Masyarakat Atau OPM?

Terkait Pengibaran Bintang Kejora di Mamberamo

Irjen Pol. FX. Bagus Ekodanto

Irjen Pol. FX. Bagus Ekodanto
JAYAPURA (PAPOS) –Pelaku yang mengkuasai Bandara Kapeso di Distrik Membramo Hilir di kabupaten Mambramo Raya, masih samar. Apakah kelompok dari masyarakat?. Ataukan kelompok dari Organisasi Papua Merdeka (OPM)?. Kapolda Papua Irjen Pol FX Bagus Ekodanto sendiri belum dapat memastikannya.

Kapolda hanya mengatakan, bahwa pihaknya kini sedang mencari tahu pelakunya.“Kami akan melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda, untuk membuktikan mereka yang menguasai bandara Kapeso itu dari kelompok mana,”kata Kapolda kepada Papua Pos di Mapolda Papua, Selasa (19/5) kemarin.

Meski langkah persuasif yang dikedepankan oleh Kapolda terlebih dahulu untuk berdialog dengan komponen masyarakat setempat, namun tim Densus (Detasemen Khusus) 88 yang berkekuatan 3 regu dari Polda Papua telah dikirim ke lokasi untuk mengecek di lapangan.

PLH Kabid Humas Polda Papua AKBP Nurhabri ketika ketika dikonfirmasi Papua Pos via telepon selulernya tadi malam mengatakan, bahwa kondisi daerah Membramo sangat terisolir, sehingga menyulitkan aparat keamanan menuju di daerah tersebut.

Dikatakan, bendera bintang kejora simbol separatis OPM masih di berkibar di bandara pirintis tersebut, hingga saat ini pihak aparat keamanan belum sampai ke lokasi. Menurut informasi terakhir kampung Kapeso masih diselimuti hutan belantara.

Jangankan komunikasi melalui hanphone, melalui radio SSB saja itupun sering terputus-putus.

Sementara bandara Kapeso hanya bisa didarati pesawat kecil jenis Chesna berpenumpang 4 orang, selain bisa ditempuh lewat jalur sungai dengan arus deras, sehingga memerlukan 3 atau 4 hari perjalanan. Bendera bintang kejora dikibarkan di bandara Kapeso sejak tanggal 17 Mei lalu masih berkibar, dari informasi kelompok itu menguasai bandara dengan tuntutan meminta pembebaskan rekan mereka ditangkap aparat keamanan setempat.
“Yang jelas kami melakukan negoisasi dengan warga masyarakat setempat, tokoh-tokoh adat, agama masyarakat Membramo Raya,”kata Nurhabri.(Cr-50)

Ditulis oleh Cr-50/Papos
Rabu, 20 Mei 2009 00:00

Popularity: 4% [?]

This entry was written by admin, posted on Maret 6, 2010 at 11:12 am, filed under Penghianat and tagged , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.  Share & Bookmark


No Responses to “Papua Merdeka Hanya Mimpi”

  1. Silahkan baca komentar Amunggut Tabi, SekJend TRWP dan Forkorus Yaboisembut, Ketua DAP

Write A Comment

You must be logged in to post a comment.


Copyright © 2010 - Suara Papua Merdeka . All rights reserved.
WoodocsLight Theme - By KOTEK@Webmaster. - Style based on YUI Docs & Theme Functions from Blog.txt
Powered by WordPress Entries (RSS) and - Comments (RSS) -