» ⟩ More and Related News

» ⟩ 5 More from Related Category: Papua Merdeka
   

6 responses to “Kongres OPM, Inginkan Papua Merdeka”

  1. Wagub Alex tidak usah pakai marga Hesegem, karena Hesegem itu fakta marga orang Papua. Apa yang dikatakannya seharusnya dikatakan oleh Alex Wahono atau Alex Hutabarat, bukan Alex Hesegem.

    Perjuangan Papua Merdeka bukan mimpi, tetapi impian, impian yang sudah menelan banyak korban, impian yang sudah banyak contoh pencapaiannya, termasuk Indonesia merdeka merupakan impian yang sudah tercapai Kini Papua Merdeka merupakan cita-cita yang diperjuangkan oleh sebuah bangsa, sebuah pulau, sebuah entitas identitas, tidak dapat dibantah, apalagi dianggap tidak ada oleh individu-individu, apalagi kalau para individu itu berbicara atas nama bangsa lain.

  2. Wagub Alex tidak usah pakai marga Hesegem, karena Hesegem itu fakta marga orang Papua. Apa yang dikatakannya seharusnya dikatakan oleh Alex Wahono atau Alex Hutabarat, bukan Alex Hesegem.

    Perjuangan Papua Merdeka bukan mimpi, tetapi impian, impian yang sudah menelan banyak korban, impian yang sudah banyak contoh pencapaiannya, termasuk Indonesia merdeka merupakan impian yang sudah tercapai Kini Papua Merdeka merupakan cita-cita yang diperjuangkan oleh sebuah bangsa, sebuah pulau, sebuah entitas identitas, tidak dapat dibantah, apalagi dianggap tidak ada oleh individu-individu, apalagi kalau para individu itu berbicara atas nama bangsa lain.

  3. Salam hormat dan salut buat Tete Alex H, saya sebagai tuan tanah tempat dimana anda (tete) sampaikan pandangan tentang West Papua Merdeka adalah salah langka dan keliru.

    cukup sudah tuan-tuan dinas mendikte anak muda, biarkan generasi muda membangun dan berdiri sendiri untuk berfikir masa depannya sendiri. Tete dong dengan komplotan yang lain stop menipu diri sendiri dan menghindari dari aspirasi murnih dan nurani seluruh rakyat West Papua.

    Tete dong jangan menganggap selepeleh tentang perjuangan West Papua Merdeka, Pengalaman pahit ada di depan mata kita saat ini, Dulu teman2 kita (TL) sebelum lepas dari NKRI, para agen Pemerintah pernah mengejek seperti yang tete sampaikan, lalu mereka membentuk satu front untuk melawan Pro Merdeka. Janji Pemerintah NKRI adalah jika TL gagal merdeka maka kami akan memberikan fasilitas yang memadai.

    Janji Politik busuk NKRI kini menjadi semakin tidak nyata, masyarakat Pro Integrasi di ngungsikan oleh pemerintahan otoritas baru TL ke wilayah perbatasan TL – RI, hingga kini nasib mereka tidak menentu dan semakin tidak jelas lagi. Pemerintah RI telah menipu rakyat dan menghasut yang seharusnya mereka pro Merdeka.

    Mereka ingin kembali ke tanah adatnya namun, mereka sendiri yang telah menyangkal Tanah Adatnya sendiri. Bahasa kiasan ; Nasi sudah bubur tak dapat menjadi nasi, waktu tidak dapat tarik kembali, kata2 yang telah di ucapkan tak dapat tarik kembali, apa yang tete dong bicara tak dapat tariknya kembali. Maka berhati-hatilah sebelum anda kena kembali seperti yang kami ulas pengalaman teman2 kami di TL.

    Generasi muda siap membawa perubahan diluar NKRI alias West Papua Merdeka, Segera……

    (-VIVA WEST PAPUA-)

  4. Salam hormat dan salut buat Tete Alex H, saya sebagai tuan tanah tempat dimana anda (tete) sampaikan pandangan tentang West Papua Merdeka adalah salah langka dan keliru.

    cukup sudah tuan-tuan dinas mendikte anak muda, biarkan generasi muda membangun dan berdiri sendiri untuk berfikir masa depannya sendiri. Tete dong dengan komplotan yang lain stop menipu diri sendiri dan menghindari dari aspirasi murnih dan nurani seluruh rakyat West Papua.

