Google Search
Web      papuapost.com
Today:Friday 03 September 2010


  You can
 
   

Boikot Pemilu Bukan Solusi – Agus Sumule: KPU Harus Berani Tegur Parpol, MRP Proaktif

 Topics:> Uncategorized > , : Boikot Pemilu Bukan Solusi – Agus Sumule: KPU Harus Berani Tegur Parpol, MRP Proaktif
Friday, July 4, 2008 2:27 - adminNo Comments

JAYAPURA- Ribut-ribut soal sikap Majelis Rakyat Papua (MRP) yang mengancam akan memboikot Pemilu 2009 jika jatah 11 kursi di DPR Papua tidak diakomodir, rupanya ditanggapi serius DR Agus Sumule dan Ketua KPU Provinsi Papua Benny Sweny S.Sos. Sebagai salah seorang perumus Undang Undang 21 tahun 2001 tentang Otsus bagi Papua, Agus Sumule mengatakan kalau sikap itu bukanlah suatu jalan keluar yang baik.

“Tanggung jawab MRP memang untuk mengingatkan semua Parpol, tetapi memboikot Pemilu bukanlah jalan keluar,” katanya kepada Cenderawasih Pos kemarin.

Staf ahli Gubernur Papua ini lalu menjelaskan bahwa selama ini sebagian orang telah salah mengerti tentang amanat Pasal 28 UU 21/2001 itu. Khusus pada ayat 3 yang mengatakan bahwa rekriutmen politik oleh Parpol di Provinsi Papua dilakukan dengan memprioritaskan masyarakat asli Papua.

“Di sini orang sudah salah mengerti, orang mengartikan bahwa di DPRP itu yang diprioritaskan itu orang asli Papua. Itu memang benar, tetapi yang seharusnya itu adalah Parpol harus merekrut pengurus atau anggotanya mayoritas adalah orang asli Papua, itu yang dimaksud oleh pasal 28 ayat 3 itu,” terangnya.
Dengan begitu kata dia, kalau semua Parpol pendekatannya seperti itu dengan memprioritaskan orang asli Papua, maka dengan sendirinya kursi di DPRP itu akan diduduki oleh orang asli Papua. Tetapi kenyataannya tidak seperti itu, sehingga tidak heran jika orang asli Papua belum menjadi mayoritas di DPR Papua maupun di Parpol.

Karena itu untuk memperbaiki keterwakilan orang asli Papua di DPRP itu, ketika UU 21 tahun 2001 disusun, maka dibuat lembaga MRP sebagai lembaga representase cultural dalam rangka melindungi hak – hak orang asli Papua ini. Selanjutnya dibuat juga ketentuan tentang jumlah anggota DPRP sebanyak 11/4 kali dari ketentuan nasional.

“Tapi yang tambahan 1/4 ini jangan disalah artikan bahwa itu harus orang asli Papua,” imbuhnya serius. Karena pengertiannya memprioritaskan orang asli Papua adalah melalui Parpolnya. “Kalau ingin orang asli Papua sebanyak mungkin masuk ke DPRP maka caranya dengan mengacu pada pasal 28 ayat 3 itu,” jelasnya.

Hal ini kemudian diatur dalam pasal 28 UU 21/2001 agar dapat memperbaiki keterwakilan orang asli Papua di DPRP, DPRD maupun di DPR RI. Itu artinya setiap Parpol wajib memprioritaskan orang asli Papua dalam merekrut anggota atau pengurusnya.

Hanya saja kata Agus Sumule, ia tidak setuju kalau anggota DPRP untuk orang asli Papua tidak melalui pemilihan. “Kalau tidak melalui pemilihan itu tidak benar, untuk menjadi anggota DPRP ataupun DPRD tentu harus melalui pemilihan, itu aturan baku,” tukasnya serius.

Tentang prioritas Parpol terhadap orang asli Papua itu lanjut Agus Sumule, adalah tugas KPU dan MRP sendiri untuk mengecek langsung ke masing-masing Parpol, apakah mereka sudah memprioritaskan orang asli Papua atau tidak. “Kalau dapat MRP memanggil semua Parpol atau KPU harus mendatangi semua Parpol untuk mengecek siapa saja pengurusnya,” sarannya.

