» ⟩ More and Related News

» ⟩ 5 More from Related Category: Papua Merdeka
   

6 responses to “Sokrates Tolak Panggilan Polda”

  1. Tuduhan Duma Sokrates Sofyan Yoman kepada TNI/Polri tentang rekayasa berbagai konflik yang terjadi di Puncak Jaya akan membuat dirinya tidak dipercaya lagi oleh masyarakat. Sebagai pelayan Tuhan tapi kok berbohong menuduh dan bebircara tanpa bukti, itu sungguh memalukan dan perbuatan itu tidak bisa dibuat panutan oleh umat, justru mengotori !!!.

  2. Tuduhan Duma Sokrates Sofyan Yoman kepada TNI/Polri tentang rekayasa berbagai konflik yang terjadi di Puncak Jaya akan membuat dirinya tidak dipercaya lagi oleh masyarakat. Sebagai pelayan Tuhan tapi kok berbohong menuduh dan bebircara tanpa bukti, itu sungguh memalukan dan perbuatan itu tidak bisa dibuat panutan oleh umat, justru mengotori !!!.

  3. TNI/POLRI adalah melindungi dan mengayomi masyarakat, dengan aturan hukum dan norma-norma yang berlaku di negri ini. Hargailah Harkat dan Martabat orang papua, bukan saling kejar dan tangkap-menagkap.

  4. TNI/POLRI adalah melindungi dan mengayomi masyarakat, dengan aturan hukum dan norma-norma yang berlaku di negri ini. Hargailah Harkat dan Martabat orang papua, bukan saling kejar dan tangkap-menagkap.

  5. Seorang Pendeta tidak mungkin sembarang bicara, pasti ada apa-apanya di sana. selama ini seluruh Papua terjadi kekerasan tidak biasanya di angkat oleh media, apa lagi merasa prihatin?. Memang benar bahwa hukum di bangsa kolonial ini yang berlaku hanya kepada rakyat, bagi TNI/POLRI hukum menjadi kebal sekaligus Alat untuk menindas terhadap kaum yang lemah.
    Hal ini sudah terbukti banya, maka saudara Yusak buka mata hati-mu selebar mungkin agar anda dapat mengerti tentang sepak terjang aparat penegak Hukum di bangsa ini.
    Jika penegakan Hukum baik, kenapa ada Coret-mencoret di gedung DPR-RI?aksi nekat yang dilakukan oleh seorang PONG Artis Senior di Republik ini? sangat memalukan.

    (-VIVA WEST PAPUA-)

  6. Seorang Pendeta tidak mungkin sembarang bicara, pasti ada apa-apanya di sana. selama ini seluruh Papua terjadi kekerasan tidak biasanya di angkat oleh media, apa lagi merasa prihatin?. Memang benar bahwa hukum di bangsa kolonial ini yang berlaku hanya kepada rakyat, bagi TNI/POLRI hukum menjadi kebal sekaligus Alat untuk menindas terhadap kaum yang lemah.
    Hal ini sudah terbukti banya, maka saudara Yusak buka mata hati-mu selebar mungkin agar anda dapat mengerti tentang sepak terjang aparat penegak Hukum di bangsa ini.
    Jika penegakan Hukum baik, kenapa ada Coret-mencoret di gedung DPR-RI?aksi nekat yang dilakukan oleh seorang PONG Artis Senior di Republik ini? sangat memalukan.

    (-VIVA WEST PAPUA-)

Leave a Reply

» ⟩ Related News, Web, Images, Videos, Books from Google
Loading
 
Berita terkait dari Google.com berdasarkan kata-kata dalam juduil berita.