WAWANCARA : Kapolda Papua saat ditanya oleh para wartawan Jayapura di Mapolda Papua dalam suatu kesempatan.
JAYAPURA (PAPOS) –Bripda Musa Haninam, anggota Brimob Polda Papua, salah satu korban penghadangan anggota OPM saat menuju ke Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Rabu (15/4) siang, meninggal dalam penerbangan dari Mulia ke Jayapura.
Selain merengut satu nyawa anggota Brimod, dalam penghadangan itu OPM juga melukai 6 anggota Brimod lainnya. Dari 6 anggota Brimob, 3 anggota mengalami luka serius, tiga anggota lagi menderita luka ringan.
Insiden penyerangan OPM terhadap anggota Brimob itu terjadi sekitar pukul 11.45 WIT saat 11 anggota Brimob melakukan perjalanan dengan mobil dari Kota Mulia untuk mengambil berita acara penghitungan suara hasil Pemilu di Tinggi Nambut dan menjemput rekan-rekan mereka yang sakit untuk dibawa ke Mulia.
Namun dipertengahan jalan tepatnya di kampung Lombuk rombongan anggota Brimob yang menumpang kendaraan itu langsung diserang sekelompok OPM. Akibat penyerangan itu 7 anggota Brimob tertembak.
Saat ini, ke enam anggota Brimob yang terkena tembakan masih di rawat di Rumah Sakit Kota Mulia. Namun dari ke 11 anggota Brimob saat diserang 4 anggota Brimob yang diantaranya selamat.
Ketujuh korban yakni, Brigadir Komar Guda, Brigadir Kharudin Hanud, Adam Hanolk, Brigadir Musa Haminam, Bripda Roland Patijaya, Bripda Basri Haineka, dan Bripda Musran.
Namun Bripda Musa Haminam meninggal dalam dalam pesawat ketika dievakuasi ke Jayapura untuk mendapatkan perawatan medis lebih intensif lagi. Dari investigasi Papua Pos diduga ada 3 anggota OPM mengalami luka tembak.
Mereka diantaranya Dominggus Kogoya mengalami kena tembakan di bagian kaki, Martinus Jigwa mengalami luka tembak di bagian sebelah kiri perut, sedangkan yang satu belum diketahui identitasnya.
Kapolda Papua Irjen Pol Bagus Ekodanto kepada wartawan mengatakan, korban anggota Brimob yang tertembak di bagian kepala itu tewas dalam perjalanan. Korban dievakuasi ke Jayapura.
Menurut Kapolda, insiden penghadangan itu terjadi di Kampung Lombuk saat anggota Polres dan Brimob menuju Tingginambut untuk menjemput anggota yang sakit.
“Saat itulah kendaraan mereka dihadang dan ditembaki oleh kelompok bersenjata (OPM),” ungkap Kapolda.
Kapolda menambahkan, pihaknya akan mengundang semua komponen masyarakat berkumpul untuk mendengarkan penjelasan atas penyerangan ini dan serentetan peristiwa yang terjadi di Papua sebelum dan sesudah Pemilu.(cr-50)
Ditulis oleh Cr-50/Papos
Kamis, 16 April 2009 00:00
Popularity: 2% [?]
