Kontras dan Keluarga Opinus Tabuni Pertanyakan Kinerja Polda Papua

Terkait Pengungkapan Siapa Pelaku Penembakan Opinus

JAYAPURA-Komisi Korban untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KONTRAS) Perwakilan Papua dan keluarga korban penembakan warga sipil Opinus Tabuni, yang tertembak di Lapangan Sinapuk Wamena 9 Agustus 2008 pada saat Perayaan Hari Masyarakat Bangsa Pribumi Internasional, hingga saat ini pelakunya belum terungkap.
Hingga memasuki tahun kedua, belum ada penjelasan dari pihak Polda Papua sejauh mana penanganan kasus tersebut.

“Opinus Tabuni tertembak dan kini sudah memasuki tahun kedua, namun hingga kini belum ada penjelasan dari pihak Polda Papua. Apakah Waktu 2 tahun lebih ini belum cukup untuk Polda Papua mengungkap siapa pelaku penembakan tersebut,” jelas Theo Hisegem, Ketua Jaringan Advokasi Penegak Hukum Dan HAM Pegunungan Tengah Papua di dampingi Kordinator Kontras Papua, Johanis H. Maturbongs,SH dalam jumpa pers Di kantor Kontras Padang Bulan, Senin (30/8).

Menurutnya, 10 Agustus 2008 lalu, pihaknya sudah menyerahkan hasil Otopsi berupa proyektil peluru kepada pihak Reskrim Polres Jayawijaya dan pada saat penyerahan hasil tersebut pihak kepolisian mengatakan apapun hasilnya kami akan sampaikan, tetapi mulai dari uji balestik hingga otopsi belum ada pernyataan resmi dari Polri melalui Polda Papua baik tertulis maupun lisan.

Harris Moturbongs, menambahkan yang di butuhkan oleh keluarga Opinus Tabuni dan masyarakat saat ini adalah institusi Polri mengungkapkan kasus penembakan Opinus Tabuni dan kasus-kasus lainnya. “Kami ingin ada penjelasan dari Polda apakah kasus ini kriminal murni ataukah tindak kekerasan.Kasus ini akan tetap kami bawa ke tingkat HAM Internasional apa bila Pori melalui Polda Papua tidak bisa mengusut tuntas kasus ini,” pungkasnya. (ben/nan)

Comments

comments

» ⟩ More and Related News

» ⟩ 5 More from Related Category: Papua Merdeka
   
» ⟩ 5 More Tagged:
  • No related posts found
   
» ⟩ Related News, Web, Images, Videos, Books from Google
Loading
 
Berita terkait dari Google.com berdasarkan kata-kata dalam juduil berita.