Papua Sudah Final Masuk NKRI

Jayapura [PAPOS]– Papua sudah final menjadi bagian dan masuk dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada tahun 1969. Jangan ada lagi kelompok di Papua yang bermimpi ingin mendirikan sebuah negara.

“Keinginan seperti itu adalah kerja sia-sia. Buang-buang energi dan waktu saja untuk meminta referendum. Tidak akan terjadi dan tidak akan pernah terwujud sampai kapan pun. Sekarang pemerintah sudah berikan otonomi khusus (otsus) bagi Papua dengan dana triliunnan rupiah setiap tahunnya,” ujar Mantan Wakil Menlu Organisasi Papua Merdeka (OPM) Nicholas Messet kepada SH, di Jayapura, Rabu (24/3).

Hal itu ia katakan untuk menanggapi demo puluhan massa dari kelompok yang menamakan dirinya Komite Nasional Papua Barat (KNPB), yang menuntut di adakannya referendum untuk memerdekakan Papua.

Aksi demo puluhan orang yang dilakukan oleh KNPB, Senin (22/3) pagi, itu telah dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian di titik kumpul Expo Waena Jayapura, dengan tujuan gedung DPR Papua, karena mengarah pada makar.

Bahkan, 17 orang di antaranya telah diamankan di Mapolda Papua. Tuntutan lain dari aksi demo itu adalah menolak dialog Jakarta– Jayapura, menarik TNI dari Papua, tutup Freeport, dan meminta Presiden Amerika Barack Obama untuk memfasilitasi dialog internasional.

Menurut Nicholas Messet, seorang pejuang Papua Merdeka yang sudah lebih 40 tahun menetap di luar negeri lalu kembali menjadi warga negara Indonesia (WNI), tidak perlu ada lagi dialog Interna sional karena ia mengetahui persis tidak ada satu pun negara di dunia ini yang mendukung Papua Merdeka.

Itu hanyalah mimpi dan kerja sia-sia. Ia mengatkan, referendum juga tidak di mungkinkan karena PBB sudah menetapkan bahwa Papua (Irian Barat) menjadi bagian Republik Indonesia.

“Jadi, menunggu PBB bubar dulu baru Papua bisa melakukan upaya memisah kan diri. Hal itu pun tidak mungkin, saya sendiri sudah pernah ke PBB dan menda pat jawaban bahwa Papua sudah final menjadi bagian dari Republik Indonesia,” ujarnya.

Mengenai keinginan Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Forkorus Yaboisembut yang akan melakukan diplomasi internasional secara terbuka ke mancanegara, Nicholas Messet menganjurkan supaya Yaboisembut belajar bahasa Inggris dulu dengan baik. Karena Yaboisembut, kata Nicholas Messet, sudah melakukannya selama puluhan tahun dan hasilnya sia-sia.

Kunjungan Obama ke Indonesia adalah kunjungan kenegaraan untuk Indonesia, jadi tidak ada kaitannnya de ngan Papua.

Nicholas Messet juga meminta anak-anak muda Papua yang lahir setelah 1969 utnuk menghentikan dengan kegiatan-kegiatan seperti itu dan tidak mengikuti pola pikir orang-orang tua yang sudah ketinggalan zaman.

Ia mengimbau mereka untuk mendidik anak-anak dengan baik agar kemudian bersama-sama membangun Papua yang lebih baik lagi.

Perjuangan Sia-sia

Nicholas Messet meng ungkapkan, kembalinya tokoh OPM Papua Nicholas Youwe ke Jayapura, yang sudah puluhan tahun berada di negeri Belanda, untuk menetap dan menjadi WNI, merupakan suatu pertanda bahwa perjuangan OPM adalah sia-sia.

Nicholas Youwe (80) adalah pemimpin besar OPM yang telah sadar dan kembali ke pangkuan RI. Dialah pencipta bendera Bintang Kejora, bendera kedaulatan Papua Barat yang aslinya sampai sekarang masih ia simpan.

“Hendaklah yang telah dilakukan Nicholas Youwe diikuti oleh yang lainnya, untuk kembali sadar dan bersama-sama membangun Papua,” ujarnya.[suhendarto/agi]

Ditulis oleh Suhendarto/Agi/Papos
Kamis, 25 Maret 2010 00:00

Comments

comments

» ⟩ More and Related News

» ⟩ 5 More from Related Category: Rilis Pers
  • Urgent!! Mohon Solidaritas, Advokasi dan Peliputan: Mahasiswa Papua Surabaya Dikepung 17, 2019.

    Port Vila, — Tepat tanggal 30 Juli, seluruh rakyat Vanuatu selalu memperingati, selalu dikenang turun temurung anak negeri bangsa negaranya atas betapa jahatnya kaum penguasa penjajah bangsa asing bagaikan penyakit kangker ganas yang mematikan dimasa penjajahan, sekaligus mengenang para pejuang bangsa Melanesia Vanuatu yang dengan gigih, gagah berani berjuang mengorbangkan harta benda, jiwa dan raganya […]

  • Izaac Hindom vs. Ismail: “Saya Ada Urus Rakyatmu!” 17, 2019.