    Tete dong jangan menganggap selepeleh tentang perjuangan West Papua Merdeka, Pengalaman pahit ada di depan mata kita saat ini, Dulu teman2 kita (TL) sebelum lepas dari NKRI, para agen Pemerintah pernah mengejek seperti yang tete sampaikan, lalu mereka membentuk satu front untuk melawan Pro Merdeka. Janji Pemerintah NKRI adalah jika TL gagal merdeka maka kami akan memberikan fasilitas yang memadai.

    Janji Politik busuk NKRI kini menjadi semakin tidak nyata, masyarakat Pro Integrasi di ngungsikan oleh pemerintahan otoritas baru TL ke wilayah perbatasan TL – RI, hingga kini nasib mereka tidak menentu dan semakin tidak jelas lagi. Pemerintah RI telah menipu rakyat dan menghasut yang seharusnya mereka pro Merdeka.

    Mereka ingin kembali ke tanah adatnya namun, mereka sendiri yang telah menyangkal Tanah Adatnya sendiri. Bahasa kiasan ; Nasi sudah bubur tak dapat menjadi nasi, waktu tidak dapat tarik kembali, kata2 yang telah di ucapkan tak dapat tarik kembali, apa yang tete dong bicara tak dapat tariknya kembali. Maka berhati-hatilah sebelum anda kena kembali seperti yang kami ulas pengalaman teman2 kami di TL.

    Generasi muda siap membawa perubahan diluar NKRI alias West Papua Merdeka, Segera……

    (-VIVA WEST PAPUA-)

  5. Mungkin saya harus menambah komentar lagi, Hitam tetap Hitam, Putih tetap Putih, tiba2 Hitam tak dapat berubah menjadi Putih karena dengan situasi apapun, itu namanya TAKABUR.

    Saya orang yang sangat sepakat dengan komentar kaka Admin bahwa sebaiknya Ganti Marga sekaligus ganti Kulit, tapi kami dalam dunia nyata sehingga tak mungkin.

    Kalau komentar seperti itu, tete alex tidak layak menggunakan marga Hesegem, karena orang Hesegem bukan Tete sendiri, dan tete sudah melukai perasaan marga besar Hesegem, mungkin Moyang pasti tidak respek lagi dengan tete. Seperti saya menyesal karena gara-gara keluarga saya pake marga Messet lalu membela NKRI harga mati, kami yang tidak tahu Kong kali kong mereka turut bertanggung jawab atas moral ini.

    Bangsa yang tidak punya Moral dan kemanusiaanlah dapat menjual dan beli harga dirinya dengan sepersen uang kerta, Memalukan..

    sekian tambahannya…

    (-VIVA WEST PAPUA-)

  6. Mungkin saya harus menambah komentar lagi, Hitam tetap Hitam, Putih tetap Putih, tiba2 Hitam tak dapat berubah menjadi Putih karena dengan situasi apapun, itu namanya TAKABUR.

    Saya orang yang sangat sepakat dengan komentar kaka Admin bahwa sebaiknya Ganti Marga sekaligus ganti Kulit, tapi kami dalam dunia nyata sehingga tak mungkin.

    Kalau komentar seperti itu, tete alex tidak layak menggunakan marga Hesegem, karena orang Hesegem bukan Tete sendiri, dan tete sudah melukai perasaan marga besar Hesegem, mungkin Moyang pasti tidak respek lagi dengan tete. Seperti saya menyesal karena gara-gara keluarga saya pake marga Messet lalu membela NKRI harga mati, kami yang tidak tahu Kong kali kong mereka turut bertanggung jawab atas moral ini.

    Bangsa yang tidak punya Moral dan kemanusiaanlah dapat menjual dan beli harga dirinya dengan sepersen uang kerta, Memalukan..

    sekian tambahannya…

    (-VIVA WEST PAPUA-)

Leave a Reply

» ⟩ Related News, Web, Images, Videos, Books from Google
Loading
 
Berita terkait dari Google.com berdasarkan kata-kata dalam juduil berita.