Google Search
Web      papuapost.com
Today:Friday 03 September 2010


  You can
 
   

Para Mantan Pejuang Trikora Tidak Rela Papua Pisah dari NKRI

 Topics:> Penghianat : Para Mantan Pejuang Trikora Tidak Rela Papua Pisah dari NKRI
Friday, December 19, 2008 21:28 - adminNo Comments

JAYAPURA- Dalam rangka HUT Trikora ( Tiga Komando Rakyat) ke-47, jajaran Muspida Provinsi Papua, Kamis (18/12) kemarin melaksanakan kegiatan sosial anjangsana ke sejumlah mantan Pejuang Trikora.

Kegiatan anjangsana ini dibagi dalam beberapa kelompok/rombongan. Rombongan pertama, Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Hambali, Kakesbang Papua mewakili Gubernur, Wakajati Papua Poltak Mannulang, SH, Aster Kasdam Kolonel CHB Viktor Tobing dan Kapendam Letkol Inf. Imam Santoso mengunjungi Mantan Pejuang Adrianus Apelam di Cigombong Kotaraja.

Rombongan kedua, Ketua Pengadilan Tinggi Papua, Danrem 172/PWY Kolonel Czi I Made Sukadana, Asops Kasdam dan Kasintelrem melaksanakan anjangsana ke kediamana Alfons Nussy di Hamadi dan Pieter Wona di Argapura. Rombongan ketiga, Kapolda Papua Irjen Pol Drs FX Bagus Ekodanto, Danlantamal, Aslog Kasdam, Asren Kasdam dan Kababinminvetcad mengunjungi kediaman Arif Puasa di Abepura dan Sakur Wahid di Perumnas 1 Waena.

Rombongan keempat, Ketua DPRP Drs. John Ibo, MM, Irdam, Asintel Letkol Inf. Khairully, Aspers dan Dandim 1701/ Jayapura Letkol Kav A.H Napoleon mengunjungi keluarga Marthen Rodjuto di Entrop dan Abdul Fuad di Abepura dan rombongan kelima, Danrindam, Danlanud Jayapura, Bupati Jayapura, Danyon 751/BS dan Kasiterrem melaksanakan anjangsana ke rumah keluarga Natales Maturbong dan Jerol J di Sentani.

Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Hambali Hanafiah mengatakan, tujuan anjangsana para unsur pimpinan Muspida ke sejumlah mantan para pejuang Trikora ini sebagai wujud kepedulian pemerintah sekaligus bentuk penghormatan dan penghargaan kepada mereka. Sebab, tanpa pengorbanan dan perjuangan mereka maka Papua tidak mungkin ada seperti sekarang ini.

“ Siapa pun harus menyadari dan menyakini bahwa Papua yang merupakan bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukanlah pemberian bangsa lain tapi merupakan hasil perjuangan dan penghorbanan para mantan pejuang. Kita sebagai generasi penerus mereka tidak boleh melupakan sejarah apalagi sampai menodai perjuangannya,” ujar Kasdam kepada wartawan, kemarin.

Menurut Kasdam, yang patut diteladani oleh generasi muda adalah, meskipun usai mereka ini sudah lanjut namun semangat dan tekadnya untuk tetap mempertahankan NKRI dari Sabang sampai Merauke sangat tinggi.

Harusnya nilai-nilal perjuangan dan semangat mereka ini yang harus terus dipupuk dan dipelihara untuk membangun daerah ini. Sebab, cita-cita untuk meraih kemajuan dan kehidupan yang lebih baik hanya bisa diraih jika dilandasi dengan tekad dan semangat yang tinggi.

Pada saat Presiden Soekarno pada tanggal 19 Desember 1961 mencetuskan Trikora, para mantan pejuang saat itu rela meninggalkan keluarganya untuk berjuanga melawan kolonial Belanda di tanah Papua (Irian Barat). Yang ada dibenaknya saat itu adalah Papua sekarang ini tidak boleh lepas dan harus tetap utuh menjadi bagian NKRI.

