Ramses Ohee

Ramses Ohee, Cari Jabatan Lagi?

Ramses Ohee, Cari Jabatan Lagi?

JAYAPURA (PAPOS) -Masalah 11 kursi di DPRP yang dikhususkan untuk orang asli Papua sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Otonomi Khusus Nomor 21 Tahun 2001, kembali digugat. Kali ini gugatan sampaikan Ketua Barisan Merah Putih Ramses Ohee yang juga Ondoafi Waena.

Ramses meminta agar amanat Otsus menyangkut jatah kursi di DPRP dikembalikan pengangkatannya kepada masyarakat adat dan pejuang pembebasan Irian Barat dan bukan diperebutkan oleh partai politik (Parpol). Dikatakan, berdasarkan Peraturan Presiden No 1 Tahun 1962 tanggal 1 Januari 1962 jo Pempres No 1 tahun 1963 tertanggal 1 Mei 1963 tentang pembentukan Propinsi Irian Barat peralihan yang isinya memuat pengangkatan anggota DPRGR berasal dari adat tokoh adat dari seluruh wilayah Irian Barat dan pejuang pembebasan Irian Barat.

Maka itu, jatah 11 kursi di DPRP termasuk 9 kursi di DPRD Papua Barat dan 2 kursi di DPR RI dikembalikan sebagaimana yang diamanatkan dalam PP dan Pempres tersebut. Ramses menjelaskan secara konsideran peraturan tersebut telah dikutip menjadi salah satu dasar hukum dalam Undang-Undang Otsus No 21 Tahun 2001.

Sehingga wajar bila Masyarakat Hukum Adat, Keluarga Besar Masyarakat Adat Tanah Papua dan Pejuang Pembebasan Irian Barat menghendaki agar 11 kursi di DPR Papua dan 9 Anggota DPR Papua Barat dan 2 anggota DPR-RI dikembalikan pengangkatanya kepada mereka.

”Jadi jatah tersebut bukan lagi diperebutkan Parpol seperti pada Pemilu 2004, karena itu hak rakyat masyarakat adat,” tegasnya saat memberikan keterangan pers di kediamannya di Kampung Waena, Sabtu (30/5).

Sementara itu, Ben M Ruatakurei, SPd, MM, yang mengaku tokoh mahasiswa dan mantan Ketua Senat Universitas Cenderawasih (Uncen) menambahkan, bahwa tuntutan dari Masyarakat Hukum Adat Keluarga Besar Masyarakat Adat Tanah Papua dan Pejuang Pembebasan Irian Barat harus direalisasikan.

”Kami harapkan agar Gubernur Papua dan Papua Barat, Parpol dan KPU tidak ikut mencampuri urusan tersebut. Sebab mereka hanya dapat memfasilitasi pengangkatannya,” tambahnya.(feri)

Ditulis oleh Feri/Papos
Selasa, 02 Juni 2009 00:00

Popularity: 4% [?]

This entry was written by admin, posted on Maret 6, 2010 at 11:12 am, filed under Penghianat and tagged , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.  Share & Bookmark


No Responses to “Papua Merdeka Hanya Mimpi”

  1. Silahkan baca komentar Amunggut Tabi, SekJend TRWP dan Forkorus Yaboisembut, Ketua DAP

Write A Comment

You must be logged in to post a comment.


Copyright © 2010 - Suara Papua Merdeka . All rights reserved.
WoodocsLight Theme - By KOTEK@Webmaster. - Style based on YUI Docs & Theme Functions from Blog.txt
Powered by WordPress Entries (RSS) and - Comments (RSS) -