    Port Vila, — Tepat tanggal 30 Juli, seluruh rakyat Vanuatu selalu memperingati, selalu dikenang turun temurung anak negeri bangsa negaranya atas betapa jahatnya kaum penguasa penjajah bangsa asing bagaikan penyakit kangker ganas yang mematikan dimasa penjajahan, sekaligus mengenang para pejuang bangsa Melanesia Vanuatu yang dengan gigih, gagah berani berjuang mengorbangkan harta benda, jiwa dan raganya […]

  • Delegasi ULMWP yang sempat di hambat oleh Indonesia melalui New Zealand dan Australia 13, 2019.

    Port Vila, — Tepat tanggal 30 Juli, seluruh rakyat Vanuatu selalu memperingati, selalu dikenang turun temurung anak negeri bangsa negaranya atas betapa jahatnya kaum penguasa penjajah bangsa asing bagaikan penyakit kangker ganas yang mematikan dimasa penjajahan, sekaligus mengenang para pejuang bangsa Melanesia Vanuatu yang dengan gigih, gagah berani berjuang mengorbangkan harta benda, jiwa dan raganya […]

  • WPRA Mengucapkan Selamat Merayakan HUT Kemerdekaan Negara Saudara Republik Vanuatu Ke-39 01, 2019.

    Port Vila, — Tepat tanggal 30 Juli, seluruh rakyat Vanuatu selalu memperingati, selalu dikenang turun temurung anak negeri bangsa negaranya atas betapa jahatnya kaum penguasa penjajah bangsa asing bagaikan penyakit kangker ganas yang mematikan dimasa penjajahan, sekaligus mengenang para pejuang bangsa Melanesia Vanuatu yang dengan gigih, gagah berani berjuang mengorbangkan harta benda, jiwa dan raganya […]

  • ULMWP: Mengucapkan Selamat Merayakan HUT Kemerdekaan Negara Vanuatu Ke-39 01, 2019.

    Port Vila, — Tepat tanggal 30 Juli, seluruh rakyat Vanuatu selalu memperingati, selalu dikenang turun temurung anak negeri bangsa negaranya atas betapa jahatnya kaum penguasa penjajah bangsa asing bagaikan penyakit kangker ganas yang mematikan dimasa penjajahan, sekaligus mengenang para pejuang bangsa Melanesia Vanuatu yang dengan gigih, gagah berani berjuang mengorbangkan harta benda, jiwa dan raganya […]

   
» ⟩ 5 More Tagged:
  • No related posts found
   

2 responses to “Papua Sudah Final Masuk NKRI”

  1. Nicolaas Messet tidak pernah diangkat menjadi pejabat dalam OPM dalam waktu kapan-pun, kecuali oleh Ketua PDP, Alm. Theys Eluay waktu itu. Dalam sejarah OPM Messet tidak punya peran dan kerja apa-apa. Indonesia salah kaprah, dan salah tanya orang.

    Messet di luar negeri menjadi pegawai biasa/ pilot, dan hidup sebagai pencari suaka di luar negeri, bukan karena berjuang untuk Papua Merdeka.

    Nick Messet tidak pernah menjadi utusan dari OPM dalam waktu kapanpun, kecuali menjadi pilot untuk kepentingan pribadinya, Setelah pensiun dari pilot, dia pulang untuk melanjutkan hidupnya seperti biasa.

    Tidak perlu bagi Messet untuk mengomentari soal OPM.

    Soal Nicolaas Jouwe, beliau bukan menyerah, beliau pulang kampung karena memang sudah lanjut usia. Mandat perjuangan sudah diberikan, dan sedang diteruskan, jangan sampai Messet tidak tahu. Tidak tahu juga pantas karena Messet tidak tahu OPM.

    Dari Markas Pusat Pertahanan
    Tentara Revolusi West Papua

  2. Nicolaas Messet tidak pernah diangkat menjadi pejabat dalam OPM dalam waktu kapan-pun, kecuali oleh Ketua PDP, Alm. Theys Eluay waktu itu. Dalam sejarah OPM Messet tidak punya peran dan kerja apa-apa. Indonesia salah kaprah, dan salah tanya orang.

    Messet di luar negeri menjadi pegawai biasa/ pilot, dan hidup sebagai pencari suaka di luar negeri, bukan karena berjuang untuk Papua Merdeka.

    Nick Messet tidak pernah menjadi utusan dari OPM dalam waktu kapanpun, kecuali menjadi pilot untuk kepentingan pribadinya, Setelah pensiun dari pilot, dia pulang untuk melanjutkan hidupnya seperti biasa.

    Tidak perlu bagi Messet untuk mengomentari soal OPM.

    Soal Nicolaas Jouwe, beliau bukan menyerah, beliau pulang kampung karena memang sudah lanjut usia. Mandat perjuangan sudah diberikan, dan sedang diteruskan, jangan sampai Messet tidak tahu. Tidak tahu juga pantas karena Messet tidak tahu OPM.

    Dari Markas Pusat Pertahanan
    Tentara Revolusi West Papua

Leave a Reply

» ⟩ Related News, Web, Images, Videos, Books from Google
Loading
 
Berita terkait dari Google.com berdasarkan kata-kata dalam juduil berita.