Google Search
Web      papuapost.com
Today:Friday 03 September 2010


  You can
 
   

Ellya A Tebay : Politik Ekspansi Indonesia Pemusnah Papua (3)

 Topics:> Opini & Analisis, Terorisme > : Ellya A Tebay : Politik Ekspansi Indonesia Pemusnah Papua (3)
Tuesday, May 27, 2008 11:11 - Oktav PogauNo Comments

Aspirasi,  Jalan Mulus Propaganda Pemekaran

Aspirasi  hanya sebagai jalan propaganda untuk meloloskan kepentingan dengan meyakinkan melalui berbagai konsep pembangunan baku yang utopis sebagai jalan mensukseskan pemekaran, Sehingga hal itu seolah-olah aspirasi murni rakyat.

Aspirasi mengandung pengertian cita-cita, tuntutan kearah perbaikan nasib atau kehendak akan kelayakan hidup. Inilah yang benar-benar dimanfaatkan pemerintah daerah dan perwakilan rakyat, dimana mereka menyugukan konsep program propaganda pembangunan yang benar-benar menjadi keluhan dan kebutuhkan rakyat kecil. Konsep program yang merupakan data hasil penyuluhan, sosialisasi pemekaran dan observasi dilapangan.

Saat akhir pertemuan di Quest House Nabire, karena saya tidak diberi kesempatan bicara dalam diskusi itu maka akhir dari acara saya datangi ibu dari anggota DPD-RI dan saya katakan, “ malam ibu, kalau pemekaran itu ibarat memaksa memperkosa nona yang masih virgin, maka budaya yang selama ini ada di orang tua kita akan dengan mudah punah,” tetapi apa yang dikatakannya, “ budaya itu tidak akan punah, dengan adanya otonomi dan pemekaran kabupaten Dogiyai kita sudah persiapkan progam untuk di jadikan mata pelajaran wajib untuk diajarkan di sekolah-sekolah karena kita sendiri yang akan mengurusinya nanti ”.

Dengan jawaban atas pertanyaan saya ini, sudah jelas untuk diambil kesimpulan bahwa aspirasi rakyat untuk tuntutan kelayakan hidup merupakan jalan mulus pemanfaatan propaganda politik pemekaran di Papua. Mereka berusaha meyakinkan masyarakat dengan sosialisasi, pemahaman, membayar dengan uang sebagai penutup mulut, pemaksaan ala permanisme dengan berbagai pemaksaan yang kelihatan maupun tidak kelihatan, baik secara kasar maupun secara halus, sadar maupun tidak sadar. Dan berbagai propaganda lainnya yang berusaha meyakinkan rakyat untuk menyetujui pemekaran melalui kebutuhan-kebutuhan ekonomi.  Dan perekonomian kita yang lemah menjadi jalan mulus bagi tawaran konsep program propaganda pembangunan ekonomi rakyat, yang implementasinya sangat utopis.

Pemekaran Merupakan Virginitas.

Pemekaran itu virgin, ibarat seorang anak perempuan dipaksa untuk merampas kehormatannya dengan pemerkosaan.  Kalau dipaksa sakit ngak si, dan kehormatan apa yang sedang diambil, yaitu kehormatan yang membuat dia berharaga sebagai seorang wanita. Virginin merupakan suatu persembahan buat kekasihnya yang telah diikat dalam pernikahan kudus. Darah perawan yang keluar pertama kali semestinya adalah persembahan kepada Tuhan melalui  ikatan perjanjian kesetiaannya kepada suaminya.  Namun apa yang sedang terjadi di Papua?. Daerah-daerah kabupaten yang tidak layak dijadikan propinsi dijadikan propinsi, kecamatan yang tidak layak jadi kabupaten, dijadikan kabupaten begitu juga dengan kecamatan. Kalau dilihat secara wilayah memang Papua itu luas tetapi yang jadi persoalan adalah bagaimana persiapan masyarakat kita secara sumber daya manusianya. Mereka hanya akan menjadi korban penipuan  pemerkosaan alias sumber daya alam mereka akan dimanfaatkan oleh kaum borjuasi local yang menjadi tamen borjuasi pusat dan internasional.