Selama ini yang terjadi tidak sesuai dengan ketentuan, hal itu karena KPU tidak pernah menegur Parpol seolah – olah yang 1/4 itu harus orang asli Papua. “Itu salah harusnya seluruhnya dalam arti Parpol harus merekrut anggotanya dengan memprioritaskan orang asli Papua,” katanya lagi. Karena itu, MRP wajib proaktif dan berkomunikasi dengan Parpol karena MRP bertanggung jawab melindungi hak – hak orang asli Papua.

Terkait dengan itu pihak KPU Provinsi Papua mendesak gubernur dan DPRP segera membuat produk hukum yang mengatur tentang jatah 11 kursi di DPR Papua bagi orang asli Papua. “Karena itu saya mendesak kepada lembaga terkait seperti DPRP, gubernur dan dengan persetujuan MRP untuk menghasilkan produk hukum ini, demi memperjuangkan hak-hak orang asli Papua,” ungkap Ketua KPU Papua, Benny Sweny,S.Sos saat ditemui di kantornya, Kamis (3/7) kemarin.

Pihaknya kembali menjelaskan, sebagaimana pertemuannya dengan MRP, 11 kursi itu jangan dijadikan satu dengan 45 kursi yang lain dan didistribusikan ke 6 Dapil di Papua.

“Minggu ini keputusan KPU tentang pembagian jumlah kursi di 6 Dapil itu akan keluar. Saya akan ke KPU Pusat dengan membawa surat MRP mengenai hal itu, besok (hari ini,red), sehingga ada langkah dari KPU untuk memending keputusan itu,” paparnya.

Ditegaskan, untuk pengaturan jatah 11 kursi itu perlu dasar hukum (legal basic), yang dapat memberikan legitimasi bagi KPU Papua untuk melaksanakan proses penentun 11 kursi itu. “Harus ada peraturan yang bisa menjabarkan pasal 6 UU 21 Tahun 2001 tentang 1/4 atau 25% dari anggota DPR Papua itu. Misalnya, bagaimana melakukan pemilihan terhadap 11 orang itu, lalu bentuk seleksinya bagaimana. Apa persyaratan atau criteria bagi calon yang akan mengambil 11 kursi itu. Ini harus ada dasar hukumnya,” tandasnya.

“Saya menyayangkan. Mengapa air sudah di leher baru kita mendesak. Kalau ini sudah dilakukan pada tahun-tahun yang lalu barangkali kita sudah mempunyai dasar hukum dan kita tinggal mengatur bagaimana proses pemilihan 45 kursi diperebutkan oleh Parpol secara umum dan 11 kursi diperebutkan oleh orang asli Papua dengan dasar hukum yang dihasilkan oleh DPRP dan gubernur itu serta dukungan MRP itu,” tandasnya.

Kemudian terkait rekruitmen politik yang dilakukan Parpol dengan harus memprioritaskan orang-orang asli Papua juga belum ada aturan hukumnya.

“Saya kira MRP juga harus merumuskan suatu kebijakan atau keputusan bagaimana bentuk pertimbangan yang diberikan, yang akan menjadi landasan hukum bagi KPU untuk menverifikasi terhadap daftar calon anggota DPRP dan DPRD. Ini ada dalam pasal 28 ayat 4. yang berbunyi, dalam rekrutmen politik, perlu pertimbangan dari MRP dan itu harus lebih memprioritaskan orang-orang asli Papua,” terangnya.

Jadi kalau sayarat dalam UU No 10 Tahun 2008 sudah jelas, misalnya calon anggota DPRD atau DPRP itu harus WNI, umur diatas 21 tahun, kemudian ijazah minimal SMA. “Lalu pertimbangan MRP seperti apa. Supaya menjadi dasar untuk verifikasi. Misalnya calon yang diajukan Parpol itu yang orang asli Papua harus berapa persen. Kalau tidak memenuhi kita kembalikan,” sambungnya.

