Pak? 14, 2019.

    West Papua Revolutionary Army (WPRA) telah mengeluarkan instruksi kepada berbagai jajarannya untuk memonitor “secara dekat” pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Kolonial Indonesia yang hendak diselenggarakan oleh Negara Kolonial Republik Indonesia (NKRI) pada tahun 2020 atau tahun depan. Menurut Gen. WPRA Amunggut Tabi dari Markas Pusat Pertahanan WPRA, instruksi itu diberikan dalam rangka memperingatkan kepada Gubernur […]

  • Team 5 The Defenders of the truth 14, 2019.

    West Papua Revolutionary Army (WPRA) telah mengeluarkan instruksi kepada berbagai jajarannya untuk memonitor “secara dekat” pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Kolonial Indonesia yang hendak diselenggarakan oleh Negara Kolonial Republik Indonesia (NKRI) pada tahun 2020 atau tahun depan. Menurut Gen. WPRA Amunggut Tabi dari Markas Pusat Pertahanan WPRA, instruksi itu diberikan dalam rangka memperingatkan kepada Gubernur […]

  • West Papua Revolutionary Army Tidak Didirikan untuk Bunuh Orang Indonesia 14, 2019.

    West Papua Revolutionary Army (WPRA) telah mengeluarkan instruksi kepada berbagai jajarannya untuk memonitor “secara dekat” pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Kolonial Indonesia yang hendak diselenggarakan oleh Negara Kolonial Republik Indonesia (NKRI) pada tahun 2020 atau tahun depan. Menurut Gen. WPRA Amunggut Tabi dari Markas Pusat Pertahanan WPRA, instruksi itu diberikan dalam rangka memperingatkan kepada Gubernur […]

  • Tiga Ciri Utama Pejuang Papua Merdeka 14, 2019.

    West Papua Revolutionary Army (WPRA) telah mengeluarkan instruksi kepada berbagai jajarannya untuk memonitor “secara dekat” pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Kolonial Indonesia yang hendak diselenggarakan oleh Negara Kolonial Republik Indonesia (NKRI) pada tahun 2020 atau tahun depan. Menurut Gen. WPRA Amunggut Tabi dari Markas Pusat Pertahanan WPRA, instruksi itu diberikan dalam rangka memperingatkan kepada Gubernur […]

  • Gen. WPRA Amunggut Tabi: PON XX 2020 Harus Digagalkan Demi Harga Diri Bangsa Papua 14, 2019.

    West Papua Revolutionary Army (WPRA) telah mengeluarkan instruksi kepada berbagai jajarannya untuk memonitor “secara dekat” pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Kolonial Indonesia yang hendak diselenggarakan oleh Negara Kolonial Republik Indonesia (NKRI) pada tahun 2020 atau tahun depan. Menurut Gen. WPRA Amunggut Tabi dari Markas Pusat Pertahanan WPRA, instruksi itu diberikan dalam rangka memperingatkan kepada Gubernur […]

   

2 responses to “DAP Anggap Indonesia Caplok Bangsa Papua Barat”

  1. Sekarang ini sebenarnya sudah saatnya untuk semua orang Papua memberikan Dukungan Dana kepada perjuangan IPWP dan ILWP, bukan putar-balik di tempat baru bicara ke sana kemari tentang beli senjata dan perang gerilya. Masa untuk gerilya dan angkat senjata di hutan rimba sudah hampir setengah abad lamanya dan korban yang jatuh sudah cukup, lebih dari cukup untuk membayar kemerdekaan West Papua.

    Kekurangan sekarang adalah dukungan dana untuk perjalanan dan kerja-kerja Hukum serta Politik ILWP dan IPWP. IPWP itu lembaga politik, untuk lobi–lobi politik di tingkat antarbangsa, sementara ILWP untuk menggali dan menggugat kasus hukum, yang perlu ditangani oleh para ahli dan praktisi hukum internasional kawakan dunia, yang PASTI dan AKAN duduk mengerjakan kasus ini HANYA KALAU DIBAYAR. Tanpa dibayar, mana mereka mau kerja?

    Memang mereka tahu kasus hukum dan kasus politik, tetapi mereka sebagai individu, sebagai kepala keluarga, sebagai ibu rumahtangga, punya kebutuhan hidup dalam kondisi masyarakat modern, jadi kita tidak bisa jalan kesana kemari minta bantu tanpa imbalan sedikit.

    Mari kita belajar untuk berjuang secara profesional, yaitu dengan secara organisasi terstruktur, terprogram, teranggarkan, dan dijalankan oleh orang-orang yang profesional pula, tidak sporadis, tidak timbul-tenggelam, tidak plin-plan.

    Wassalam!@

  2. Sekarang ini sebenarnya sudah saatnya untuk semua orang Papua memberikan Dukungan Dana kepada perjuangan IPWP dan ILWP, bukan putar-balik di tempat baru bicara ke sana kemari tentang beli senjata dan perang gerilya. Masa untuk gerilya dan angkat senjata di hutan rimba sudah hampir setengah abad lamanya dan korban yang jatuh sudah cukup, lebih dari cukup untuk membayar kemerdekaan West Papua.

    Kekurangan sekarang adalah dukungan dana untuk perjalanan dan kerja-kerja Hukum serta Politik ILWP dan IPWP. IPWP itu lembaga politik, untuk lobi–lobi politik di tingkat antarbangsa, sementara ILWP untuk menggali dan menggugat kasus hukum, yang perlu ditangani oleh para ahli dan praktisi hukum internasional kawakan dunia, yang PASTI dan AKAN duduk mengerjakan kasus ini HANYA KALAU DIBAYAR. Tanpa dibayar, mana mereka mau kerja?

    Memang mereka tahu kasus hukum dan kasus politik, tetapi mereka sebagai individu, sebagai kepala keluarga, sebagai ibu rumahtangga, punya kebutuhan hidup dalam kondisi masyarakat modern, jadi kita tidak bisa jalan kesana kemari minta bantu tanpa imbalan sedikit.

    Mari kita belajar untuk berjuang secara profesional, yaitu dengan secara organisasi terstruktur, terprogram, teranggarkan, dan dijalankan oleh orang-orang yang profesional pula, tidak sporadis, tidak timbul-tenggelam, tidak plin-plan.

    Wassalam!@

Leave a Reply

» ⟩ Related News, Web, Images, Videos, Books from Google
Loading
 
Berita terkait dari Google.com berdasarkan kata-kata dalam juduil berita.