Pemekaran sedang melahirkan anak-anak premature. Anak-anak yang sedang dilahirkan kekurangan fisik apakah yang akan nampak?. Sudah siapkah tabung-tabung inklubator untuk membesarkan anak-anak yang lahir premature?. Dengan obat apakah anak itu dirawat supaya ia tumbuh normal. Perwatnya siapa, kompoten tidak dia merawatnya?. Penyakit apa sajakah yang akan bermunculan di Papua? Perlukah di Papua didirikan museum sebagai tempat menaruh sesuatu dari esensi Papua yang akan mulai hilang sebagai tugu peringatan untuk memperingatkan pada generasi mendatang kalau di Papua pernah ada budaya itu dan budaya ini?. Atau bangun balai rehabilitasi penyakit apa saja yang akan bermunculan……?

Apakah pemekaran merupakan suatu kekuatan yang mampu membawah orang Papua keluar dari keisolasiannya selama ini?. Sudah jelas bahwa pemekaran sedang membuka ruang buat orang lain masuk menduduki dan menempati. Dengan mengusir dan mengusur orang Papua dari persembunyian pelukan ibu pertiwinya. Kebanyakan orang luar yang datang ke Papua bukan datang untuk membangun Papua tetapi menguras, mengambil kekayaan Papua. Pemekaran adalah upaya pencarian kekayaan Papua yang masih belum tersentuh dan terambil. Janganlah memperkosa dengan cara pemaksaan untuk mengambil sumber kehidupanku, aku masih butuh tinggal dalam pelukan ibuku, mau berlindung dalam naungannya.

Setiap orang yang bekerja dan makan diatas tanah Papua dengan cara yang jahat maupun cara yang benar akan menerima upahnya. Hidup di Papua adalah suatu representasi dari suatu kehidupan. Setiap orang yang mati diatas tanah papua karena tingkah laku mereka yang jahat maka itu merupakan representasi kematian kekal, maka merekapun akan mati untuk kekekalan. Tetapi setiap orang yang hidup di tanah Papua karena kebenaran, kejujuran dan keadilan karena hasil keringat sendiri maka itu merupakan representasi dari kehidupan kekal dan akan hidup di kekekalan juga.

Ini tuntutan bagi kita anak Papua untuk mempersiapkan diri dalam menjaga, dan melestarikan supaya esensi kehormatan bagi orang Papua yang telah dianugrahi Sang Pencipta tidak hilang dan luntur, tidak di raup dan diperkosanya dari kehidupan kita orang Papua.

Aku Telah Kehilangan Virginitasku

Akar jahat pengambil virginitas sudah mulai merambah kemana-mana. dari pemerkosaan fakta sejarah perjuangan dan alam Papua, namun kali ini telah merambah ke eksploitasi manusia Papua.

Setiap remaja perempuan Papua bukan lagi perawan saat ini. hal ini dapat di lihat dari beberapa fakta. salah satu contoh yang dapat di jelaskan adalah: setiap tukang ojek yang antar penumpang, yaitu penumpang yang turun dari pedalaman ke kota, yang dari kota sendiri dan kampung kampung lainnya yang tidak memiliki uang telah menjadi makanan empuk dari pelampiasan nafsu bejatnya sopir dan tukang ojek sepeda motor.  Remaja perempuan papua yang bersekolah dan yang tidak bersekolah, yang tidak memiliki uang dan tidak mampu membayar dipaksa, dengan mengatakan ” bisa bayar dengan cuki sekalikah ade?”. Dan fakta ini tidak kelihatan tetapi penyerahan secara paksa virginitas ini telah mulai dan sudah terjadi dan merambah di Papua. Ini jelas kelihatan bahwa dipaksa karena kondisi perekonomian mereka, dan perkembangan yang tanpa mengenal batas etika, moral dan tata cara hidup sebagai manusia.

Ini fakta yang mengerikan, kehormatan seorang wanita virgin hanya ditukarkan dengan harga ojek yang cuma tiga ribu rupiah dan ongkos Bemo/Taxi yang hanya dua ribu rupiah.  Pemekaran yang dibuat NKRI, betul-betul virgin yang mana tidak mempersiapkan kesejahtraan rakyat terlebih dahulu. pemekaran juga telah merampok hak-hak kesulungan dan kehormatan orang Papua.