Ditambahkan, yang bisa diverifikasi sekarang ini adalah 30% perempuan. “Ini sudah jelas dalam UU 10 Tahun 2008. Kalau daftar calon anggota DPRD/DPRP tidak memenuhi 30% atau dalam urut satu sampai 3 tidak ada perempuannya, maka kita kembalikan berkasnya,” imbuhnya.

“Kalau Perdasus atau Perdasi tentang ini semua tidak ada. Lalu kita dituntut untuk berani, lalu bagaimana. Kita berani saja asal ada dasar hukumnya. Tanpa dasar hukum kita bisa ramai-ramai masuk penjara,” pungkasnya. (ta/fud)


 
This entry was written by admin, posted on July 4, 2008 at 2:27 am, filed under Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Post a Comment

Your email is never shared. Required fields are marked *


*

*


[+] Favourite Tags

Berita Duka, Letnan General Hosea Waker Meninggal Dunia 30 Agustus 2010

Thursday, September 2, 2010 12:32 - adminTags:  , ,

Dear All, yang kami hormati dan khususnya kepada para pejuang, pemerhati dan pembelah hak-hak dasar masyarakat West Papua dari tirani Kolonial, Kapitalis dan Imprealisme. Bahawa hari ini, Tanggal 30 Agustus,... [Read more]

Setelah Ancam-Mengancam Polda Papua vs. Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua

Tuesday, August 31, 2010 18:54 - adminTags:  , , , ,

Setelah beberapa kali Polda Papua melayangkan Surat Panggilan atau panggilan terbuka lewat media massa kepada Rev. Sofyan Yoman dan bahkan mengancam untuk menjemput paksa, baru-baru ini Pemuda Baptis... [Read more]

Stop! Stigmatisasi OPM, Makar dan Separatis

Sunday, August 29, 2010 16:12 - adminTags:  , , ,

Sokrates Y Yoman, minta semua pihak stop setikmasisasi OPM makar dan separatis terhadap orang Papua.Jayapura—Ketua Umum PGBP, Pdt. Dumma S.S. Yoman meminta semua pihak agar menghentikan stigmatisasi... [Read more]

FGPBP Ancam Duduki Polda Papua

Thursday, August 26, 2010 16:29 - adminTags:  , ,

JUBI — Forum Gerakan Pemuda Baptis Papua (FGPBP) mengancam akan menduduki Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Papua, kalau saja tetap dilakukan pemanggilan terhadap Socratez Sofyan Yoman. Sofyam Yoman... [Read more]

Amerika Tak Dukung Papua Merdeka

Thursday, August 26, 2010 14:26 - adminTags:  , ,

JAYAPURA—Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) mempertanyakan tentang pelaksanaan Otsus di Papua. Pasalnya, terdapat suatu kelalaian yang menyebabkan perkembangan pembangunan di Provinsi... [Read more]

