BIAK (PAPOS) –Selain mengirim 3 regu Densus 88 yang diback-up 1 SSK Brimob dari Satuan Pemukul, Polda Papua juga mengutus tim negosiasi ke lokasi lapangan terbang (Lapter) Kapeso di Kabupaten Mamberamo Raya, yang dikuasai oleh sekelompok orang sipil bersenjata.
Tim negosiasi utusan Polda Papua itu terdiri dari tokoh agama, tokoh adat, pemuka masyarakat dan mahasiswa setempat untuk meminta kelompok yang disinyalir dari TPM/OPM dapat memulihkan aktifitas pelayanan di Lapter Kapeso.”Bagaimana hasilnya saya belum terima laporan,”kata Kapolda Papua Irjen Pol FX Bagus Ekodanto kepada wartawan di Biak, Kamis 921/5) kemarin.
Kapolda tiba di Biak dalam rangka memberikan pemaparan tentang situasi kamtibmas pada rapat kerja bupati wilayah IV di Biak. Menurutnya, Polda Papua masih menempuh pendekatan persuasif sebelum melaksanakan tindakan tegas sesuai aturan hukum.
Ketika disinggung motif penguasaan Lapter Kapeso, menurut Kapolda Irjen Bagus, sampai sejauh pihaknya belum mengetahui persis motif apa di balik kasus itu, karena masih dilakukan penyelidikan. Dia berharap, para negosiator yang dikirim pihaknya dapat memberikan penyadaran kepada kelompok sipil bersenjata, karena jika tidak dipenuhi maka aparat kepolisian akan melakukan tindak refresif sesuai aturan hukum.
Lapter Kapeso merupakan fasilitas pelayanan umum masyarakat, kata Kapolda, sehingga keberadaannya harus difungsikan seperti biasanya untuk melayani kebutuhan angkutan transportasi udara bagi warga pedalaman di Kabupaten Mamberamo Tengah.
“Tindakan represif akan dilakukan Polda Papua jika pendekatan persuasif tidak dipenuhi kelompok sipil bersenjata yang menguasai Lapter Kapeso sejak beberapa hari ini,” ujarnya. (ant)
Ditulis oleh Ant/Papos
Jumat, 22 Mei 2009 00:00
Popularity: 2% [?]