Sementara itu, salah seorang mantan pejuang Trikora Andrianus Apelam mengaku sangat sedih jika masih adanya kelompok-kelompok masyarakat yang menginginkan Papua lepas dari NKRI. Sebab, untuk mempertahankan atau merebut Papua dari kolonial Belanda ratusan pejuang termasuk dari Papua sendiri telah gugur dimedan perang.

Tidak itu saja, banyak juga diantara mereka yang saat ini masih hidup namun mengalami cacat tubuh akibat terkena peluru serdadu Belanda. Termasuk dirinya sendiri yang tangan kanannya sempat cacat akibat terjangan peluru Belanda. Bekas luka itu masih ada di tangannya.

“ Yang jelas saya tidak rela jika sampai Papua ini lepas/terpisah dari NKRI. Sebab, untuk mempertahankan Papua menjadi bagian dari NKRI tidak sedikit perjuangan dan pengorbanan yang sudah dilakukan. Saya sendiri dan beberapa teman dari Papua sempat dua kali ditangkap dan dibuang (dipenjara) ke Boven Digoel. Tapi saat itu saya tidak pernah takut dengan belanda justru semangat untuk melawan Belanda saat itu semakin berkobar,” ujarnya seraya mengingat perjuangan masa lalu.

Yang ada dibenaknya saat itu bendera merah putih harus terus berkibar di wilayah Irian Barat. Akhirnya melalui perjuangan yang panjang dan tidak kenal menyerah Belanda akhirnya bersedia mengembalikan Irian Barata ke PBB untuk dikembalikan ke Pangkuan Ibu Pertiwi.

Karena itu, dirinya meminta kepada kelompok-kelompok yang menginginkan Papua lepas dari NKRI agar belajar sejarah yang benar kepada saksi-saksi/pelaku sejarah yang masih hidup dan bukan kepada orang lain yang tidak tahu sejarah sebenarnya.

Papua bagian dari NKRI sudah final dan telah mendapat pengakuan dunia internasikonal dan PBB. Yang harus dipahami adalah, proses penentuan pendapatan (Pepera) saat itu belum mengenal metode one vote one man ( satu orang satu suara) seperti sekarang ini, tapi hanya bisa dilakukan melalui keterwakilan. Proses penentuan pendapat itu sendiri dibawah pengawasan langsung PBB. Jadi kondisi ini yang perlu dipahami rakyat Papua mengenai sejarah Pepera.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT Trikora Kolonel CHB Viktor Tobing mengatakan, 19 Desember 1961 merupakan peristiwa penting bagi keutuhan NKRI karena tanggal ini Presiden Soekarno menyerukan Komando Trikora. Bagi Kodam, HUT Trikora ke-47 dan Infantri ke-63 merasa perlu digabungkan agar generasi muda tidak melupakan dua peristiwa sejarah bangsa tersebut.

Perintah Presiden disampaikan dengan lantang di depan rapat akbar di Jogyakarta, karena belanda masih melanjutkan kolonialisme di tanah air. Sehingga rakyat Indonesia termasuk yang berada di Irian Barat untuk melaksanakan Tri Komando yang isinya, Pancangakan sasangka Merah Putih di Irian Barat, Gagalkan Negara Boneka Papua dan adakan mobilisasi umum.

Guna memuluskan operasi Trikora, dibentuklah Komando Mandala yang membawahi unsure AD, AL dan AU dan Kohanudgab Mandala yang bertugas merencanakan, mempersiapkan dan menyelenggarakan operasi militer untuk merebut Papua Barat dari Belanda.

Sementara itu berkaitan dengan HUT Trikora dan HUT Infantri, Kamis (18/12) kemarin telah dilaksanakan sejumlah kegiatan diantaranya karya bhakti TNI pembersihan tugu Yos Sudarso di Taman Imbi dan Pepera yang dipimpin Dandim 1701/Jayapura Letkol Kav. A.H Napoleon. Menurut Dandim, dua tugu tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi sehingga keberadannya perlu dijaga dan dirawat. Sorenya, Dandim juga membuka pertandingan Futsal di Yapis Jayapura yang juga merupakan rangkaian HUT Trikora.