  • [+] Recent Comments:
    • Awawi Woromo: Sudah jadi rahasia umum di wilayah papua bahwa kepolisian re...
    • Jhon Messet: Sangat memalukan, Bangsa ini sebenarnya apa sih maunya. deng...
    • Sunni Enumby: Pengamat sutuasi puncak jaya sejak tahun 2003sampai dengan s...
    • Ev. Ham Tenouye: Suara Nabi Pribumi Papua: Permasalahan yang terjadi pada tah...
    • Jhon Messet: Selamat jalan saudara-ku tercinta, Pemuda yang sangat berani...
    • wolker rambo kienak: kata siapa dulu......papua adalah papua.siapa yang ingin mau...
    • Jhon Messet: Saudara Direktur LP3BH Manokwari,Yan Ch Warinussy, SH, saya ...
    [+] Most Commented:
      • Independence day July 26, 2010
        VUK JEREMIC, Serbia’s foreign minister, looked ashen. He knew what was coming. Kosovo’s 2008 declaration of independence from Serbia did not violate general international law, said Hisashi Owada, the president of the International Court of Justice (ICJ) in The Hague, in a non-binding advisory opinion. Ten judges voted in favour of this ruling, with four [... […]
        Papua Post
      • PASUKAN KHUSUS TNI YANG DISIAGAKAN UNTUK DITURUNKAN DI DAERAH PEGUNUNGAN TENGAH UNTUK OPERASI TUMPAS GERILYAWAN OPM, GOLIAT TABUNI DAN PASUKANYA. July 20, 2010
        PASUKAN KHUSUS TNI YANG DISIAGAKAN UNTUK DITURUNKAN DI DAERAH PEGUNUNGAN TENGAH UNTUK OPERASI TUMPAS GERILYAWAN OPM, GOLIAT TABUNI DAN PASUKANYA. Pada hari ini senin 19 juni 2010, kami mendapat info langsung dari Wamena melalui selular phone bahwa wilayah Piramid dijadikan sebagai wilayah operasi militer dingin, karena penempatan anggota KOPASSUS di setiap d […]
        Papua Post
      • HON . POWES PARKOP MEMULAI KAMPANYE TERBUKA MENDUKUNG PAPUA MERDEKA DI PNG (PORT MORESBY) July 12, 2010
        HON . POWES PARKOP MEMULAI KAMPANYE TERBUKA MENDUKUNG PAPUA MERDEKA DI PNG (PORT MORESBY) WPNews: Pada hari Sabtu Tanggal 15 Juli 2010 menjadi awal kampanye Terbuka Hon. Powes Parkop di lapangan terbuka five Mile park. Didalam kampanye terbuka didalam acara pertama pembukaan dan perecrutan tim kampanye untuk pemilihan 2012 ia mengatakan, semua persoalan di k […]
        Papua Post
      • RESOLUTION OF WEST PAPUA CASES. July 1, 2010
        Download now or preview on posterous RESOLUTION OF WEST PAPUA CASES.docx (15 KB) RESOLUTION OF WEST PAPUA CASES. Since Indonesia, USA, Dutch under control of UN took control and took over West Papua ( West New Guinea) in 1963 by New York Agreement, it’s leaved a numbers of problem in this Island. Many West Papua […]
        Papua Post
      • RESOLUTION OF WEST PAPUA CASES. July 1, 2010
        Download now or preview on posterous RESOLUTION OF WEST PAPUA CASES.docx (13 KB) RESOLUTION OF WEST PAPUA CASES. Since Indonesia, USA, Dutch under control of UN took control and took over West Papua ( West New Guinea) in 1963 by New York Agreement, it’s leaved a numbers of problem in this Island. Many West Papua […]
        Papua Post
      • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

     
    Navigation
    [+] Popular Menu:
     [+] Top 10 Topics
    [+] Most Viewed Page/Post
    • N/A
    [+] Least Viewed Page/Post
    • N/A
    [+] Recents Menu:
  • [+] Recent Comments:
    • Awawi Woromo: Sudah jadi rahasia umum di wilayah papua bahwa kepolisian re...
    • Jhon Messet: Sangat memalukan, Bangsa ini sebenarnya apa sih maunya. deng...
    • Sunni Enumby: Pengamat sutuasi puncak jaya sejak tahun 2003sampai dengan s...
    • Ev. Ham Tenouye: Suara Nabi Pribumi Papua: Permasalahan yang terjadi pada tah...
    • Jhon Messet: Selamat jalan saudara-ku tercinta, Pemuda yang sangat berani...
    • wolker rambo kienak: kata siapa dulu......papua adalah papua.siapa yang ingin mau...
    • Jhon Messet: Saudara Direktur LP3BH Manokwari,Yan Ch Warinussy, SH, saya ...

  •  [+] Archives Menu:
    Categories Archive & RSS
    Tags Archive & RSS

    All Updates RSS

    Monthly Archive
    Yearly Archive
    Core Links
    Other Links
    SPM Interactives
    Supporters
      • ILWP International Lawyers for Wst Papua
      • IPWP International Parliamentarians for Wst Papua
    Share, Subscribe & Bookmark
    External Links
    • Tribalism on Facebook
    Site Admin
    Site Meta
     
    Copyright © Papua Merdeka NewsBersuara Karena & Untuk KEBENARAN!Powered byWordPress