JAKARTA (PAPOS) – Bandar Udara (Bandara) Perintis Kaposo di Membramo Raya, dikuasai kelompok bersenjata. Meski demikian, menurut Panglima TNI Djoko Santoso, TNI menilai kondisi secara umum di wilayah itu tetap kondusif. Panglima mengatakan, untuk itu sejauh mungkin dihindarkan konflik dan dilakukan dialog.
“Rapat kali ini membahas soal perkembangan di Papua, termasuk adanya penguasaan bandara tetap dilakukan persuasif, hindarkan konflik sejauh mungkin, kedepankan dialog,” kata Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso usai Rakor Polhukam di Kantor Kementerian Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (22/5) kemarin.
Djoko juga berharap agar fakta yang terjadi di lapangan tidak dibolak-balik atas kasus pengusaan bandara di wilayah terisolasi di Papua itu. “Jangan dibolak-balik, lalu kita terprovokasi, nanti dibiang pelanggaran HAM,” jelasnya.
Djoko juga kembali menegaskan, tentang langkah yang dilakukan aparat keamanan setempat dengan mendahulukan cara persuasif, ketimbang represif walau jelas-jelas kelompok tersebut dinilai mengancam kedaulatan dengan menaikan bendera Bintang Kejora.
“Ya tetap kita akan kedepankan tindakan persuasif, nanti jika nggak bisa, ya kita tindak tegas. Tetap kita adakan pendekatan persuasif dan dialog,” tegasnya.(dkm)
Sabtu, 23 Mei 2009 00:00
Djoko Santoso
Ditulis oleh Dkm/papos
Popularity: 3% [?]

Maret 11th, 2010 1:31 am
Silahkan baca komentar Amunggut Tabi, SekJend TRWP dan Forkorus Yaboisembut, Ketua DAP