Sehari sebelumnya, Kodam juga telah melaksanakan kegiatan pengobatan massal bagi warga Hamadi yang belum lama ini terkena musibah gelombang pasang. Disela-sela meninjau kegiatan pengobatan massal, Kasdam menyerahkan sembako kepada warga setempat.

Sedangkan puncak HUT Trikora dan HUT Infantri akan dilaksanakan pagi ini Jumat (19/12) dalam suatu upacara militer di Lapangan PTC yang dipimpin Pangdam Mayjen TNI A.Y Nasution. Rencananya, acara ini akan dihadiri unsur Muspida Provinsi Papua Gubenur Papua Barnabas Suebu, SH, Ketua DPRP John Ibo, MM, Kapolda dan eleman masyarakat lainnya. (mud)


 
This entry was written by admin, posted on December 19, 2008 at 9:28 pm, filed under Penghianat. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Post a Comment

Your email is never shared. Required fields are marked *


*

*


[+] Favourite Tags

Berita Duka, Letnan General Hosea Waker Meninggal Dunia 30 Agustus 2010

Thursday, September 2, 2010 12:32 - adminTags:  , ,

Dear All, yang kami hormati dan khususnya kepada para pejuang, pemerhati dan pembelah hak-hak dasar masyarakat West Papua dari tirani Kolonial, Kapitalis dan Imprealisme. Bahawa hari ini, Tanggal 30 Agustus,... [Read more]

Setelah Ancam-Mengancam Polda Papua vs. Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua

Tuesday, August 31, 2010 18:54 - adminTags:  , , , ,

Setelah beberapa kali Polda Papua melayangkan Surat Panggilan atau panggilan terbuka lewat media massa kepada Rev. Sofyan Yoman dan bahkan mengancam untuk menjemput paksa, baru-baru ini Pemuda Baptis... [Read more]

Stop! Stigmatisasi OPM, Makar dan Separatis

Sunday, August 29, 2010 16:12 - adminTags:  , , ,

Sokrates Y Yoman, minta semua pihak stop setikmasisasi OPM makar dan separatis terhadap orang Papua.Jayapura—Ketua Umum PGBP, Pdt. Dumma S.S. Yoman meminta semua pihak agar menghentikan stigmatisasi... [Read more]

FGPBP Ancam Duduki Polda Papua

Thursday, August 26, 2010 16:29 - adminTags:  , ,

JUBI — Forum Gerakan Pemuda Baptis Papua (FGPBP) mengancam akan menduduki Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Papua, kalau saja tetap dilakukan pemanggilan terhadap Socratez Sofyan Yoman. Sofyam Yoman... [Read more]

Amerika Tak Dukung Papua Merdeka

Thursday, August 26, 2010 14:26 - adminTags:  , ,

JAYAPURA—Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) mempertanyakan tentang pelaksanaan Otsus di Papua. Pasalnya, terdapat suatu kelalaian yang menyebabkan perkembangan pembangunan di Provinsi... [Read more]