Apapun yang terjadi ditanah Papua adalah resiko yang harus ditanggung dan bukti ketidak siapan kita orang Papua menghadapi semua perkembangan pemekaran pengambil virginitas yaitu pemekaran politik ekspansi Indonesia pemusnah Papua melalui ekspansi masa, ekspansi wilayah, hasil politik konspirasi, pemekaran hasil perselingkuan/perzinahan, aspirasi jalan mulus propaganda pemekaran, pemekaran merupakan virginitas. Akhirnya aku telah kehilangan Virginitasku  sebagai harta kehormatan yang harus dipertahankan karena kita telah di perkosa dalam berbagai lini kehidupan. EAT


 
This entry was written by Oktav Pogau, posted on May 27, 2008 at 11:11 am, filed under Opini & Analisis, Terorisme and tagged . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Post a Comment

Your email is never shared. Required fields are marked *


*

*


[+] Favourite Tags

Berita Duka, Letnan General Hosea Waker Meninggal Dunia 30 Agustus 2010

Thursday, September 2, 2010 12:32 - adminTags:  , ,

Dear All, yang kami hormati dan khususnya kepada para pejuang, pemerhati dan pembelah hak-hak dasar masyarakat West Papua dari tirani Kolonial, Kapitalis dan Imprealisme. Bahawa hari ini, Tanggal 30 Agustus,... [Read more]

Setelah Ancam-Mengancam Polda Papua vs. Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua

Tuesday, August 31, 2010 18:54 - adminTags:  , , , ,

Setelah beberapa kali Polda Papua melayangkan Surat Panggilan atau panggilan terbuka lewat media massa kepada Rev. Sofyan Yoman dan bahkan mengancam untuk menjemput paksa, baru-baru ini Pemuda Baptis... [Read more]

Stop! Stigmatisasi OPM, Makar dan Separatis

Sunday, August 29, 2010 16:12 - adminTags:  , , ,

Sokrates Y Yoman, minta semua pihak stop setikmasisasi OPM makar dan separatis terhadap orang Papua.Jayapura—Ketua Umum PGBP, Pdt. Dumma S.S. Yoman meminta semua pihak agar menghentikan stigmatisasi... [Read more]

FGPBP Ancam Duduki Polda Papua

Thursday, August 26, 2010 16:29 - adminTags:  , ,

JUBI — Forum Gerakan Pemuda Baptis Papua (FGPBP) mengancam akan menduduki Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Papua, kalau saja tetap dilakukan pemanggilan terhadap Socratez Sofyan Yoman. Sofyam Yoman... [Read more]

Amerika Tak Dukung Papua Merdeka

Thursday, August 26, 2010 14:26 - adminTags:  , ,

JAYAPURA—Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) mempertanyakan tentang pelaksanaan Otsus di Papua. Pasalnya, terdapat suatu kelalaian yang menyebabkan perkembangan pembangunan di Provinsi... [Read more]

