» ⟩ More and Related News

» ⟩ 5 More from Related Category: Papua Merdeka
   

4 responses to “Sebut Pepera Final, Meset Dinilai Keliru”

  1. Benar sekali Tuan Bomoi, bahwa Meset dalam hal ini sangat keliru dan kebingungan jalan, sudah terlanjur mengikuti keinginan NKRI sehingga untuk kembali pada sikap politik nurani sangat susah.

    Meset orang NKRI ini sangat keliru dan memalukan, barangkali beliau tidak membaca kondisi perkembangan politik yang sedang berkembang saat ini.

    (-VIVA WEST PAPUA-)

  2. Benar sekali Tuan Bomoi, bahwa Meset dalam hal ini sangat keliru dan kebingungan jalan, sudah terlanjur mengikuti keinginan NKRI sehingga untuk kembali pada sikap politik nurani sangat susah.

    Meset orang NKRI ini sangat keliru dan memalukan, barangkali beliau tidak membaca kondisi perkembangan politik yang sedang berkembang saat ini.

    (-VIVA WEST PAPUA-)

  3. Namanya mengambl sikap politik memang harus begitu, tetapi itu tidak berarti perjuangan ini serta-merta menjadi layu atau loyo atau kehilangan semangat. Dia berbicara atas nama pribadi, atas kepentingan pribadi, untuk keuntungan pribadi, bukan keluarga dan anak cucunya juga. Apalagi apa yang dia katakan tidak punya pengaru apa2, kecuali NKRI sudah menggunakan dia untuk kepentingan mereka.

    Memang politik adalah sebuah tarik2 menarik antara kepentingan2 dan untuk memenangkan kepentingan selalu harus ada saling menyudutkan. Itu sesuatu yang lumrah sekali. Cuma kita semua tahu hatinuraninya sangat tersiksa dan akan mengakhiri hidup ini tanpa damai sejahtera untuk jiwanya sendiri karena ia berbicara menentang hatinuraninya sendiri. Memang sebuah keanehan tapi nyata. Itulah politik.

  4. Namanya mengambl sikap politik memang harus begitu, tetapi itu tidak berarti perjuangan ini serta-merta menjadi layu atau loyo atau kehilangan semangat. Dia berbicara atas nama pribadi, atas kepentingan pribadi, untuk keuntungan pribadi, bukan keluarga dan anak cucunya juga. Apalagi apa yang dia katakan tidak punya pengaru apa2, kecuali NKRI sudah menggunakan dia untuk kepentingan mereka.

    Memang politik adalah sebuah tarik2 menarik antara kepentingan2 dan untuk memenangkan kepentingan selalu harus ada saling menyudutkan. Itu sesuatu yang lumrah sekali. Cuma kita semua tahu hatinuraninya sangat tersiksa dan akan mengakhiri hidup ini tanpa damai sejahtera untuk jiwanya sendiri karena ia berbicara menentang hatinuraninya sendiri. Memang sebuah keanehan tapi nyata. Itulah politik.

Leave a Reply

» ⟩ Related News, Web, Images, Videos, Books from Google
Loading
 
Berita terkait dari Google.com berdasarkan kata-kata dalam juduil berita.