  • [+] Recent Comments:
    • Awawi Woromo: Sudah jadi rahasia umum di wilayah papua bahwa kepolisian re...
    • Jhon Messet: Sangat memalukan, Bangsa ini sebenarnya apa sih maunya. deng...
    • Sunni Enumby: Pengamat sutuasi puncak jaya sejak tahun 2003sampai dengan s...
    • Ev. Ham Tenouye: Suara Nabi Pribumi Papua: Permasalahan yang terjadi pada tah...
    • Jhon Messet: Selamat jalan saudara-ku tercinta, Pemuda yang sangat berani...
    • wolker rambo kienak: kata siapa dulu......papua adalah papua.siapa yang ingin mau...
    • Jhon Messet: Saudara Direktur LP3BH Manokwari,Yan Ch Warinussy, SH, saya ...
    [+] Most Commented:
      • Independence day July 26, 2010
        VUK JEREMIC, Serbia’s foreign minister, looked ashen. He knew what was coming. Kosovo’s 2008 declaration of independence from Serbia did not violate general international law, said Hisashi Owada, the president of the International Court of Justice (ICJ) in The Hague, in a non-binding advisory opinion. Ten judges voted in favour of this ruling, with four [... […]
        Papua Post
      • PASUKAN KHUSUS TNI YANG DISIAGAKAN UNTUK DITURUNKAN DI DAERAH PEGUNUNGAN TENGAH UNTUK OPERASI TUMPAS GERILYAWAN OPM, GOLIAT TABUNI DAN PASUKANYA. July 20, 2010
        PASUKAN KHUSUS TNI YANG DISIAGAKAN UNTUK DITURUNKAN DI DAERAH PEGUNUNGAN TENGAH UNTUK OPERASI TUMPAS GERILYAWAN OPM, GOLIAT TABUNI DAN PASUKANYA. Pada hari ini senin 19 juni 2010, kami mendapat info langsung dari Wamena melalui selular phone bahwa wilayah Piramid dijadikan sebagai wilayah operasi militer dingin, karena penempatan anggota KOPASSUS di setiap d […]
        Papua Post
      • HON . POWES PARKOP MEMULAI KAMPANYE TERBUKA MENDUKUNG PAPUA MERDEKA DI PNG (PORT MORESBY) July 12, 2010
        HON . POWES PARKOP MEMULAI KAMPANYE TERBUKA MENDUKUNG PAPUA MERDEKA DI PNG (PORT MORESBY) WPNews: Pada hari Sabtu Tanggal 15 Juli 2010 menjadi awal kampanye Terbuka Hon. Powes Parkop di lapangan terbuka five Mile park. Didalam kampanye terbuka didalam acara pertama pembukaan dan perecrutan tim kampanye untuk pemilihan 2012 ia mengatakan, semua persoalan di k […]
        Papua Post
      • RESOLUTION OF WEST PAPUA CASES. July 1, 2010
        Download now or preview on posterous RESOLUTION OF WEST PAPUA CASES.docx (15 KB) RESOLUTION OF WEST PAPUA CASES. Since Indonesia, USA, Dutch under control of UN took control and took over West Papua ( West New Guinea) in 1963 by New York Agreement, it’s leaved a numbers of problem in this Island. Many West Papua […]
        Papua Post
      • RESOLUTION OF WEST PAPUA CASES. July 1, 2010
        Download now or preview on posterous RESOLUTION OF WEST PAPUA CASES.docx (13 KB) RESOLUTION OF WEST PAPUA CASES. Since Indonesia, USA, Dutch under control of UN took control and took over West Papua ( West New Guinea) in 1963 by New York Agreement, it’s leaved a numbers of problem in this Island. Many West Papua […]
        Papua Post
      • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

     
    Navigation
    [+] Popular Menu:
     [+] Top 10 Topics
    [+] Most Viewed Page/Post
    • N/A
    [+] Least Viewed Page/Post
    • N/A
    [+] Recents Menu:
  • [+] Recent Comments:
    • Awawi Woromo: Sudah jadi rahasia umum di wilayah papua bahwa kepolisian re...
    • Jhon Messet: Sangat memalukan, Bangsa ini sebenarnya apa sih maunya. deng...
    • Sunni Enumby: Pengamat sutuasi puncak jaya sejak tahun 2003sampai dengan s...
    • Ev. Ham Tenouye: Suara Nabi Pribumi Papua: Permasalahan yang terjadi pada tah...
    • Jhon Messet: Selamat jalan saudara-ku tercinta, Pemuda yang sangat berani...
    • wolker rambo kienak: kata siapa dulu......papua adalah papua.siapa yang ingin mau...
    • Jhon Messet: Saudara Direktur LP3BH Manokwari,Yan Ch Warinussy, SH, saya ...

  •  [+] Archives Menu:
    Categories Archive & RSS
    Tags Archive & RSS

    All Updates RSS

    Monthly Archive
    Yearly Archive
    Core Links
    Other Links
    SPM Interactives
    Supporters
      • ILWP International Lawyers for Wst Papua
      • IPWP International Parliamentarians for Wst Papua
    Share, Subscribe & Bookmark
    External Links
    • Tribalism on Facebook
    Site Admin
    Site Meta
     
    Copyright © Papua Merdeka NewsBersuara Karena & Untuk KEBENARAN!Powered byWordPress