  • [+] Recent Comments:
    • Awawi Woromo: Sudah jadi rahasia umum di wilayah papua bahwa kepolisian re...
    • Jhon Messet: Sangat memalukan, Bangsa ini sebenarnya apa sih maunya. deng...
    • Sunni Enumby: Pengamat sutuasi puncak jaya sejak tahun 2003sampai dengan s...
    • Ev. Ham Tenouye: Suara Nabi Pribumi Papua: Permasalahan yang terjadi pada tah...
    • Jhon Messet: Selamat jalan saudara-ku tercinta, Pemuda yang sangat berani...
    • wolker rambo kienak: kata siapa dulu......papua adalah papua.siapa yang ingin mau...
    • Jhon Messet: Saudara Direktur LP3BH Manokwari,Yan Ch Warinussy, SH, saya ...
    [+] Most Commented:
      • Independence day July 26, 2010
        VUK JEREMIC, Serbia’s foreign minister, looked ashen. He knew what was coming. Kosovo’s 2008 declaration of independence from Serbia did not violate general international law, said Hisashi Owada, the president of the International Court of Justice (ICJ) in The Hague, in a non-binding advisory opinion. Ten judges voted in favour of this ruling, with four [... […]
        Papua Post
      • PASUKAN KHUSUS TNI YANG DISIAGAKAN UNTUK DITURUNKAN DI DAERAH PEGUNUNGAN TENGAH UNTUK OPERASI TUMPAS GERILYAWAN OPM, GOLIAT TABUNI DAN PASUKANYA. July 20, 2010
        PASUKAN KHUSUS TNI YANG DISIAGAKAN UNTUK DITURUNKAN DI DAERAH PEGUNUNGAN TENGAH UNTUK OPERASI TUMPAS GERILYAWAN OPM, GOLIAT TABUNI DAN PASUKANYA. Pada hari ini senin 19 juni 2010, kami mendapat info langsung dari Wamena melalui selular phone bahwa wilayah Piramid dijadikan sebagai wilayah operasi militer dingin, karena penempatan anggota KOPASSUS di setiap d […]
        Papua Post
      • HON . POWES PARKOP MEMULAI KAMPANYE TERBUKA MENDUKUNG PAPUA MERDEKA DI PNG (PORT MORESBY) July 12, 2010
        HON . POWES PARKOP MEMULAI KAMPANYE TERBUKA MENDUKUNG PAPUA MERDEKA DI PNG (PORT MORESBY) WPNews: Pada hari Sabtu Tanggal 15 Juli 2010 menjadi awal kampanye Terbuka Hon. Powes Parkop di lapangan terbuka five Mile park. Didalam kampanye terbuka didalam acara pertama pembukaan dan perecrutan tim kampanye untuk pemilihan 2012 ia mengatakan, semua persoalan di k […]
        Papua Post
      • RESOLUTION OF WEST PAPUA CASES. July 1, 2010
        Download now or preview on posterous RESOLUTION OF WEST PAPUA CASES.docx (15 KB) RESOLUTION OF WEST PAPUA CASES. Since Indonesia, USA, Dutch under control of UN took control and took over West Papua ( West New Guinea) in 1963 by New York Agreement, it’s leaved a numbers of problem in this Island. Many West Papua […]
        Papua Post
      • RESOLUTION OF WEST PAPUA CASES. July 1, 2010
        Download now or preview on posterous RESOLUTION OF WEST PAPUA CASES.docx (13 KB) RESOLUTION OF WEST PAPUA CASES. Since Indonesia, USA, Dutch under control of UN took control and took over West Papua ( West New Guinea) in 1963 by New York Agreement, it’s leaved a numbers of problem in this Island. Many West Papua […]
        Papua Post
      • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

     
    Navigation
    [+] Popular Menu:
     [+] Top 10 Topics
    [+] Most Viewed Page/Post
    • N/A
    [+] Least Viewed Page/Post
    • N/A
    [+] Recents Menu:
  • [+] Recent Comments:
    • Awawi Woromo: Sudah jadi rahasia umum di wilayah papua bahwa kepolisian re...
    • Jhon Messet: Sangat memalukan, Bangsa ini sebenarnya apa sih maunya. deng...
    • Sunni Enumby: Pengamat sutuasi puncak jaya sejak tahun 2003sampai dengan s...
    • Ev. Ham Tenouye: Suara Nabi Pribumi Papua: Permasalahan yang terjadi pada tah...
    • Jhon Messet: Selamat jalan saudara-ku tercinta, Pemuda yang sangat berani...
    • wolker rambo kienak: kata siapa dulu......papua adalah papua.siapa yang ingin mau...
    • Jhon Messet: Saudara Direktur LP3BH Manokwari,Yan Ch Warinussy, SH, saya ...

  •  [+] Archives Menu:
    Categories Archive & RSS
    Tags Archive & RSS

    All Updates RSS

    Monthly Archive
    Yearly Archive
    Core Links
    Other Links
    SPM Interactives
    Supporters
      • ILWP International Lawyers for Wst Papua
      • IPWP International Parliamentarians for Wst Papua
    Share, Subscribe & Bookmark
    External Links
    • Tribalism on Facebook
    Site Admin
    Site Meta
     
    Copyright © Papua Merdeka NewsBersuara Karena & Untuk KEBENARAN!Powered byWordPress