Jayapura (PAPOS) –Kapolda Papua Irjen Pol FX Bagus Ekodanto menjelaskan, upaya tim negosiasi yang diutus untuk berdialog dengan kelompok bersenjata di Bandara Kapeso di kabupaten Membramo Raya belum membuahkan kesepakatan. Menurut Kapolda, hasil negoisasi di atas perahu dengan Decky Imbiri, belum ada titik temu.
Negisiator yang diutus itu adalah salah seorang tokoh agama, maka untuk itu Minggu (24/5) kemarin, kembali diutus negosiator kedua terdiri dari Bupati Membramo, tokoh Agama, tokoh Masyarakat, tokoh Adat untuk mengadakan pembicaraan dengan kelompok yang menguasai Bandara Kapeso bernama Cosmas Makabori.
“Yang Jelas kami akan memulihkan aktifitas masyarakat Kapeso, walaupun mereka meminta kami untuk tidak ikut berurusan tentang masalah kampung Kapeso,”kata Kapolda.
Sementara itu, masyarakat Kapeso diancam TPN/OPM untuk tidak boleh meninggalkan kampung. Bahkan bersama panglimanya menghasut masyarakat kampung Kapeso ikut bergabung dengan kelompok TPN/OPM. Disamping itu juga diketahui salah satu dari anggota TPN/OPM bernama Nela Yanseren telah menngajarka Agama kepada masyarakat kampung Kapeso.
Ia juga telah menyebarkan mimpi-mimpi kepada Ibu-ibu kampung dengan tipuan cerita bahwa ada seorang tertua yang membawa dan mengibarkan Bintang Kejora. Selanjutnya mimpi atau cerita itu dijabarkan pihak Decky Imbiri dengan pengibaran bendera bintang kejora di kampung Kapeso.
Tak hanya itu, Nela juga menyebarkan cerita tentang Kuda putih yang dijabarkan kelompok Decky Imbiri masyarakat tidak boleh meninggalkan Kampung Kapeso. Dari hasil pertemuan pertama diperoleh informasi bahwa kelompok yang menguasai kampung Kapeso meminta pula masyarakat adat untuk tidak ikut campur tangan dengan masalah yang terjadi di Kapeso.(cr-50)
Ditulis oleh Cr-50/Papos
Senin, 25 Mei 2009 00:00
Bagus Ekodanto
Popularity: 2% [?]

Maret 11th, 2010 1:20 am
Menurut Forkorus Yaboisembut, pernyataan Jouwe hanya untuk membuka jalan bagi kepulangan Jouwe ke Tanah Air. Memang betul demikian, tetapi kebenaran yang penting bagi kita semua adalah bahwa semua pejuang yang berada di luar negeri sepantasnya pulang dan meninggal di tanah air. Terutama sekali mereka yang sudah lanjut usia sebenarnya harus pulang, daripada memaksa diri mengkleim diri sebagai Presiden OPM, Ketua OPM dan sebagainya di luar negeri, padahal rakyat Papua tidak mengenal mereka dari apa yang mereka lakukan di luar negeri selama ini.
Maret 11th, 2010 2:14 am
Fakta yang tidak dapat diputar-balikkan dengan kata-kata seseorang siapapun.